
Sebulan kemudian.
Seperti biasa nya hari ini juga Faozan mengantar Dara ke kampus.
“ Sayang.. apa Andrian masih sering mengganggu mu?.” tanya Faozan saat Dara baru saja turun dari motor nya dan berniat untuk memasuki gerbang kampus.
“ Nggak.. jangan kan mau mengganggu.. dia langsung menghindar jika bertemu dengan ku.” sahut Dara seada nya.
Memang itulah yg terjadi.. sudah sebulan ini Andrian selalu menghindar jika bertemu dengan Dara.
“ Oh baguslah.” sahut Faozan lega.
“ Iya.. kamu tenang saja ya sayang.. aku rasa Iyan telah menyadari jika aku ini sudah punya suami.. itulah mengapa dia berusaha untuk melupakan aku.. dan itu benar benar membuat ku lega.” jawab Dara.
Faozan mengangguk.
“ Ya udah aku masuk dulu ya.. kamu juga hati" pulang nya.” pesan Dara.
“ Iya sayang.” sambil mengecup kening Dara.
Dara tersenyum..
Faozan langsung menjalankan motor nya untuk kembali kerumah.
Dara berjalan memasuki gerbang kampus dan menuju ke kelas nya..
Entah mengapa ada perasaan tak enak dalam hati nya.
“Ya Allah kenapa perasaan ku benar benar tak enak.. aku harap tak ada hal buruk yg terjadi pada suamiku.” Dara bergumam dalam hati.. sambil terus melangkahkan kaki nya menuju kelas.
Di kelas Dara telah di tunggu oleh teman nya yg bernama Rasti itu.
“ Hy Ras.” Dara langsung menyapa teman nya.
“ Ra.. siapa lelaki yg selalu mengantar jemput mu itu?.” Baru kali ini Rasti berani untuk bertanya secara langsung.
“ Apa dia itu pacar mu?.” lanjut Rasti.
Dara menatap Rasti dengan tatapan tajam.
“ Lebih dari itu.” sahut Dara kemudian.
“ Lebih dari pacar maksud mu?.” Rasti memastikan.
Dara hanya mengangguk.
“ Lalu tunangan mu begitu?.” Rasti bertanya lagi.
“ Lebih lagi.” jawab Dara.
“ Aaaaah.. yg benar kamu Ra.. kalo dia itu suami mu.” Rasti berkata kaget.
“ Iya itulah kenyataan nya.. kenapa emang kamu nggak mau temanan ama seorang wanita yg telah menikah?.” tanya Dara tegas.
“Iih bukan itu maksud ku Ra.. aku nggak masalah dengan status mu.. hanya saja jika kamu sudah punya suami.. terus si Iyan gimana?.. bukan kah kalian pacaran?.” jelas Rasti lagi.
“ Ras.. aku sudah berkata yg sebenar nya pada Iyan jika aku telah menikah.. aku juga hanya terima dia di depan teman teman saja.. namun saat kalian sudah pergi aku berkata jujur pada Iyan.. mengenai status ku.” sahut Dara apa ada nya.
“ Oh.” jawab Rasti kaget.. karna ia baru tahu mengenai itu.
“ Jujur aku bangga sama kamu Ra.. kamu masih mikirin perasaan Andrian padahal kamu sudah punya suami.. tapi tetap kamu menjaga image Andrian di muka umum.. sungguh kalo saja aku yg ada di posisi mu belum tentu aku bisa berbuat demikian.” sambung Rasti memuji.
“ Kamu terlalu berlebihan Ras.. sudah seharus nya aku menjaga image Andrian kan dia teman kita juga.” sahut Dara datar.
Rasti hanya mengangguk kan kepala nya.
Ada rasa senang dalam hati nya saat tahu Dara telah menikah dan menolak Andrian... sebab itu artinya masih banyak peluang untuk nya mendapatkan Andrian.
Jam istirahat telah tiba.. Rasti mengajak Dara ke kantin untuk makan.. Dara pun setuju.
