Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Cerita


__ADS_3

FLASHBACK ON.


Sebulan sebelum Faozan berangkat ke Malaysia.


Sampai terjadi pertengkaran antara Faozan & Ibu nya.


Saat itu Ibu nya Faozan sempat menitip kan uang pada Vina kakak nya Faozan.


Uang hasil nya bekerja selama di saudi... Faozan juga tau kalo Ibu nya menitipkan uang pada Vina.


Tadi nya Faozan mau memakai uang Ibu nya itu untuk membuat Pasport sebaba ia mau ke Malaysia.


Namun belum sempat hal itu di bicarakan Faozan pada Ibu nya.. Faozan telah mendapat telpon dari Vina yg sempat nangis nangis saat menelpon Faozan.


Faozan yg mendengar kakak nya menangis langsung mendatangi kakak nya kerumah nya.


Setiba nya disana Vina langsung memeluk Faozan.


Faozan hanya bingung.. ia belum tahu apa yg terjadi pada kakak nya itu.


Hingga setelah kakak nya sedikit tenang barulah Faozan bicara.


" Ada apa Kak?." Faozan langsung bertanya penasaran.


" Ibu Zan."


" Ibu kenapa?." Faozan bertanya makin bingung.


" Tadi Ibu menelpon ku dan marah marah.."


" Marah marah kenapa?." Faozan menyela tak sabar.


" Cerita nya gini.. tadi saat Ibu menelpon dia meminta uang nya.. tapi aku bilang uang nya telah terpakai oleh ku untuk membeli keperluan Adel..Dan Ibu langsung marah marah.. dia bilang aku nggak tahu malu makai uang orang tua sembarangan." Vina mulai terisak lagi.


" Lalu apa benar kak Vina memakai uang itu?." Tanya Faozan yg mulai ikut kesal mendengar cerita kakak nya.. Sebab menurut Faozan wajar jika seoerang anak memakai uang Ibu nya.


" Nggak Zan.. uang nya masih utuh.. aku hanya berbohong pada Ibu.. sebab aku paham sifat Ibu kita Zan.. dia pasti mau menggunakan uang itu untuk di kirim ke Calon suami nya itu.. aku nggak suka sikap Ibu yg seperti itu Zan.. kita anak anak nya.. kita lebih berhak dari pada laki laki itu."

__ADS_1


Sejenak Faozan hanya terdiam mendengar penuturan kakak nya tadi.


Apa yg di katakan kakak nya itu benar.. selama ini Ibu nya sudah bekerja keras tapi uang nya hanya selalu habis lantaran di berikan nya untuk pacar nya.


Dulu pun demikian.. uang hasil Ibu nya kerja keras selalu habis oleh mantan suami nya sementara suami nya yg dulu menikah lagi dengan permpuan lain.


Hingga akhir nya mereka bercerai.. Dan Ibu nya Faozan memilih menjadi TKW ke Saudi.


Setelah berfikir sejenak.. Faozan mengambil ponsel kakak nya.. dan langsung menghubungi Ibu nya.


" Hallo." Faozan langsung bicara tanpa basa basi setelah tersambung... "Kamu itu Ibu macam apa... cuma karna anak mu memakai uang mu kamu langsung marah.. sementara untuk lelaki lain kamu tak pernah perhitungan.. ingat lah sampai kapan pun kami tetap anak anak mu.. sementara pacar mu itu akan sayang pada mu hanya karna ia mengingan kan uang mu.. tapi tak masalah aku menelpon mu bukan untuk menasehati mu.. tapi aku akan mengatakan satu hal pada mu.. aku janji pada mu semampu ku.. aku akan mengembalikan uang mu yg terpakai oleh kak Vina.. dan mulai sekarang ingatlah satu hal.. jangan pernah anggap kami sebagai anak mu lagi." Kata Faozan dengan begitu kasar nya... Dia bahkan tak memanggil Ibu namun dengan sebutan kamu.


Tentu saja mendapat perkataan demikian dari Faozan Ibu nya juga kesal dan sangat marah.


" Anak kurang ajar kamu.. nggak tau di untung.. bukan terimakasih sudah di lahirkan dan di besarkan.. selama ini juga aku selalu memberi my uang tapi kamu malah bicara seperti ini..." kata Ibu nya marah.


