Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Pertengkaran kecil


__ADS_3

Butuh waktu lima jam dari bandara international Lombok ke Desa Tapak Siring Lombok tengah.


Selama dalam perjalanan karna merasa ngantuk dan sangat lelah Dara mencoba tidur.. dengan bersender di pundak Faozan.


Sementara Faozan menemani Adha dengan obrolan dan candaan mereka.


Agar Adha tidak merasa ngantuk dan bisa terus fokus menyetir.


Kurang lebih lima jam kemudian barulah mereka sampai di depan rumah Adha.


Karna Mobil tak bisa masuk sampai di depan rumah kakek nya Faozan.. hingga Adha hanya bisa mengantar nya sampai di depan rumah nya.


Karna sudah malam.. tentu saja Dara tertidur dengan lelap.


Faozan dengan pelan mulai membangunkan Dara.


" Sayang bangun.. kita udah sampai nih." Sambil berkata Faozan menepuk pelan pipi Dara.


Tapi Dara seperti tak merasakan apapun.. ia masih di alam mimpi nya.


Maka sekali lagi Faozan membangunkan dengan cara yg sama.


Namun sama seperti tadi pula.. Dara tetap tak bangun.


Rasa lelah dan dingin nya udara disana membuat Dara merasa makin malasa bangun.


Faozan menghela nafas dalam.. karna Dara tak juga bangun.


" Mungkin istri mu kelelahan maka nya dia susah bangun." Tutur Adha yg melihat hal itu.. sebab Adha masih berada di dalam mobil.


" Iya." sahut Faozan singkat.


" Gimana kalo kamu gendong saja dia." Adha memberi ide gila.


" Gila kamu.. dari sini ke rumah lumayan jauh." kata Faozan kaget.


" Ya udah kalo nggak mau biarkan istrimu di mobil ku sampai ia bangun besok pagi.. aku siap buat menemani nya." Adha menggoda teman nya itu.


Dengan seketika Faozan langsung membulat kan mata nya menatap Adha.


" Ahahaha." Adha tertawa.. " Bercanda.. nggak usah marah gitu kali."


Faozan tak memberi tanggapan apapun atas perkataan Adha tadi.. dia hanya Fokus untuk mengangkat tubuh Dara dan membawa nya pulang.


" Bukain pintu." Faozan menyuruh Adha membuka pintu mobil nya.

__ADS_1


Bak seorang sopir saja Adha langsung menuruti kata kata Faozan dan membukakan pintu mobil nya.


Dengan bersusah payah akhir nya Faozan bisa mengangkat tubuh Dara dan keluar dari mobil itu.


Dara yg merasakan udara dingin dari angin malam mulai terbangun.


Dengan perlahan ia membuka mata nya.. hal yg pertama ia lihat adalah kegelapan malam.


Setelah itu Dara baru menyadari kalo dia berada dalam gendongan seseorang maka dengan segera ia melihat siapa kah yg bersama nya.


Samar samar ia melihat wajah suami nya yg tampak berkeringat lantaran menggendong nya.


"Aku mau turun.". Dara langsung berkata..


Faozan yg tak menyadari nya tadi langsung terkejut.. dan dengan spontan melepaskan tubuh Dara.


Hingga Dara terjatuh ke tanah.. untung tidak tinggi.


" Awww... aduuuh." Dara merintih kesakitan.


Faozan langsung sadar dan menghampiri nya dengan rasa bersalah.


" Maaf kan aku.. aku nggak sengaja itu semua terjadi secara reflek karna aku sangat terkejut saat tiba tiba kamu bicara." sambil berkata demikian Faozan mencoba untuk membantu Dara bangun.


" Udah lah nggak usah alasan.. bilang aja kalo kamu emang nggak ikhlaskan.. kalo tahu kayak gini tadi lebih baik kamu nggak usah sok peduli mau menggendongku segala." sambil berkata kesal.. Dara menepis kuat tangan Faozan.


Adha yg menyaksikan semua itu mencoba menghampiri mereka.


" Udah lah jangan berantem nggak enak kalo ada tetangga yg denger." Kata Adha.


" Ayo Ra biar aku bantu kamu berdiri." Adha mengulurkan tangan nya.


Karna masih kesal pada Faozan.. Dara menyambut uluran tangan Adha.. dan mulai bangun.


Hanya satu kata yg Faozan rasakan yaitu sakit.


Sakit tentu saja sakit.. tapi selain hanya bisa diam Faozan tak bisa berbuat apapun.


Jika dia marah maka keadaan akan makin rumit.. Faozan paham betul bagaimana sikap Dara.


Dia sangat mengenal Dara.. Dara adalah wanita yg keras kepala.. jadi percuma dia mencoba menjelaskan ribuan kali.. Dara nggak akan percaya.


Namun jika Dara sudah tenang maka dengan sendiri nya ia akan menyadari kesalahan nya.


Padahal jika Dara mau berfikir sehat.. mana ada suami yg akan tega melakukam hal itu kecuali tanpa sengaja.

__ADS_1


Namun karna ia merasa sakit.. Dara tak bisa memahami itu.. yg ia rasakan hanya kecewa.. kenapa bisa Faozan berbuat demikian.


Melihat Dara sudah berdiri dengan di bantu Adha.


Faozan mulai bicara.


" Sekarang kamu akan pulang bersama ku.. atau justru kamu mau pulang ke rumah nya Adha." Begitu Faozan berkata dengan nada yg sedikit menyindir.


Sekilas Dara menatap Faozan.. Begitu juga Faozan sekilas ia menatap Adha.


Dari tatapan nya Adha tahu kalo Faozan kurang menyukai tindakan nya.


Tapi dia sama sekali tak bermaksud untuk menyakiti Faozan.. niat nya hanya membantu agar pertengkaran mereka tak berlangsung lama.


Karna itulah Adha hanya memilih pura pura tak menyadari reaksi Faozan yg tak menyukai nya.


" Yg suami aku itu siapa?.. kamu atau dia?." Sahut Dara masih dengan nada nyolot nya.


" Ya aku.. ehehehe." Jawab Faozan mencoba tertawa pelan padahal dia hanya menutupi kekesalan nya dengan tertawa.


" Terus ngapain kamu nanya gitu?." Kata Dara lagi.


" Karna.." Faozan tak melanjutkan bicara nya lagi.


Karna ia melihat tatapan Dara yg begitu tajam menatap nya.


Seperti nya Dara sudah bisa menebak akan kemana arah pembicaraan Faozan.


Itulah sebab nya Dara terlihat makin jengkel.


" Karna apa?.. karna tadi aku menerima bantuan Adha.. tapi coba kamu fikir sendiri.. siapa yg salah aku atau kamu?." Dara mulai bicara.


Benar dugaan Faozan.. Dara memang sudah tahu dia akan bicara apa.


Faozan mengambil nafas dalam.


Kemudian berfikir sejenak.


" Iya iya aku yg salah." kata nya kemudian.. Faozan sadar akan percuma saja jika dia terus berdebat dengan Dara.


" Baguslah kalo kamu sadar." kata Dara lagi.


" Eem... sekarang ayo kita pulang.. kamu pasti sangat lelah dan ngantuk kan.. angin malam juga kurang bagus untuk mu." ajak Faozan lembut.


Dara hanya mengangguk.

__ADS_1


Faozan meraih tangan nya dan mengajak nya pulang.


__ADS_2