__ADS_1
Namun saat baru saja duduk di kursi kantin dan Rasti baru saja selesai memesan makanan.. Dara pamit pada Rasti untuk ke toilet.
“ Ras.. aku ke toilet bentar ya.” pamit Dara.
“ Oke.. mau aku temanin nggak Ra?.” tanya Rasti.
“ Nggak usah lah Ras.. kamu tungguin aja pesanan kita.”
Rasti mengangguk.. Dara pun bergerak menuju toilet.
Setelah selesai Dara pun bergegas untuk kembali ke kantin.
Tapi saat dia keluar dari toilet.. Dara begitu terkejut mendapati seorang pria tengah berdiri didepan pintu toilet itu.
Namun Dara memilih seolah tak melihat siapa yg ada di hadapan nya.. dan terus berjalan untuk menemui teman nya di kantin kampus.
Tetapi baru dua langkah saja Dara melangkah kan kaki.. pria tersebut menarik tangan nya dengan kuat.. hingga langkah kaki Dara pun terhenti.
“ Kok buru buru banget sich beib.” Tutur lelaki itu.
“ Lepasin tangan ku.. dan iya aku tegaskan sekali lagi sama kamu.. aku bukan pacar mu jadi jangan panggil aku dengan kata beib atau buub apapun itu.. aku nggak suka.” tegas Dara sambil menatap tajam lelaki itu.. yg tak lain dari Andrian.
“ Kamu tau nggak beib... saat kamu marah begini.. kamu makin cantik.. aku jadi makin sayang ama kamu.” Andrian berkata sambil mengedipkan mata nya genit.
Yg membuat Dara makin jengkel dibuat nya.
Dara mendengus kesal.
“ Oh iya beib.. aku cuma mau ngasih ini ke kamu.” sambung Andrian.
Sambil berkata dia mengulurkan sebuah kartu undangan.
Tapi Dara tak menerima nya... dan tetap cuex.
Melihat tingkah Dara.. Andrian tersenyum sinis.
“ Mau nggak mau.. suka nggak suka kamu harus datang di pesta Ultah ku.” kata Andrian yg membuat Dara benar benar kesal.
“ Aku nggak akan maksa kamu beib.. tapi iya tunggu sebentar aku ada kejutan buat kamu.” tutur Andrian tertawa mengejek.
Dara memutar bola mata nya jengah.. dan berusaha untuk pergi dari tempat itu.
Namun sayang sekali Andrian tak melepaskan genggaman tangan nya.
Meski sudah sekuat tenaga Dara mencoba tetap saja tenaga nya tak sebanding dengan Andrian.
Jadi selain mendengarkan... Dara tak punya pilihan.
Andrian mengeluarkan ponsel nya.. dan terlihat menelpon seseorang.
Andrian melakukan panggilan Video dengan seseorang.
“ Hallo.. gimana apa sudah beres?.” tanya Andrian.
Dara hanya menatap kesal melihat tingkah Andrian.
“ Sudah boss.” terdengar suara sangar seorang pria di sebrang sana.. tampak nya Andrian sengaja memasang pengeras suara.
“ Baik lah.” sahut Andrian.
“ Beib kamu lihat ini kejutan buat kamu.” sambil berkata Andrian mendekati Dara.. dan memperlihatkan layar ponsel nya.
“ Apa apaan ini Iyan.” bentak Dara makin kesal.
“ Tenang beib tenang... kamu jangan panik gitu donk.. aku nggak suka liat nya.” ejek Andrian.
“ Kamu lihatkan pria yg ada di belakang suami mu itu... dia adalah orang suruhan ku.. dia salah satu pembunuh bayaran.. aku bisa langsung bilang saat ini juga pada nya untuk menghabisi suami mu itu kalo kamu mau.” kata nya tertawa bahagia.
Yg membuat Dara makin panik.. sebab Dara hafal betul bagaimana sikap kejam keluarga Andrian.
