
Setelah berfikir matang.. Dara sengaja mendatangi Faozan di kamar nya...
" Gedok.. apa aku ganggu kamu?.". tanya Dara diamabang pintu.. Saat itu Faozan hanya sedang main game.
" Nggak kok sayang.. ada apa?." Faozan langsung bertanya.
" Aku butuh bantuan mu." Tutur Dara mulai serius.
" Bantuan soal?." tanya Faozan penasaran.
" Tentang Satya."
" Apa yg harus aku lakukan.. harus kah aku menghajar nya.. atau membunuh nya untuk mu." Faozan memang merasa sangat marah saat mendengar nama Satya.
" Hssst.. nggak jangan gitu.. aku nggak mau.. Kamu jadi sama jahat nya dengan Satya.. aku ngerti kalo kamu sangat marah pada nya.. tapi tidak dengan melakukan hal yg sama dengan nya." Dara berkata sambil menatap lekat wajah Faozan.
" Lalu apa yg kesayangan ku ini ingin kan?." Faozan berkata sambil memegang kedua belah pipi Dara dengan kedua tangan nya.. bahkan dengan nada yg manja.
" Aku cuma ingin kamu bicara sama Satya.. bilang pada Satya.. kalo kamu akan kembali ke Lombok.. karna aku sangat mencintai Satya.. dan aku lah yg meminta mu pulang ke Lombok."
" Baiklah.. setelah itu."
" Kita liat apa respon Satya.. inti nya kamu harus bersandiwara dengan berbaikan sama dia.. supaya dia tak curiga.. aku akan buat video percakapan kalian.. kamu hanya perlu terus bicara pada nya aku akan memberi nya minuman yg membuat dia akan mengakui segala nya." Dara berkata sambil mengedipkan mata nya pada Faozan.
Faozan hanya tersenyum.
" Boleh juga rencana mu.. tapi apakah polisi akan percaya pada perkataan orang yg dalam pengaruh minuman." Tanya Faozan.
" Tentu.. kan orang yg dalam pengaruh minuman akan bicara jujur."
" Baiklah kita coba."
Dara & Faozan pun bergerak untuk menuju rumah Satya.
Sesaat sebelum pergi Dara telah menghubungi Satya.. Satya ada di rumah dan senang mendengar Dara akan datang.
Di perjalanan Dara & Faozan juga telah berbincang.. jika Faozan bisa memancing nya untuk bicara jujur.. maka itu akan lebih baik.. dengan cara menjelek² kan Dara misal nya.
Faozan pun akan berusaha semampu nya.
Tiba di rumah Satya.. Faozan langsung mengetuk pintu nya.
Tak lama setelah itu keluarlah Satya.. Satya sangat heran melihat Dara dateng berasama Faozan.
" Hy beib." Sapa Dara agar Satya tak curiga.
Faozan hanya pura² tak peduli.
Satya pun mengajak Dara dan Faozan masuk.
" Kenapa kamu dateng dengan lelaki ini beib?.". Satya bertanya pada Dara.
" Nggak apa² kata nya dia mau bicara pada mu." Jawab Dara.
__ADS_1
" Oh.. bicara lah Faozan.. apa yg ingin kamu katakan."
" Aku hanya ingin menyerahkan Dara pada mu.. sore nanti aku akan kembali ke Lombok.. karna percuma aku tetap disini.. Dara tak menginginkan aku.. dia hanya mencintai mu Satya.. jadi aku harap kamu bersedia menggantikan aku untuk menikah dengan nya seminggu lagi." Tutur Faozan dengan ber Acting sedih..
Lumayan juga mendadak Faozan menjadi seorang aktor.. Eheehe..
" Tentu aku akan menjaga Dara dengan sangat baik.. dan aku juga akan dengan senang hati menikah dengan nya." Jawab Satya.
" Beib boleh aku ke toilet sebentar.". Dara menyela.. dia mencari alasan agar Faozan mempunyai waktu untuk bicara berdua dengan Satya.
" Iya beib silahkan." Jawab Satya.
Dara pun pergi.. tapi tidak ke toilet melain kan hanya bersembunyi mendengar perkacapan mereka.
" Ya sudah hanya itu yg ingin aku katakan.. aku harap kamu tak membenciku.". kata Faozan lagi.
Dara mendengar dengan jelas perkataan Faozan kali itu.
" Oh tentu Bro... mulai sekarang kita akan menjadi teman." Sahut Satya sambil memeluk Faozan.
Saat mereka berpelukan itulah Faozan membisikan sesuatu.. tapi Dara tak tau apa yg di lakukan Faozan hingga mendadak Satya langsung melepaskan pelukan nya dengan wajah yg sangat marah.
" Apa kamu yakin?.". tanya Satya.
Dara hanya melihat saja.. kira² permainan apa yg di lakukan Faozan.
" Yakin.. aku bahkan sudah beberapa kali melakukan nya dengan nya."
" Tenang lah Sat.. buat apa buang² energi untuk gadis tak berguna itu." mendengar perkataan Faozan kali itu Dara yakin Faozan telah mengatakan sesuatu tentang nya.
" Kamu mungkin bisa tenang di khianati.. tapi aku tidak.. kali ini aku akan pastikan Dara benar mati di tangan ku." Satya yg sangat marah tak bisa mengontrol diri.. hingga ia akan bicara sekena nya.
