
Hanya keheningan yg ada di dalam mobil tersebut.. Dimaz hanya fokus menyetir.. Dessy sibuk dengan ponsel nya.. Faozan sibuk menatap Dara.. sementara Dara sibuk dengan fiikiran nya sendiri.
Namun tiba² rasa ngantuk mulai menyerang Dara.. hingga ia menguap² beberapa kali.
" Ngantuk." tanya Faozan yg sedari tadi selalu memperhatikan Dara.
" Iya.. boleh aku pinjam bahu mu."
Faozan tak menjawab.. sebab ganti nya ia meraih kepala Dara dan di letakan nya di sisi kiri bahu nya.
Kemudian ia mengusap lembut pipi Dara dan juga kepala nya yg masih terlilit perban.
" Tidurlah."
CUUUUUPP.
Faozan mengecup kening Dara sekilas.
Mata Dara makin ngantuk karna di perlakukan demikian.
Ia tersenyum menatap Faozan..
Tak sadar bahwa Dimaz memperhatikan mereka dari kaca yg ada di depan mobil nya itu.
Dimaz hanya bisa menahan rasa sakit nya.
" Dim.. ntar berhenti di depan SMP Negeri 4 ya."
Tutur Dara..
" Iya.". jawab Dimaz singkat ia tau Dara pasti mau menghampiri Defano yg exscool hari itu.
" Buat apa sayang?." Tanya Faozan.
" Liat aja nanti."
Usai berkata Dara langsung memejamkan mata nya.. dan terlelap.
Dan tersadar kembali saat Dimaz menghentikan mobil nya di depan SMP Negeri 4.
Tak lama setelah mobil Dimaz berhenti Defano datang dan langsung mendekati mobil tersebut.
Dara membuka kan pintu bagian belakang nya.. tepat nya menyuruh Defano duduk di sebelah nya.
__ADS_1
" Kakak." Defano langsung memeluk Dara.. Dimaz pun kembali menjalankan mobil nya.
" Kakak udah sembuh.". sambung Defano dengan deraian air mata.
" Udah² jangan nangis.. kakak baik² saja kok.. nggak pantes cowok nangis."
Defano melepaskan pelukan nya.. dan ia baru sadar kalo ada seorang lelaki yg tak ia kenal duduk di sebelah kakak nya.
" Kak dia siapa?." tanya nya seraya menunjuk Faozan.
" Dia Faozan..."
" Pacar nya kakak?.". Defano menyela gesit.
Dara mengangguk.
" Hallo kak.". Defano menyapa Faozan.
Faozan membalas dan tersenyum.
" Kak Faozan tinggal dimana?."
" Rumah kak Ozan jauh Fano.. jadi dia akan tinggal di rumah kita.". Dara menjelaskan.
Dara langsung menghela nafas dalam mendengar perkataan Defano adik nya itu..
Defano memang penggemar game online.
Begitu juga dengan Faozan ia juga gamers sejati.. hanya saja ia masih bisa membagi wakru nya untuk kerja dan nge games.
" Iya.". Sahut Faozan langsung antusias.
Dara memutar bola mata nya jengah.. karna kedua insan itu sudah mulai asyik membicarakan game.
" Kak Dimaz kenapa sih nggak suka game.". tanya Defano.
" Nggak ada faedah nya Fano." jawab Dimaz.
" Hedeeh.. kak Dimaz dan kak Dara sama saja.. bilang game itu nggak ada faedah nya.". keluh Defano.
Dara memang tak menyukai game.. karna menurut nya hanya buang² kuota.
" Emang kak Dara nggak suka game ya dek?." Faozan bertanya pada Defano.
__ADS_1
Sebab sejauh mereka pacaran Faozan tak pernab tau kalo Dara suka game atau tidak.
Yg ia tau meski ia sering nge game dan bilang ke Dara kalo dia bales chatt telat itu karna ia main game Dara hanya biasa saja.
" Iih kak Faozan tak tau ya.. kak Dara pernah mutusin cowok nya gara² game."
Faozan menatap Dara sekilas.. Dara hanya diam membiarkan Faozan dan Defano berbincang.
" Oh iya."
" Iyalah kak.. kakak tau kenapa?."
Faozan hanya menggelengkan kepala nya.
" Karna kak Dara sempat kece.."
" Udah lah Fano.. kakak pusing denger kamu bicara terus.". Dara langsung menyergap bicara Defano.
Ia tak ingin membahas apapun yg menyangkut peristiwa 2 tahun yg lalu.
Perkataan Defano menjadi sebuah tanda tanya besar bagi Faozan mengapa Dara tak ingin Defano menyelesaikan kalimat nya.?.. apa yg terjadi pada Dara hingga ia begitu membenci game?.
Lalu kalo Dara tak menyukai cowok gamers.. kenapa ia tak pernah mengatakan itu.
Bahkan saat dia pernah menelpon dan sambil main game Dara bersikap biasa saja.
Kemudian ia ingat akan perkataan Dara malam itu.. malam dimana dia menelpon dengan ponsel adik nya karna ponsel nya ia pakai buat main game.
FLASHBACK ON
" Ya udah kamu lanjut aja main game nya.. aku ngantuk.. aku mau tidur dulu."
" Sayang kamu marah." kata Faozan.
" Nggak serius aku hanya ngantuk... Asalamualaikum selamat malam." setelah berkata Dara memutuskan panggilan nya.
Faozan kembali fokus pada game nya menyelesai selevel kemudian ia mencoba menghubungi Dara.. Dan untung masih Dara angkat.. tapi yg ada malah pembicaraan mereka malam itu berakhir dengan pertengkaran.. karna saat bicara tiba² saja Dara mengatakan ia kangen seseorang dari massa lalu nya.. dan tentu saja hal itu membuat Faozan marah besar.
FLASHBACK OFF
Sekarang Faozan mengerti pasti game itu ada kaitan nya dengan masa lalu yg Dara rindukan saat itu.
Iya malam itu Dara pasti ingat mantan nya karna ia mendengar Faozan sedang main game online.
__ADS_1
Ia harus mencari tau tentang hal itu... dan kenapa Dara sangat membenci game.