Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Melihat Pria Aneh.


__ADS_3

Pagi itu setelah selesai shalat Subuh Dara sengaja menelpon Faozan untuk bicara menunggu menatari terbit.


Dia masih berada di kota Pagar Alam, karna mereka memutuskan akan di sana selama tiga hari.


Tak lama setelah panggilan nya masuk langsung terdengar suara dari sebrang sana.


Faozan.


" Hallo Asalamualaikum."


Dara.


" Waalaikum sallam."


Faozan.


" Tumben kamu telpon, aku kira kamu udah nggak inget lagi ama aku." entah mengapa Faozan berkata begitu.


Dara.


" Maksud kamu bicara begitu apa?." Dara bertanya kesal..


Faozan.


" Aku hanya bercanda sayang, kan kamu lagi Liburan bareng keluarga dan teman² kamu, maka nya aku sengaja bilang begitu."


Dara.


" Alaah alesan doank, bilang aja kalau kamu emang berharap aku nggak telpon kamu kan.". biasa nya Dara tak pernah langsung marah tapi mengapa hari ini dia seperti nya sangat kesal.


Faozan.


" Kok kamu jadi nyolot sich ngomongnya, aku kan bercanda doank sayang.". Faozan mencoba bicara lebih lembut agar Dara kembali ke Dara yg dulu yg selalu sabar menghadapi candaan nya bahkan senang dengan candaan nya.


Dara.


" Becanda kamu bilang.. hemmz kamu fikir aku ini anak kecil apa? yg mudah buat kamu tipu, bilang aja kalau kamu emang nggak amu aku telpon entah karna bosan atau karna kamu udah ada yg lain."


Faozan.


" Mana ada yg seperti itu, mungkin kamu yg seperti itu." Faozan mulai kesal juga.


Dara.


" Selalu nuduh.". kecam Dara lagi.

__ADS_1


Faozan.


" Kamu yg duluan, orang tadi aku bicara baik² tapi kamu malah nyolot, heran aku!! biasa nya kamu nggak gini loh." Nada suara nya udah biasa saja.. malah ia bingung dengan sikap Dara yg tiba² seperti itu.


Dara.


" Habis kamu tuh.. orang telpon salah.. giliran nggak telpon bilang nya aku nggak punya perasaan."


Faozan.


" Ah sudah lah, cape aku berantem mulu." usai bicara Faozan langsung memutus telpon nya.


Dara hanya meletakan ponsel nya ke atas tempat tidur yg ada di kamar itu.


Ia tak mengerti mengapa pertengkaran sering banget terjadi sama mereka bahkan di pagi hari seperti ini.


Dara menghela nafas panjang untuk membuat amarah nya mereda, kemudian ia membuka jendela kamar dan bersender di di bingkai nya.


Ia menatap mentari yg baru mau terbit itu, dengan fikiran yg entah kemana ia sendiri bingung, Apakah ia marah karna ucapan Candra kemarin, atau marah pada diri nya sendiri karna mencintai seorang pria yg bahkan tak pernah ia tatap muka nya secara langsung.


' DooooooooooRrrrrrrrrr..'


Seseorang mengagetkan nya dengan suara itu.


Dara terjingkat kaget, untung dia tam jantungan jika tidak ia pasti sudah pingsan.


Dara menatap nya aneh, ia sama sekali tak mengenal pria itu, mungkin tetangga dari ibu nya Mira.


" Pagi² sudah melamun aja, nanti kesambet tau rasa loh.". kata pria itu menatap Dara.


Dara.


" Kamu siapa sich, bikin kaget aja, kalau aku jantungan gimana?." kata Dara tegas.


" Aku tau kamu nggak jantungan karna kamu itu masih muda, cantik lagi." kata pria itu dengan tersenyum menatap lekat Dara.


Dara mengernyitkan dahi nya.


Dara


" Heeedeeuiih pagi² udah gombal aja luh." Dara berkata sambil ingin melangkah untuk pergi dari depan jendela tersebut.


Tapi baru saja ia berbalik suara laki² itu menghentikan nya lagi.


" Tunggu kau mau kemana?."

__ADS_1


Dara.


" Ini tempat tinggal dari saudari ipar ku, jadi terserah aku donk mau kemana!." jawab nya jutex


" Cantik² ternyata kamu jutex juga.". kata nya lagi dengan senyuman yg manis.


Dara.


" Kamu mau apa sich, dan iya ngapain kamu disitu?."


" Aku cuma mau kenalan sama kamu.. dan ngapain aku disini, jawaban nya mudah saja yaitu ingin menatap wajah cantik mu itu."


Dara


" Kamu ingin tau siapa nama ku?." tanya Dara serius


" Iya.." jawab pria itu.. " Nama ku Fahri." ia mengulurkan tangan nya, Dara tersenyum menyambut uluran tangan nya..


Dara.


" Cari aja di google." kata nya setengah berbisik.


Lalu tanpa menunggu respo dari lelaki yg bernama Fahri itu Dara langsung melangkah untuk pergi..


Fahri.


" Nama kamu Dara kan, nama yg cantik seperti orang nya."


Mendengar perkataan Fahri kali itu Dara lagi² menghentikan langkah nya dan menoleh dengan tersenyum. ia tak heran dari mana Fahri tau nama nya karna ia yakin pria itu pasti melihat kalung yg ia pakai.


Fahri.


" Ntar kalau kamu punya waktu gimana kalau kita keliling² di kebun teh sebrang sana, kalau kamu mau sekalian kita melihat air terjun yg di dekat sini juga."


Dara berfikir sejenak, lalu mengangguk.


Nggak ada salah nya bagi Dara toh kelihatan nya dia itu pria yg baik, lagi pula mereka pergi nggak jauh kok.


Tapi demi untuk mencari tau tentang pria itu, Dara mencoba bertanya pada Ibu nya Mira, dan ia mengatakan Fahri pria yg sangat baik, dia masih sendiri dan bisa di percaya, karna itulah Dara setuju pergi bersama nya.


Dan benar saja, Fahri itu benar² pria yg baik bahkan perhatian.


Hari senyuman di wajah Dara tak pernah hilang, karna Fahri benar² orang yg asyik bahkan bisa di bilang sangat humoris dan romantis, ia juga mapan, ia tau banyak mengenai cara berkebun.


Senyum nya juga sangat manis, ia juga tampan sebenar nya hanya saja ia sedikit jahil, tapi itu justru yg membuat nya semakin menarik.

__ADS_1


Saat bersama nya Dara bahkan tak mengingat Faozan sama sekali, bahkan sampai ia masuk rumah pun senyuman masih terlihat di bibir nya.


Teman² nya yg melihat itu langsung menyerbu Dara dengan berbagai pertanyaan.


__ADS_2