Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Hari Pertama di Lombok.


__ADS_3

Suara adzan subuh berkumandang.. terdengar sayup sayup di telinga Dara.


Dengan pelan Dara mulai membuka mata nya.


Dia melihat ke samping kanan nya.. dilihat nya sang suami masih tertidur lelap.


Dara tersenyum.. sebenar nya ia begitu malas buat bangun.. tapi dia ingat akan kewajiban pada Sang Khalik.


Karna itulah Dara mulai membangunkan Faozan.


" Sayang bangun." sambil berkata Dara menepuk nepuk pelan tubuh Faozan.


Tapi Faozan tak bergeming.. ia masih sibuk di alam mimpi nya.


Maka sekali lagi Dara mencoba untuk membangunkan sang suami.


" Gedok bangun." tutur Dara kali itu ia bicara di sisi telinga Faozan.


Faozan mulai mengeliat dan perlahan membuka mata nya.


" Ada apa sih sayang." Faozan mulai bicara sambil menatap Dara dengan tersenyum lembut.


" Waktu nya shalat subuh.. ayo bangun.. aku nggak berani buat ke kamar mandi sendrian."' tutur Dara seada nya.


" Ahaha... baru kali ini aku lihat seorang Dara yg tak berani untuk kekamar mandi sendiri." Goda Faozan.


" Aku bukan nya tak berani lantaran takut ya Gedok.. aku hanya takut ada ular misal nya karna tempat nya sangat gelap.. agak jauh lagi keluar sana."


" Alaah jangan alasan.. bilang aja kalo kamu takut." Goda Faozan lagi.


" Iiih.. kamu mah nggak percaya amat." Dara mulai sedikit kesal..


" Ya udah kamu mau menemani ku atau nggak nih??." Tandas Dara.


" Iya iya." Faozan pun langsung bangun.. Dan menemani sang istri untuk kekamar mandi.


Setelah Dara mandi dan mengambil air wudhu.. Dara pun masuk.. gantian Faozan yg mandi n berwudhu.


Setelah itu mereka shalat subuh berjamaah.


Selesai shalat subuh Dara berniat untuk membuat sarapan.. namun sayang sekali hanya ada beras saja yg di dapur.


Maka setelah masak nasi di rice cooker ia kembali ke kamar.


Tiba di kamar dilihat nya Faozan masih berbaring dengan main ponsel nya.


Dara duduk di sebelah Faozan.


Faozan yg menyadari Dara ada disana langsung meletakan ponsel nya.


Untuk kemudian menyusul duduk di sebelah Dara.


" Kamu dari mana?." Tanya Faozan.


" Dari dapur.. tadi nya aku mau membuat sarapan.. tapi nggak ada apapun disana hanya ada beras doank.. jadi ya udah aku masak nasi aja." jawab Dara seada nya.


" Beginilah kehidupan kami.. karna memang jarang masak lauk." sahut Faozan.


" Disini ada warung yg jualan sayuran atau lauk pauk nggak?." Dara mulai bertanya.


" Ada kok tak jauh dari sini.. tapi kalo jam segini belum buka." jawab Faozan.


" Kamu udah lapar tah?." tanya Faozan lagi.


" Belum sich.. tapi takut nya kakek mau kerja dan sarapan." jawab Dara.


" Kamu tenang aja.. aku yakin kok kalo hari ini kakek nggak akan kerja.. kalo pun dia kerja dia udah biasa kerja tanpa sarapan.. sama seperti ku dulu." tutur Faozan sambil meyakin kan Dara.


" Kok dulu." Dara berkata bingung.


" Iya karna sekarang setelah aku tinggal bersama keluarga mu aku justru tak izinkan pergi tanpa sarapan.. dan aku pun mulai terbiasa dengan itu.. khusus nya kamu..."

__ADS_1


" Aku kenapa?." Dara langsing menyela.


" Iya kamu selalu marah kalo aku nggak mau sarapan.. apa lagi sampe telat makan.. huuuhh bisa bisa ngomel nya sampe seharian nggak selesai...."


" Kamu keberatan akan hal itu." Dara menyela lagi.


" Sama sekali nggak.. karna disana aku tahu.. kalo istri ku benar benar peduli pada ku.. makasig ya sayang." usai berkata Faozan mengecup kening Dara.


Dara hanya tersenyum.


" Oh iya sayang.. gimana udara disini menurut mu?." Faozan mulai bertanya lagi.


" Sangat dingin ya.. aku tadi bahkan cuma mandi sebentar saja nggak tahan terlalu lama." Jawab Dara apa ada nya.


" Owah.. butuh kehangatan nggak?." Tanya Faozan dengan tersenyum jahil... sambil memeluk tubuh Dara dari belakang.


" Eem." Dara berkata sambil berfikir.


" Eem.. nggak ah.. udah mau pagi.. tugas ku di rumah ini masih banyak." sahut nya tertawa.


" Lalu apakah bersama suami mu bukan salah satu tugas mu?."


" Bukan." jawab Dara tegas.


" Tugas lah sayang."


" Bukan Gedok.. bersama suami itu bukan tugas.. tapi kewajiban." sahut Dara tersenyum.


" Kalo gitu jalankan kewajiban mu." sambil berkata Faozan mulai menciumi belakang leher Dara.


Dara mulai berbalik dan akhir nya mereka berdua mulai bercinta.


