
Tiba di RS sakit Dara disambut oleh perdebatan para Dokter lain.
Saat itu Dr.Nadia & Dr.Ramon yg tengah berdebat.
“Tapi kasihan pada pasien tersebut kalo kita tak merawat nya.” kata Dr.Nadia.
“Tapi ini RS Dr.Nadia bukan yayasan sosial.” sahut Dr.Ramon.
“Ada apa?.” Dara menyela berdebatan mereka.
“Begini Dokter.. ada pasien tabrak lari keadaan nya sangat parah... Saya ingin segera menangani nya.. Namun pihak RS tak bisa menghubungi keluarga nya jadi ada kemungkinan pasien tak akan bisa membayar biaya nya.. karna itulah Dr.Ramon tak mengizinkan.” jelas Dr. Nadia.
“Berikan perawatan sebaik mungkin untuk pasien.. itu adalah kebijakan RS.. Masalah biaya biar nanti Saya yg urus.” tegas Dara.. Dr.Nadia pun langsung menangani pasien yg kecelakaan tabrak lari tersebut.
“Dr.Dara apakah anda yg akan membayar pengobatan nya?.” Tanya Dr.Ramon.
“Iya biarkan saya yg tanggung biaya pengobatan nya.. Meskipun saya tahu tanpa biaya pun Dr.Farez tak akan keberatan.” sahut Dara tegas.
Kemudian tanpa menunggu tanggapan dari Dr.Ramon.. Dara belalu pergi.
Disana Dr.Ramon berusaha memberi tahukan tindakan Dara yg menerut nya melanggar prosedur RS.. lantaran menangani pasien yg belum membayar sepeser pun biaya administrasi nya.. Padahal pasien tersebut tengah menjalani proses operasi.. Lantaran benturan di kepala nya.
Karna tadi Dr.Ramon meminta Dr.Farez datang kesana.
Dr.Farez pun datang.. barangkali saja ada keadaan yg sangat darurat hingga tak bisa di tangani oleh Dara.
Saat itu pasien tadi telah berada di ruang perawatan pasca operasi.
Begitu tiba di RS.. Dr.Farez langsung menuju ruangan Dara.. Dara tengah sibuk dengan laptop nya.
Tok.. Tok.. Tok..
Terdengar ketukan di pintu ruangan Dara.
“Masuk.” sahut Dara dari dalam sana.
Dr.Farez pun masuk... Dara langsung bangkit dari duduk nya melihat yg barusan masuk.
__ADS_1
“Dr.Farez.” Ucap Dara.
Dr.Farez pun tersenyum.
“Tumben Dokter datang kemari apa ada urusan mendadak.” kata Dara lagi.
“Saya tak di suruh duduk dulu nih.” sahut Dr.farez.
yg membuat Dara langsung tertawa.
“Ini kan ruangan Anda Dok.” sahut Dara dengan tertawa pelan.
Dr.Farez pun langsung mendudukan bokong nya di salah satu kursi yg ada di ruangan itu.
Tak lama setelah itu.. Dr.Ramon pun mengentuk pintu.. Dan langsung masuk begitu mendapat anggukan dari Dr.Farez.
Dara makin bingung saja ada apakah ini?.
“Kamu pasti bingung kan Ra.. kenapa aku & Dr.Ramon ada disini?.” tutur Dr.Farez.
Yg di tanggapan dengan anggukan oleh Dara.
“Begini Dokter.. Tadi ada seorang pasien korban tabrak lari.. kami telah mencoba untuk menghubungi pihak keluarga nya namun tak ada yg tau keberadaan keluarga pasien.. Dr.Dara bersikeras untuk tetap merawat nya padahal kita tau tak mungkin pasien bisa membayar biaya RS ini.” jelas Dr.Ramon.
Dara hanya diam.. Sedangkan Dr.Farez langsung menatap kearah Dara mendengar penjelasan Dr.Ramon.
“Apakah itu benar Dr.Dara?.” tanya Dr.Farez kemudian.
“Iya Dok.” sahut Dara apa ada nya.. dengan tenang nya.
“Saya janji jika memang pasien tersebut tak memiliki keluarga atau pun biaya RS ini maka biar kan saya yg membayar semua nya.” lanjut Dara lagi.
“Lalu Dr.Ramon apa masalah nya dengan semua ini? bukan kah itu sudah cukup jelas!.” Tegas Dr.Farez kepada Dr.Ramon.
