Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Idul Fitri 2.


__ADS_3

Hari itu Dara hanya pergi bersama kedua orang tua nya untuk mengenjungi nenek nya, dia pun sudah memberitau Faozan kalau hari ini dia hanya akan ke tempat keluarga nya.


Faozan juga demikian kata nya ia hanya akan pergi ke tempat keluarga nya.


Jadi hari itu karna sibuk mengunjungi rumah keluarga nya, Dara tak sempat melihat ponsel nya, saat ia ada waktu senggang setelah makan siang barulah ia memeriksa ponsel nya yg ternyata sama sekali nggak ada sinyal.


" Huuuuh, kalau nggak ada sinyal gini, gimana aku mau hubungi Faozan, ia pasti bingung karna aku belum ngasih kabar, padahal tadi ia sudah bilang untuk memberi kabar, kalau sudah tiba di rumah nenek." Dara mengeluh sendiri.


Belum 5 menit Dara mengeluh, ponsel nya berdering dan tentu saja itu dari Faozan.


Tanpa buang² waktu Dara langsung menjawab nya, tapi ia tak langsung bicara, ia menunggu Faozan yg bicara duluan.


Faozan.


" Hallo Asalamualaikum."


Dara.


" Waalaikum sallam."


Faozan.


" Lagi ngapain?."


Dara.


" Dumika." Jawab nya tersenyum.


Faozan.


" Alaaah boong mah buktinya dari tadi aku tungguin telpon nggak ada telpon."


Dara.


" Sayang disini susah sinyal, ini aja untung ada."


Faozan.


" Oh begitu, kirain sibuk ama pacar kamu."


Dara.


" Pacar aku kan kamu, nah sementara kamu jauh, jadi gimana aku akan sibuk ama pacar ku, lagian aku kan udah bilang hari ini aku hanya pergi ke rumah saudara, masa iya pacaran ama saudara."


Faozan.


" Ehehe, iya juga sich.." ia mulai tertawa pelan.. " oh iya kamu udah makan?."


Dara.


" Alhamdullilah ini baru selsesai makan, kamu sendiri gimana?."

__ADS_1


Faozan.


" Udah juga."


Dara.


" Makan ama apa?."


Faozan.


" Makan ketupat ama opor."


Dara.


" Eh bukan kah kamu nggak makin daging, lalu opor apa yg kamu makan?."


Faozan.


" Telur ama tahu... ehehehe."


Dara.


" Siapa yg masakin setau aku semalam kakek kamu masak daging dech."


Faozan.


" Kak Vina tadi pagi² sekali dateng eh dia masakin aku opor telur ama tahu, ternyata dia sayang juga ama aku."


Dara.


Faozan.


" Iya juga sich, tapi kalau inget dia sering marah² kayak dia nggak ada peduli nya sama sekali ama adek."


Dara.


" Kamu tuh salah, dia marah karna dia sayang, btw kamu udah telpon ibu kamu, ucapin selamat hari raya, atu minta maaf ama dia?."


Faozan.


" Belum, emang harus ya, sementara ia sendiri tak peduli pada kami anak² nya."


Dara.


" Seperti apapun sikap dia, tapi dia itu ibu kamu, jadi belajarlah untuk selalu menghormati nya, emang nya kamu mau nanti saat kamu punya anak terus anak kamu nggak pernah peduli ama kamu."


Faozan.


" Nggak lah." jawab nya tegas.


Dara.

__ADS_1


" Nah kalau gitu kamu telpon ibu kamu, minta maaf, se nggak nya kabarin dia lah."


Faozan.


" Iya iya, aku akan telpon Ibu nanti, kalau saat ini kan aku masih telpon kamu."


Dara.


" Janji ya benaran telpon jangan iya iya doank."


Faozan.


" Iya sayang, apa perlu nanti aku konfirmasikan ama kamu saat aku bicara ama Ibu." tandas nya.


Dara.


" Nggak, nggak perlu, toh aku juga nggak akan ngerti kalian bicara apa, karna kalian pasti bicara bahasa daerah kalian kan."


Faozan.


" Iya, dan kamu sendiri gimana udah minta maaf belum ama ibu kamu, kan kamu sering membantah saat ibu kamu nasehatin."


Dara.


" Eheehe.. kalau aku mah udah no satu ke Ibu, lalu Ayah, Kakak, dan juga nenek."


Faozan.


" Ini nich yg bikin aku nggak bisa lepas dari mu, kamu itu nggak ada dua nya."


Dara


" Udah ah, jangan gombal mulu, sana telpon Ibu mu."


Faozan.


" Iya, aku telpon ibu dulu ya sayang, makasih udah ngingetin aku."


Dara.


" Macama cayang, jangan lupa salam buat Ibu mertua aku ya.." Dara berkata dengan manja.


Faozan langsung tertawa lepas mendengar nya, untuk beberapa saat kemudian barulah ia mengakhiri pembicaraan dan menutup telpon nya.


Sore hari Dara baru sampe rumah dan ponsel nya lagi² berdering sama seperti sebelum nya Dara langsung menjawab nya sebab itu dari orang yg special bagi nya, siapa lagi kalau bukan Faozan febrian.


Tapi pembicaraan mereka saat itu sama sekali tidak asyik, karna mereka malah berantem, semua nya karna Faozan berfikir Dara sengaja tak mengaktifkan ponsel nya lantaran nggakau di ganggu, fikir nya Dara sibuk ama cowok lain.


Padahal itu tidak benar ponsel Dara nggak bisa di hubungi karna faktor sinyal yg nggak ada.


Setelah sempat bertengkar mulut beberapa saat akhir nya Dara berhasil meyakin kan Faozan dan membuat Faozan percaya kata² nya.

__ADS_1


" Dia benar² aneh baru saja tadi pagi minta maaf eh udah ngajak berantem aja, dasar payah, lebaran gini malah ngajak ribut orang² mah pada seneng²."


Dara berkata sendiri setelah menyudahi pembicaraan dengan Faozan tadi, dan syukurlah sekarang udah kembali baik.


__ADS_2