Setelah istirahat sebentar karna merasa sedikit lelah habis olah raga pagi.. Dara kembali mengguyur tubuh nya dengan air.. alias mandi.


Usai mandi.. dilihat nya sang kakek telah bangun.


" Kakek udah bangun." Sapa Dara.


" Oh iya bagaimana hari pertama mu disini apa kah kamu merasa nyaman?." tanya sang kakek kemudian.


" Iya kek.. nyaman banget malahan." sahut Dara.


" Ngomong ngomong kakek mau kopi nggak nih?." tanya Dara.. karna ia lihat tadi kalo untuk membuat kopi bahan bahan masih ada.


" Boleh kalo kamu nggak sibuk." sahut kakek nya.


" Ayolah kakek.. Dara nggak ada kerjaan gini mau sibuk karna apa." tutur Dara apa ada nya.


" Ya udah Dara bikinin kopi dulu ya kek." usai berkata Dara beranjak kedapur dan membuat kopi buat sang kakek.


10 menit kemudian


Dara telah selesai membuat kopi.. dan memberikan nya pada sang kakek.


Karna hari sudah pagi dan sinar matahari pagi sudah mulai muncul.. Dara melangkahkan kaki nya ke teras depan rumah.


Di lihat nya Faozan telah duduk disana.


" Loh kapan kamu kemari?." tanya Dara yg tak menyadari bahwa Faozan telah keluar dari kamar nya.


" Dari tadi sayang.. saat kamu lagi bikin kopi buat kakek." jawab Faozan apa ada nya.


" Oh." sahut Dara singkat.


Lalu ia pun duduk di kursi yg ada di samping Faozan.


" Cuma Oh doank." tutur Faozan.


Dara menoleh sejenak.. ia tak tahu kenapa Faozan berkata demikian.


" Lah emang nya ada yg salah." akhir nya Dara bertanya terus terang.

__ADS_1


" Kamu nggak nawarin aku kopi.. masa cuma kakek aja yg di bikinkan kopi aku nggak nih." keluh Faozan.


" Hey Tuan.. kamu belum boleh minum kopi.. ntar kalo kamu udah minum kopi duluan yg ada kamu nggak mau sarapan."


" Iya baiklah Bu Dokter." sahut Faozan dengan tertawa pelan.


Dara juga hanya tertawa mendengar nya.


" Kalo kamu mau belanja sayur tuh kayak nya kalo udah jama segini warung nya pasti udah buka." tutur Faozan kemudian.


" Eem gitu.. tapi aku mau belanja sama siapa?.. gimana kalo aku nyasar."


Faozan langsung tertawa mendengar nya.


" Aku juga nggak tau di arah mana warung nya." keluh Dara lagi.


" Ya udah ayo aku temani."


" Nggak ah.. masa ke warung aja harus berduaan." Dara menolak tegas.


" Ya udah kalo kamu nggak enak di lihatin para tetangga kamu minta temani Ella saja." Tutur Faozan.


" Oke.. itu baru ide bagus." Dara menyetujui nya.


Faozan memanggil Ella.


Tak lama setelah itu Ella keluar.


Dan dia sangat terkejut melihat ada Dara disana.


Sebab semalam Ella memang tak sempat bertemu Dara lantaran dia sudah tidur.


" Kak Evita." Dia memanggil Dara dengan nama Evita... Evita itu adalah salah satu mantan pacar nya Faozan.


Dulu saat mereka masih pacaran Evita sering main kesana.. untuk memasak dan kadang main dan memandikan Ella.


Hingga bagi Ella siapapun wanita yg bersama Faozan nama nya Evita.


Faozan dengan seketika langsung menatap Dara.. takut Dara kecewa atau marah.


" Kamu jangan salah paham dengan perkataan Ella ya.. kan aku udah pernah cerita ama kamu Ella kenal nya pacar aku cuma Evita." Faozan mencoba memberi penjelasan pada Dara.


Dara tersenyum.


" Iya nggak apa apa kok selow aja.. aku masih ingat cerita kamu tentang Evita dan juga Ella.. jadi aku ngerti." sahut Dara seada nya.


" Syukurlah." sahut Faozan lega.


Dara menatap Ella dengan bertumpu pada lutut nya untuk mensejajarkan tubuh nya dengan Ella.


" Kamu Ella kan?." Tanya Dara.. Untung Ella bisa berbahasa indonesia.. meski dia masih berumur 6 tahun.


" Iya kak Evita." jawab nya polos.


" Ella.. kakak bukan Evita.. Nama kakak Dara." Dara menjelaskan dengan pelan.


" Dara.. kakak pacar nya kak Ozan kah?." Tanya Ella.


" Bukan." Sahut Dara.


" Cuma teman nya?." Tanya Ella terlihat kecewa.


" Bukan juga." sahut Dara tersenyum.


" Teman bukan.. Pacar bukan.. terus kak Dara siapa?." Tanya Ella mulai bingung.


" Kakak Istri nya Kak Ozan.. yg artinya kakak nya Ella juga." Dara bicara dengan sangat lembut.


Mendengar perkataan Dara.. Ella langsung tertawa bahagia.


" Hore.. Hore.. Hore.. aku punya kakak baru.. Cantik lagi." Kata Ella dengan melompat lompat kecil.

__ADS_1


Dara & Faozan saling menatap dengan tersenyum.


__ADS_2