
“ Ra kamu kenapa kok seperti nya kamu habis menangis?.” tanya Dessy teman Dara yg menyadari raut wajah Dara yg begitu kusut dan mata nya yg sembab.
“ Nggak apa apa kok Dess.” sahut Dara menutupi nya dengan tersenyum paksa.
“ Zan ada masalah apa kok Ibu dengar seperti nya tadi kalian habis bertengkar.” tanya Ibu nya Dara pada Faozan.
Kali itu Dara tak bisa berpura pura lagi.. tanpa berfikir panjang dia langsung memeluk ibu nya... dan langsung menangis.
Ibu nya Dara hanya menahan tawa nya.. begitu juga dengan teman teman Dara yg lain.
“ Surprice.” Faozan berkata sambil memperlihat kan sebuah tart yg bertuliskan.
Happy Aniversarry
Sontak perkataan Faozan membuat Dara langsung berbalik menghadap Faozan yg saat itu berdiri di belakang nya.
“ Happy Aniversarry yg ke 1 tahun sayang.” Faozan langsung berkata dengan tersenyum sumingrah menatap Dara.
“ Happy Aniversarry untuk kalian berdua ya.. semoga kalian makin langgeng dan tetap bersama selama nya.” Kata teman teman Dara.
Dara masih terdiam dan menangis.. disatu sisi ia bahagia karna orang orang terdekat nya mengingat hari jadi pernikahan dia dan Faozan.. bahkan saat dia sendiri lupa hari itu.
Namun dia juga masih sedih karna pengkhianatan Faozan.
“ Ra.. kok kamu malah nangis sich.. kami udah siapin kejutan buat kamu.. tapi kamu sama sekali nggak bahagia... ada apa ini?.” Goda Dessy.
Dara masih terdiam dan makin menangis.
Faozan menghampiri Dara dengan pelan.. kemudian mengulurkan tangan nya pada Dessy sebagai isyarat dia ingin meminjam ponsel Dessy.
Dessy pun mengerti itu.. dia pun segera meminjamkan ponsel nya pada Faozan.. karna itu memang telah rencana mereka semua.. untuk memberi kejutan pada Dara.
“ Dess.. Dia masih marah gara gara ini.” Faozan berkata sambil membuka wa Dessy dan di perlihat kan nya pada semua orang termasuk Dara.
__ADS_1
Dara hanya membelalakan mata nya saat dia melihat chatt yg tadi dia baca adalah chatt yg di kirim dari ponsel Dessy.
Bergantian Dara menatap Dessy & Faozan.. ia ingin meminta penjelasan kedua nya.
Faozan & Dessy pun mengerti maksud Dara.
“ Kamu aja dech Zan yg jelasin.. ini kan rencana mu.” tutur Dessy.
Faozan hanya tersenyum.
Kemudian dengan tenang dia mulai berkata.
“ Maaf ya sayang.. kalo cara ku ini telah membuat mu terluka... tapi perlu kamu tahu nggak akan ada wanita lain dalam hidup ku.. jadi jangan kan untuk mengkhianati mu.. berfikir untuk berpaling dari mu pun tak pernah ku lakukan.. karna aku tau jika aku menyakiti ataupun melukai mu.. itu sama saja artinya dengan aku menyakiti diri ku sendiri.. dengan kata lain yg lebih jelas lagi.. semua chatt yg kamu baca tadi adalah chatt dari Dessy.. itu adalah no wa baru Dessy yg tadi siang baru ganti.. hanya untuk mengerjai mu.. sebab kami semua ingat kalo hari ini adalah hari Ultah pernikahan kita.” jelas Faozan penuh pengertian.
Dara makin mewek di buat nya.. bahkan dengan memanyunkan bibir nya persisi seorang anak kecil yg menangis dia memeluk Faozan.
“ Kamu jahat.” kata Dara dengan suara serak karna habis menangis.. namun juga terdengar manja.
“ Maaf.” sahut Faozan sambil tertawa dan mengusap ngusap rambut sang istri.
“ Jadi semua itu hanya lah permainan kalian?.. kamu nggak ada hubungan apapun dengan wanita lain kan?.” tanya Dara meminta kepastian.
“ Demi Allah sayang.. nggak ada wanita lain selain kamu.. yg chatt itu adalah Dessy itupun karna kesepakatan kami.. kami mau mengerjai mu.” jawab Faozan dengan lebih meyakinkan lagi.
“ Iya Ra.. kalo kamu masih nggak percaya kamu coba telpon aja no yg tadi chatt Faozan.” Sambung Cintya.
“ Betul tuh.” tambah Ibu nya.
Faozan pun memberikan ponsel nya pada Dara.
Agar lebih yakin lagi.. Dara pun menghubungi no tersebut dan benar saja ponsel Dessy yg berdering.
Dara pun mulai tersenyum lega.. bahkan dia berusaha menyembunyikan tawa nya.
__ADS_1
“ Puas.” tanya Faozan.
“ Kalian kelewatan ya.” tutur Dara kemudian.
“ Ahaha.. maaf ya Ra.. ini ide suami mu.” sahut Dessy.
Dara langsung menatap tajam Faozan.
Faozan tampak tertawa kemenangan.
“ Senang ya.” Dara berkata pada Faozan.
“ Banget.. karna dari sini aku tuh tau kalo kamu itu ternyata sayang banget ama aku.” Goda Faozan.
“ Auuu aaah.. suka suka kamu.” sahut Dara pura pura cemberut.
“ Maafin aku ya istri ku yg cantik.. yg baik.. yg manis.. yg tersayang.. yg paling gedok.” kata Faozan lembut dan penuh kasih sayang.
Yg sontak membuat Dara tertawa adalah kata yg paling Gedok itu.
“ Baiklah aku maafin.. tapi jangan ngerjain yg kelewatan lagi ya.” tutur Dara kemudian.
“ Ahhhsiiiaapp yg mulia Ratu.” jawab semua orang.
Dara mulai tertawa.
“ Ya udah ayo kita potong kue nya.” Faozan berkata kemudian.
Acara tiup lilin dan potong kue pun di lakukan.. sungguh Dara merasa lega.. karna ternyata semua itu hanyalah sandiwara mereka untuk mengerjai Dara
Termasuk kata kata Ibu nya yg mengatakan bahwa Faozan sering keluar malam saat dia nggak ada.. itu hanyalah permintaan Faozan.
Inti nya semua orang andil dan ikut dalam permainan dalam mengerjai Dara.
__ADS_1
Akhir nya mereka merayakan hari jadi pernikahan Dara & Faozan dengan perasaan yg bahagia.
Yg paling bahagia adalah Dara.. karna setelah di kerjain habis habisan dia di beri kejutan yg sangat luar biasa.