__ADS_1
Ayah nya Andrian seorang preman besar.. tentu saja tak sulit bagi nya untuk menghabis nyawa seseorang.
Keluar masuk penjara sudah menjadi hobby nya.
“ Kamu gila Iyan.. jika sedikit saja kamu melukai nya maka aku nggak akan mengampuni mu.” bentak Dara.
“ Ckckck.. sungguh istri yg sangat menyayangi suami nya.. dan aku nggak suka ini.. karna hati sakit melihat nya.” Andrian menggeleng gelengkan kepala nya dan berdecak decak.
“ Apa mau mu setan.” Akhir nya perkataan kasar pun keluar dari mulut Dara.
“ Mau ku gampang kok beib.” sambil berniat menyentuh pipi Dara.. Namun Dara langsung membuang wajah nya.
“ Jangan kurang ajar ya.” sentak Dara.
“Ayo katakan apa mau mu?.” teriak Dara lagi.
“ Ahahaha.” Andrian tertawa puas.
“ Aku hanya ingin merenggut nyawa suami mu itu beib.”
“ Cukup Iyan.. jangan bikin aku makin marah.. atau kamu akan terima akibat nya.” Dara makin marah di buat nya.
“ Oke.. oke.. rilexs beib.. nggak baik marah marah ntar cepat tua loh.” kata nya tanpa beban.
Dara hanya menatap tajam Andrian dengan kemarahan yg luar biasa.
Rasa ingin sekali ia menghajar pria yg kini ada di hadapan nya.
Namun apalah daya.. kekuatan nya tak sebanding dengan Andrian.
“ Gini beib.. aku hanya ingin saat Ultah ku nanti kamu datang bersama ku sebagai pacar ku.. hanya itu saja.”
“ Kamu benar benar gila Iyan.” sindir Dara.
“ Iya aku memang gila karna mu.” jawab nya enteng.
“ Sekarang kamu putuskan lah.. kamu akan menuruti ku atau mau melihat kematian suami mu itu?.” Ancam nya.
“ Aku nggak mau dua dua nya.” tegas Dara
“Pilih satu lah beib.”
“Nggak sudi aku jadi pacar mu.. meski dalam mimpi atau hanya pura pura saja.” ketus Dara.
“ Kamu fikir aku main main.” tegas Andrian yg merasa terhina.
“ Aku bisa bilang pada anak buah ku sekarang juga untuk menghabisi suami mu itu.. aku saat ini dia sedang menunggu adik mu pulang sekolah.”
“ Omong kosong.”
Mendengar kata kata Dara yg seolah tak mempercayai ucapan nya..Andrian memperlihatkan lagi layar ponsel nya.
Dan benar saja panggilan Video dengan seorang pria masih terhubung.
Terlihat jelas.. pria yg di Video itu sedang berdiri tak jauh dari Faozan yg tengah duduk di sepeda motor nya sambil menunggu adik nya Dara keluar dari sekolah nya.
“ Kamu benar benar bukan manusia Iyan.. kamu nggak lebih dari seorang iblis.” Dara berkata kesal.. tapi air mata mulai mengalir di pipi nya.
“ Terserah saja kamu mau berfikir apa tentang ku.. yg jelas aku nggak main main dengan ucapan ku.. jadi akan lebih baik jika kamu menuruti perintahku.. atau nyawa suami mu yg jadi taruhan nya.” Ancam nya lagi.
“ Upz salah.. bukan cuma suami mu.. tapi adik mu juga ada disana kan.. lebih baik kalo kedua nya aku habisi.” lanjut Andrian lagi.
Dara makin panik dan khawatir dibuat nya.
Hingga ia tak mampu berkata apapun lagi.
“ Jadi gimana beib?.. apa kah kamu siap menjadi pacar ku?.” Tanya Andrian dengan tenang nya.
Apakah keputusan Dara??..
__ADS_1
Akankah dia menuruti permintaan konyol Andrian.. atau membiarkan suami dan adik nya dalam bahaya..