
Kira kira 15 menit kemudian.. terdengar suara sebuah motor memasuki halaman rumah.. Dara hafal betul itu pasti lah motor Faozan.
Lekas lekas Dara mencuci wajah nya.. merapikan kembali riasan nya.. agar tak terlihat jika perasaan nya begitu hancur.
Dan dengan sengaja dia pura pura tidur saat mendengar langkah kaki Faozan menuju kamar nya.
Ceekkklllleeek..
Suara pintu terbuka.
Faozan pun melihat Dara yg tengah berbaring.. dan langsung saja menghampiri nya.
“ Yah dia tidur.” kata Faozan saat melihat Dara memejamkan mata nya.
Faozan tersenyum menatap lembut wajah istri nya itu.
Wajah yg sangat ia rindukan selama sebulan ini.
Kemudian dengan pelan Faozan duduk di samping Dara.. tangan nya mengusap pucuk kepala Dara.
“ Kamu pasti cape ya.” Gumam Faozan lagi.
Kemudian dia mengecup kening Dara.
Saat itulah Dara langsung membuka mata nya.
Dia sudah tak tahan lagi.. rasa nya dada nya sudah mau meledak karna menahan amarah.
Faozan tersenyum manis melihat Dara bangun dan mulai duduk di samping nya.
“ Maaf ya aku jadi ganggu tidur kamu.” tutur Faozan lembut.. dari sikap nya seolah tak ada hal yg ia sembunyikan dari Dara.
Dan tak ada perubahan dari sikap nya meski ia mempunyai hubungan dengan wanita lain.
Tak ada yg akan menyangka kalo Faozan akan tega berkhianat.
“ Dari mana kamu?.” tanya Dara dingin.
“ Dari luar.. tadi ada urusan sebentar.. maaf ya aku nggak ada di rumah saat kamu pulang.” jawab Faozan santai.
__ADS_1
“ Urusan apa?.. sampai kamu nggak bisa menunda nya untuk sehari saja.” ketus Dara lagi.
“ Hanya urusan biasa saja kok sayang.. dan sekarang udah selesai.. maaf ya kalo aku membuat mu kecewa karna aku nggak di rumah saat kamu pulang.” sambil berkata Faozan memeluk tubuh Dara.
Tapi dengan cepat Dara menolak nya.
Faozan menatap tak mengerti dengan sikap Dara.
“ Jangan sentuh aku.” tegas Dara.
Faozan makin bingung dengan sikap Dara.
“ Sayang ada apa sich.. kok kamu bicara begitu?.” tanya Faozan bingung.
“ Siapa wanita itu??.. sudah berapa lama kamu menjalin hubungan dengan nya???.. & sudah sejauh mana hubungan kalian?.” tanya Dara dengan nada tinggi.. dia benar benar tak dapat menahan amarah nya lagi.
“ Maksud nya apa sich.” tanya Faozan.
“ Jangan belagak bodoh kamu.” sambil berkata Dara memperlihat kan chatt yg ada di ponsel Faozan pada Faozan.
Faozan langsung terdiam membaca semua chatt itu.
Faozan mencoba untuk menenagkan Dara..
Faozan memegang kedua lengan Dara dan menatap nya lekat.
Tapi dengan cepat tangan Faozan di tepis oleh Dara.
“ Sudah berapa kali ku bilang jangan sentuh aku.” teriak Dara.
“ Sayang aku bisa jelasin.” tutur Faozan.
“ Aku nggak mau dengar dan aku nggak mau tau.. sudah cukup kamu nyakitin perasaan ku.. sekarang tidak lagi.” bentak Dara.. tapi tetap dengan air mata yg terus mengalir di pipi nya.
“ Selama ini aku selalu percaya ama kamu.. aku yakin kalo kamu nggak akan pernah mau nyakitin apa lagi mengkhianati aku.. bahkan aku sangat senang saat kamu tanpa ragu mengizin kan dan mendukung penuh untuk aku ikut KKN.. karna aku fikir kamu ngelakuin itu karna kamu sayang sama aku.. tapi ternyata aku salah.. kamu mengizin kan aku pergi supaya kamu bebas dengan perempuan lain.” Air mata makin deras mengalir.
“ Aku benar benar bodoh.” lanjut nya di sela sela isak tangis.
Faozan hanya diam memperhatikan Dara.. sebenar nya hati nya juga sakit melihat Dara yg begitu terluka.. tapi semua sudah terlanjur.. ia tak bisa mundur lagi.
__ADS_1
“ Yg aku nggak ngerti kenapa kamu tega ngelakuin ini.” kata Dara lagi.
“ Apakah aku ini nggak cantik?.. atau aku bukan istri yg baik?.. apa aku kurang sexy?.. ataukah ada yg salah dengan ku?... atau kah masih kurang cinta dan kasih sayang ku selama ini?” Tanya nya pada Faozan sambil terus menangis.
Perkataan Dara saat itu membuat hati Faozan makin hancur mendengar nya.
Hingga tak sepatah katapun yg mampu keluar dari mulut nya.
Melihat Faozan yg hanya bagai patung.. Dara mencoba menggenggam erat lengan Faozan dengan kedua tangan nya.
“ Jawab aku Ozan.. jawab.. apa yg kurang dari ku?.” bentak Dara sambil menggoyang goyang kan tubuh Faozan.
Faozan menepis tangan Dara pelan.
“ Nggak ada yg kurang atau pun salah dari mu.” jawab Faozan kemudian.
“ Lalu kenapa kamu mengkhianati ku.” teriak Dara.
“ Aku tak bermaksud untuk mengkhianati mu.. apa lagi menyakiti mu tapi...”
“ Tapi apa?.” Dara merebut pembicaraan gesit dam sangat marah.
“ Tapi aku juga hanya manusia biasa.. aku butuh seseorang di samping ku.. aku butuh teman saat aku merasa kesepian.. dan aku juga bukan malaikat yg tak mempunyai hasrat.. dan selama sebulan ini kamu jauh.. lalu kalo bukan dengan wanita lain akan dengan siapa aku melakukan nya.. jadi ku harap kamu memahami dan mengerti posisi ku.” jelas Faozan.
“ Sungguh miris.. berjauhan selama sebulan kamu nggak tahan.. tapi saat kita masih pacaran kamu betah meski kita berjauhan selama betahun tahun lama nya.. bahkan saat kita belum pernah bertemu kamu tetap setia.” bentak Dara lagi.
“ Ada beda nya seorang bujangan dengan seorang pria yg telah menikah...”
“ Sudah cukup.. aku nggak mau dengar apapun lagi.” Dara memotong pembicaraan Faozan sambil menutup kedua telinga nya dengan telapak tangan nya.
“ Pergilah kamu dari sini.. & mulai sekarang jangan pernah anggap aku lagi istri mu.. secepat nya aku akan urus surat...”
Perkataan Dara terhenti karna sontak kedua orang tua Dara dan beberapa teman teman Dara memasuki kamar tersebut.
Faozan mulai menyembunyikan senyum nya.. sementara Dara menyeka air mata nya... dan mengambil nafas dalam untuk menenangkan diri nya.
Setelah merasa agak normal.. Dara menatap semua teman teman nya dan juga kedua orang tua nya.
Apa kah yg terjadi selanjut nya????
__ADS_1