
" Nah ini nih panggilan yg unik & beda sama orang lain.". Dara berkata sambil tersenyum.
" Ayo katakan.. apa itu?." Tanya Faozan tak penasaran.
" Kita panggil nama aja." kata Dara tertawa pelan.
" Nggak ah.. masa iya manggil nama.. jadi aku panggil kamu Dara gitu.. & kamu manggil aku Faozan." Bantah Faozan juga dengan tertawa pelan.
" Bukan Faozan.. tapi Ozan." Tutur Dara tertawa lagi.
" Nggak ah.. kamu aneh.. masa iya panggilan nya gitu."
" Kan biar unik."
" Nggak.. nggak aku nggak setuju.. coba kamu fikir saat nanti kita punya anak otomatis dia juga akan ikut ikutan panggil nama kita.. kamu mau nggak." Faozan berkata sambil menatap wajah Dara dengan tersenyum lembut.
" Benar juga ya." kata Dara sambil mengangguk anggukan kepala nya.. " Lalu apa donk??"
" Ya udah ah biarin aja panggilan yg sekarang."
" Baiklah." sahut Dara seada nya.. " Oh iya sayang bicara soal anak.. kamu mau nya gimana?.. fending dulu atau nggak nih??"
__ADS_1
Faozan mengernyitkan dahi nya mendengar pertanyaan Dara.
" Eem.. kalo aku sih terserah kamu aja.. tapi sekedar masukan dari ku.. akan lebih baik kalo kita fending aja.. kamu kan mau kuliah dulu." Faozan menanggapi apa ada nya.
" Kamu nggak keberatan jika kita tunda dulu." tanya Dara kemudian yg memang sudah berniat menunda untuk memiliki momongan.
" Aku nggak apa apa kok.. setelah kuliah kamu selesai baru kita fikirkan soal ini.. kita juga udah sepakat kan setelah kuliah kamu selesai kita akan kembali ke Lombok.. bukan kah akan lebih repot jika kita harus bawa anak kecil kasihan dia.. jika harus menempuh perjalanan jauh." jelas Faozan lagi.
" Iya iya." sahut Dara.. " Lalu apakah kamu juga mau kalo kita melakukan hubungan suami istri setelah kuliah ku selesai saja." Dara sengaja menggoda Faozan.
Faozan langsung melotot mendengar nya.. Dara hanya terkekeh.
" Kalo yg ini aku nggak setuju.". tegas Faozan.
" Sayang.. kan kita bisa menggunakan alat pencegah kehamilan." Faozan berkata terus terang.
" Eh.. kamu tau dari mana tentang itu.. apa jangan jangan kamu..." Dara ingin menggoda Faozan lebih jauh lagi.
" Apa sich.. jangan berfikir yg nggak nggak.". tegas nya.
" Iya iya.. becanda doank Gedok." Sahut Dara kemudian karna ia melihat reaksi Faozan yg mulai serius.
__ADS_1
" Iih kamu.. Dasar nakal." Faozan mencubit lembut pipi Dara.
" Iiih sakit tau." kata Dara mulai cemberut.
" Atit ya.. maaf ya istri ku tersayang habis nya kamu gemesin sich.. kayak hello kitty." Kata Faozan sedikit manja.
Dara sudah tak mendengar perkataan Dara tadi.. karna ia mulai terlelap.. sebab ia memang cape dan juga ngantuk.
Karna tak mendengar sahutan dari Dara.. Faozan mencoba untuk memanggil nya.. sebab Faozan tak melihat Dara karna Dara menyenderkan kepala nya di pundak Faozan.
" Sayang." panggil Faozan sambil menoleh untuk menatap Dara.
Faozan hanya mengambil nafas dalam.. melihat Dara telah terlelap.
" Malam pertama apaan ini.. masa aku di tinggal tidur." keluh nya.. namun setelah itu ia tersenyum.
Dengan pelan Faozan membaringkan tubuh Dara..Setelah itu dia juga berbaring di sisi Dara sambil memeluk nya.. lalu menutupi tubuh mereka dengan selimut.
Sesaat sebelum memejam kan mata nya.. Faozan sempat mengecup kening & juga bibir Dara.
" Night Sayang." Tutur nya.
__ADS_1
Setelah itu Faozan mematikan lampu dan menyusul Dara ke alam mimpi.
Malam pertama Dara & Faozan mereka lewati dengan tertidur lantaran kelelahan.