" Apa maksud mu???.. Apa kamu berniat untuk mencelakakan Dara?. " Faozan mulai memancing nya.. Dara telah merekam pembicaraan mereka.
" kali ini bukan untuk mencelakai nya.. tapi untuk menghabisi nya." Tutur Satya.. Faozan mulai mengepal kan tangan nya karna ia sudah sangat marah mendengar perkataan Satya.. ingin sekali dia menghabisi pria itu.. tapi ia ingat akan tujuan nya.. Hingga Faozan mencoba untuk terus bersabar.
"Apa kamu sudah gila.. kamu bisa masuk penjara." Faozan mencoba untuk terus memancing nya.
" Ahaha.. Polisi tak akan tahu jika kita bermain dengan pandai.. lihat saja yg ku lakukan pada Dara beberapa minggu yg lalu.. aku sengaja menabrak nya tapi sayang nya perempuan itu tak mati.. dia hanya lupa separuh ingatan nya.. dan lihat lah meskipun kakak nya seorang polisi tapi mereka tak bisa memenjarakan ku.. karna mereka tak cukup bukti.. memang benar ada saksi mata yg melihat plat mobil ku.. tapi hanya seorang saksi mata belum cukup bisa membuktikan kalo aku adalah pelaku nya." Pengakuan Satya kali itu sudah cukup bagi Faozan.
" Iya.. kamu hebat Bro.. aku bangga menjadi teman mu.". Faozan bicara sambil menepuk pundak Satya.
Lalu kemudian Faozan pamit untuk pulang.
Sebab jika dia berlama² disana.. bisa² malah dia yg menghabisi Satya.
Tak lama setelah Faozan pergi Dara mulai menghampiri Satya.
" Beib.. lelaki aneh itu kemana?." Tanya Dara.
" Udah pulang.". Jawab nya kesal.
" Ada apa Sat.. kok kamu kelihatan kesal gitu?." Tanya Dara lagi.. pura² tak tahu.
__ADS_1
" Apa selama ini kamu sering berhubungan dengan pria lain?." Tandas Satya.
" Nggak lah beib.". Jawab Dara.
" Yakin kamu tak pernah berhubungan dengan pria mana pun?." Desak Satya.
" Iya yakin banget." jawab Dara seada nya.
" Ya udah kamu pulang lah ya.. ini udah sore."
Dara pun mengangguk.. dia memang ingin pulang dengan Faozan.
Dara beranjak meninggal kan kediaman Satya.
Setelah berjalan kira² 2 meter dari rumah Satya.. Dara melihat Faozan telah menunggu nya.
Dengan setengah berlari Dara menghampiri Faozan.. lalu mereka meninggal kan tempat itu.
Saat sudah jauh dari rumah Satya.. dan merasa telah aman Dara mulai bicara pada Faozan.
" Apa yg kamu katakan pada Satya sampai dia begitu marah dan langsung bicara mengenai kejahatan nya." Tanya Dara penasaran.
" Nanti saja kita bahas masalah itu.. Kita pergi ke rumah kak Aldy dulu.. dan berikan bukti nya." kata Faozan tegas.
" Kamu benar.". Sahut Dara.
Kemudian dengan cepat Faozan melajukan motor nya menuju rumah Aldy..
Tiba di rumah Aldy.. ternyata Aldy nya masih kerja.. terpaksa Dara menelpon nya.. untung Aldy bisa segera pulang..
Setelah menunggu kira² satu jam.. akhir nya Dara & Faozan bertemu dengan Aldy.
Langsung saja mereka memberikan bukti yg berupa rekaman pengakuan Satya.
Aldy langsung melihat nya bahkan mengirim nya pada teman² seprofesi nya.. agar secepat nya mereka bisa bergerak menangkap Target.
" Kak.. Ntar kalo kakak dan teman² kakak udah menangkap Satya hubungi aku ya.. aku pengen liat wajah pria angkuh itu.". Tutur Dara
" Iya Dek.. sekarang kalian pulang lah dulu.. insya Allah ntar malam kakak akan melakasanakan tugas ini.. kan makin cepat makin bagus.. kakak juga nggak sabar untuk melihat nya di pukul sambil di introgasi." Sahut Aldy tersenyum lebar.
" Makasih ya kak.. untuk bantuan kakak.. Dara nggak bisa kasih apapun sebagai imbalan." Dara berkata lagi.. karna biasa nya polisi memang harua di bayar sebagai tanda terimakasih.
" Dek.. kamu kan adek nya kakak.. kakak nggak butuh apapun sebagai imbalan.. kakak hanya tak terima ada orang yg berniat mencelakakan adek kakak.. Seperti nya dia sangat meremeh kan kakak sebagai seorang polisi."
" Iya kak.. dengar aja kata² nya.". sambung Faozan.
" Betul.. jadi meski kakak harus keluar uang banyak untuk menjebloskan nya ke penjara akan kakak lakukan.. apa lagi sekarang saat semuanya sudah jelas terbukti.. jujur kakak bangga pada keberanian kalian.. kakak juga mau bilang.. Ackting kalian sangat bagus.. khusus nya Faozan.. bisa aja kamu dek.. memancing kemarahan nya."
" Aku yg lebih marah kak sebenar nya mendengar perkataan Satya.. tapi aku ingat tujuan ku adalah mengungkap kejahatan nya bukan untuk menghajar nya."
Dara & Aldy tertawa mendengar nya.
Setelah itu Dara & Faozan pamit untuk pulang.
__ADS_1