" Maaf seperti nya kamu lupa.. bahwa selama ini yg membesar kan aku adalah kakek dan Nenek.. dan mengenai uang yg pernah kamu berikan pada kami.. sudah ku katakan tadi aku akan mengembalikan nya."


Setelah berkata demikian.. Faozan langsung memutuskan panggilan nya.. ia tak peduli apa pun respon dari Ibu nya.


Usai bicara demikian.. Faozan langsung mengembalikan ponsel kakak nya.


" Iya Zan.. dan aku menitip kan nya pada teman ku." Sahut Vina apa ada nya.


" Kakak ambilah uang itu di teman kakak.. dan aku juga akan mengambil sisa tabungan ku.. kita kembalikan saja semua uang yg pernah Ibu kasih buat kita.. kita nggak butuh uang nya kak."


Vina hanya bisa mengangguk..


Dan benar saja.. keesokan hari nya setelah mengambil uang di teman nya Vina.. dan Faozan juga mengambil sisa tabungan nya.


Uang tersebut langsung dia transfer ke Rekening Ibu nya.


Saat menerima SMS banking dari sebuah Bank.. Ibu nya Faozan sempat menitikan air mata.


Ada rasa sakit di hati nya.. saat mendapatkan perlakuan yg demikian dari anak anak nya.


Ia tak menyadari kalo diri nya lah yg salah.

__ADS_1


Benar dugaan Vina & Faozan.. Ibu nya mengirim uang itu untuk pacar nya yg ada di Lampung.. yg saat ini telah menjadi suami nya.


Sebulan setelah mengirim uang itu.. Ibu nya Faozan menikah dengan Pria yg bernama Amran Hermawan itu.


Sebulan setelah pernikahan hubungan mereka masih berjalan manis.. namun di bulan kedua.. saat Ibu nya Faozan sudah tak bekerja dan Toko muebel nya lagi sepi.


Perlakuan suami nya itu mulai berubah.. Dia kasar.. Main judi.. mabuk mabukan.. bahkan juga main perempuan.


Namun dia sudah tak berdaya.. Malu rasa nya kalo harus bercerai lagi.. hingga ia hanya bisa pasrah.


Saat itulah Ibu nya Faozan mulai menyadari kesalahan nya.


Mungkin itu adalah karma nya karna telah menelantarkan anak anak nya.


Itulah sebab nya kenapa sekarang sikap nya terhadap Faozan begitu hangat dan penuh perhatian.


Dulu Faozan pun sempat kembali membenci Ibu nya karna hal itu.


Namun saat ia menceritakan semua masalah nya pada Dara.. Dara juga memberikan nasehat pada Faozan.


Saat itu Faozan menceritakan apa yg terjadi pada dia.. kakak nya dan Ibu nya itu.


Faozan juga tak menutupi apapun yg ia katakan dan lakukan pada Ibu nya itu.


" Aku benar benar membenci Ibu." kata nya berapi api.. saat dia menceritakan itu pada Dara lewat telpon.


" Aku ngerti apa yg kamu rasain.. dalam hal ini Ibu mu memang salah.. tapi biarkan saja lah Ibu mu mau apa.. sekarang ia masih muda & masih mampu untuk berbuat apapun.. tapi jika dia sudah tak berdaya lagi.. maka percaya lah dia akan kembali pada anak anak nya." Dara mencoba menasehati Faozan.


" Justru itulah kenapa aku sangat marah dengan sikap nya." Sahut Faozan.


" Udah lah nggak baik begitu.. kamu jangan pernah masukin hati perkataan ibu mu saat ia sedang marah.. dan ingat lah.. bersama siapapun kamu nanti nya.. saat ibu mu membautuh kan mu.. jangan pernah menolak.. jika mungkin rawat lah dia saat dia sudah tua kelak." pesan Dara lagi.. Dara bicara seolah olah dia adalah orang tua Faozan.


" Kamu lah yg merawat nya.. masa aku sich." sahut Faozan seada nya.


" Loh kok aku.. kan itu ibu nya kamu." Dara menjawab dengan polos nya.


" Iya.. tapi Ibu nya aku kan nanti nya menjadi Ibu nya kamu juga.. apa kamu nggak mau ngerawat Ibu mertua mu."

__ADS_1


Dara hanya tertawa pelan mendengar nya.


FLASHBACK OFF.


__ADS_2