“Saya cuma takut Dr.Dara tak menepati janji nya & itu bisa merugikan RS ini.” sahut Dr.Ramon.
“Dr.Ramon.. Saya rasa anda sudah lama bekerja disini jadi saya rasa anda pasti tau bagaimana selama ini cara kerja RS ini.. Dimana tugas kita adalah berusaha merawat & menyembuh kan orang yg sakit tak peduli kaya miskin.. laki laki atau perempuan.. anak anak atau orang tua.. semua nya sama.. & jika ada yg tak samggup membayar maka Kas RS bisa kita gunakan untuk membantu nya.. Lalu kenapa anda bermasalah dengan keputusan Dr.Dara.” tegas Dr.Farez.. panjang lebar.
__ADS_1
Yg membuat Dr.Ramon langsung mengunci mulut nya rapat rapat.. Bahkan sambil menundukan kepala nya.
“Jadi saya harap mulai hari ini & seterus nya Anda tak perlu menghubungi saya untuk urusan sepele seperti itu.. Lagi pula Saya telah menyerah kan semua urusan RS ini kepada Dara.. jadi saya harap apapun keputusan Dara Anda harus menghargai nya.. Paham!.” Tambah Dr.Farez lagi.
“Baik Dok.” sahut Dr.Ramon.
“Ya sudah anda boleh keluar.” Titah Dr.Farez.
Dr.Ramon pun berlalu dari ruangan itu.
Dara hanya tersenyum sambil menatap langkah Dr.Ramon yg perlahan mulai menghilang.
“Maaf Dok.. Gara gara saya Anda sampai harus datang kemari.” Tutur Dara kemudian.
“Bukan masalah kok Ra.. Dan iya mengenai biaya pasien yg tadi kamu bilang.. Kamu tak perlu membayar nya.. Kita ambil dari kas RS saja.” Tutur Dr.Farez tegas.
“Baiklah Dokter.. Terimakasih.” sahut Dara senang.
“Ayolah kenapa mesti berterima kasih.. Sebab itu sudah tugas kita sebagai seorang Dokter.. kita harus bisa membantu orang orang yg sakit.”
“Benar sekali Dok.. Jujur saya sangat mengagumi pemikiran Anda ini.” sahut Dara tersenyum lembut.
“Aaah.. Kamu bisa saja.” Dr.Farez terlihat malu malu karna mendapat pujian yg begitu tulus terhadap nya.
“Eem Dok.. Boleh saya tanya satu hal?.” tanya Dara kemudian.
“Silahkan.” sahut Dr.Farez.
“Tapi pertanyaan ini melenceng dari apa yg sedang kita bahas saat ini.” kata Dara ragu ragu.
“Tidak apa apa Ra.. Tanyakan saja.” sahut Dr.Farez sambil tertawa pelan.
“Kenapa Dokter begitu baik pada Saya.. padahal Dokter belum lama mengenal saya.” tanya Dara terus terang.. Dara menanyakan itu karna dia ingin tau pasti.. apakah benar dugaan Faozan bahwa Dr.Farez punya perasaan terhadap nya.
“Karna sejak pertama kali kita bertemu aku udah anggap kamu seperti adik ku sendiri.. Karna memang aku nggak punya adik perempuan.” jawab Dr.Farez menutupi kenyataan yg sebenar nya.. Tetapi dia berbohong agar Dara tak merasa resah jika tau akan perasaan nya.
Lagi pula semua perasaan nya terhadap Dara itu sudah tak penting lagi.. Sebab dia sadar Dara telah menjadi milik orang lain.. Yg terpenting bagi nya saat ini adalah berusaha untuk tetap membuat Dara bahagia.. Sebab hanya dengan melihat kebahagian Dara dia akan merasa tenang.
__ADS_1
Memang menyakitkan bagi Dr.Farez saat dia mengatakan bahwa dia hanya menganggap nya adik.. Tapi apa yg hendak di kata.. Hanya hubungan itulah yg pantas untuk mereka.
Ternyata perasaan Dr.Farez terhadap Dara benar benar tulus.. Hingga dia rela berkorban apapun demi untuk melihat Dara bahagia.. Itulah yg nama nya Cinta.. Mengandung ketulusan dan pengorbanan.. bukan yg hanya menuntut ini dan itu.