
Rama.
" Kesayangan." Rama berkata sambil tersenyum dengan menatap layar ponsel tersebut.
Faozan.
" Iya maksud ku Dara, Kalau kalian mau, kalian juga bisa loh nginep di rumah ku, emang sich nggak semewah di hotel, tapi lumayan buat tempat berlindung, disana ada dua kamar kosong, bisa untuk kalian tempatin, aku yakin kakek juga nggak akan keberatan."
Candra.
" Boleh juga tuh." Sahut Candra
Faozan.
" Iya dari pada bayar, kan enak ada yg gratis loh, tapi kalau buat makan aku rasa kalian nggak akan suka kalau makanan di rumah ku, sebab aku orang miskin nggak seperti kalian yg makan nya selalu mewah, jadi kalau kalian mau, nanti begitu kalian sampai di Bandara Lombok kalian hubungi aku saja biar aku yg jemput."
Dara.
" Kamu mau jemput pakai apa?."
Faozan.
" Pakai motor lah sayang, masa iya jalan kaki."
Semua teman² Dara tertawa mendengar nya.
Dara.
" Aku juga tau, tapi kami disin 6 orang loh emang muat 7 orang di motor mu."
Faozan.
" Sayang, aku maksud itu, aku jemput kalian biar kalian nggak susah nyari alamat aku, kalau kendaraan kan kalian bisa pake ojol atau apalah."
Dara.
" Begitu tah, tapi aku rasa aku nggak perlu ojol ya."
Rama.
" Kenapa?." tanya Rama bingung.
Dara.
" Kan ada ojek gratis nanti nya." Dara menjawab sambil melirik Faozan.
Faozan.
" Iya iya, kalau aku bisa apa sich yg nggak buat kamu, dan iya khusus buat kamu, biar nanti masalah makan dan selama kamu liburan disini aku yg bayar."
Dessy.
" Enak banget sih jadi Dara, dimana² dapat tawaran yg grati²." Dessy bicara setengah mengeluh.
Dara.
" Bener nih, yakin kamu sanggup." Dara berkata dengan tersenyum.
Faozan.
__ADS_1
" Akan aku usahain, demi kebahagian kamu."
Candra.
" Udah lah Zan, nggak perlu sampe segitu nya ama Dara, ntar kamu nyesel kalau kamu tau asli nya dia itu gimana." Goda Candra.
Dara.
" Apaan sich Can, jahat banget kamu." Dara menatap jengkel Candra.
Faozan.
" Emang Dara kenapa kak?, apa karna dia itu nggak setia?." Faozan ikut menggoda Dara.
Rama.
" Tepat sekali."
Dara.
" Udah dech nggak usah jadi kompor, tanpa kalian komporin juga orang nya udah panas banget." Dara menatap Rama, Candra dan Faozan dengan tatapan malas.
Dessy.
" Nggak usah dengerin kata² Candra dan Rama, itu emang benar kalau Dara itu nggak setia, tapi itu dulu, sekarang dia mah udah setia banget ama kamu Zan."
Dara.
" Oh syukurlah, ada juga yg belain aku."
Semua orang lagi² tertwawa.
Faozan.
Dara mengambil nafas dalam mendengar kata² Faozan barusan.
Dara.
" Nah itu baru bagus."
Faozan.
" Iya, tapi awas aja kalau kamu macam²." Ancam nya.
Dara.
" Lah kan kata nya terserah aku mau gimana, tapi kok mala ngancem gini."
Faozan.
" Harus nya kamu tuh mikir, mana ada orang yg mau di selingkuhin."
Dara.
" Ehehehe." Dara tertawa.. " kamu tenang aja, aku janji aku nggak akan nyakitin kamu."
Rama.
" Udah², ayo kita lanjut bahas tentang Liburan kita."
__ADS_1
Dara.
" Yupz.. Gimana kalian mau nggak kalau kita Liburan nya ke Lombok?."
Candra, Rama dan Dessy.
" Kalau aku sich setuju banget.". jawab mereka bertiga bersamaan.
Dara.
" Oke, tapi kita harus tanya Dimaz dulu, dia mau apa nggak."
Faozan.
" Dan satu lagi sayang, kamu udah izin belum ama kakak dan Kedua orang tua kamu."
Dara.
" Ehehehe, belum."
Faozan.
" Kamu izin dulu, kalau mereka nggak setuju, jangan maksa dan jangan keras kepala."
Dessy.
" Tenang aja, ntar kita² yg akan ikut minta izin buat Dara."
Candra.
" Iya betul itu, jadi tenang aja, aku yakin pasti di izin kan."
Faozan.
" Ya udah kalau gitu aku tunggu kabar selanjut nya, dan iya sayang, aku mau izin ama kamu, aku mau anterin adek buat beli baju Lebaran boleh kan?."
Dara.
" Iya boleh kok,asal kamu nggak ganjen aja."
Faozan.
" Tenang aja, disini aku jujur ya, aku nggak lagi nge gombal atau lebay, saat ini meski aku liat cewek secantik apapun bahkan saat kadang mereka ngajak kenalan, terus terang aku nggak tertarik, aku hanya akan anggap mereka teman itupun kalau aku kenal, kalau cewek itu beda kecamatan aja ama aku, kadang chatt atau telpon nya juga aku nggak ada niat buat angkat, aku sendiri sering bingung, kenapa aku bisa sesetia ini sich ama kamu, sementara disana belum tentu kamu sama seperti ku, tapi mau gimana lagi aku nggak mungkin maksain perasaan." Jawab nya panjang lebar.
Rama.
" Kamu mau tau kenapa?."
Faozan
" Kenapa kak emang nya?."
Candra.
" Karna kamu nggak akan dapetin lagi cewek yg lebi jelek, lebih bawel dan lebih keras kepala dari Dara."
Dara.
" Eh kalian ini teman ku, atau teman nya dia sich, dari tadi mojokin aku terus perasaan." Dara mengeluh.
__ADS_1
Lagi² semua orang tertawa.
Setelah itu Faozan pamit untuk pergi anterin adem nya beli baju.. Jadi yg tersisa hanya mereka.