Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Kepergian Faozan.


__ADS_3

Tiba lah saat nya.. dimana Faozan harus berangkat ke Malaysia.


Besok pagi² ia akan menuju bandara international Lombok.. dan terbang ke Kuala Lumpur.


Malam itu setelah berkemas untuk berangkat besok ia menghabiskan waktu untuk berbicara dengan Dara.


Begitu banyak pesan yg ia tinggal kan untuk Dara.


Yg pertama.. Dara nggak boleh ganjen.


Yg kedua.. Dara nggak boleh dekat² cowok lain walau hanya teman.


Yg ketiga.. Dara harus tetap kuat dan berjuang demi kesembuhan nya.


Yg ke empat.. jangan bandel dan nggak boleh sering keluyuran.


Yg ke lima.. harus menepati janji untuk menunggu nya pulang.


Yg ke enam.. jangan selingkuh.


Yg ke tujuh..nggak boleh lupa shalat.


Yg ke delapan.. harus makan dan minum obat dengan teratur.


Yg ke sembilan.. janji nggak akan menikah selain dengan nya.


Yg kesepuluh.. harus tetap setia.


Yg kesebelas.. janji setelah ia kembali apapun kondisi Dara ia harus siap menikah dengan nya.


Dan masih banyak lagi.. semua itu adalah permintaan Faozan.. Dara hanya meng iyakan saja..


Seandai nya ia bisa.. Dara ingin sekali mengantar Faozan sampai di airport.. tapi sayang nya itu nggak mungkin sebab dalam keadaan nya yg sakit parah nggak memungkinkan untuk berpergian jauh.

__ADS_1


Faozan pun tak berharap begitu.. yg ia ingin kan hanyalah kesembuhan Dara.


Selama Dara masih bisa tersenyum dan tertawa itu sudah cukup bagi nya.. dan yg terpenting Dara tetap mencintai nya.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Jam 7 waktu setempat Faozan telah berada di bandara International Lombok.. sesaat sebelum naik pesawat ia masih sempat telpon Dara.. dan mengucapkan selamat tinggal.


Disana Dara sempat protes..


Dara.


" Gedok.. jangan pernah ucapkan selamat tinggal."


Faozan.


" Lalu apa donk?."


Dara.


Faozan.


" Baiklah.. sampai jumpa lagi sayang.. dan aku janji saat kita bertemu nanti maka akan ku jadikan kamu milikku untuk selama nya."


Dara.


" Iya.. aku akan menunggu hari itu tiba.. selamat berjuang.. dan tetap semangat."


Faozan.


" Pasti sayang."


Dara.

__ADS_1


" Jaga diri mu dan jangan nakal ya."


Faozan.


" Eem.. kamu juga.. baik² disana jangan caper dan jangan selingkuh."


Dara.


" Eeem." Dara hanya bergumam kecil.. ia tak tau apakah benar ia mengizinkan Faozan pergi atau justru salah.. tapi satu yg pasti.. selama Ia masih hidup maka ia akan tetap menunggu Faozan.


Karna hati nya benar² sudah membeku untuk orang lain.


Setelah kepergian Faozan ke Malaysia.. Dara hanya lebih sering diam.. ia tak tau akan kah Faozan inget untuk memberi kabar pada nya.. atau malah Faozan akan melupakan nya.. ia hanya bisa mengikuti alur nya saja.


Dan ia percaya jika memang mereka berjodoh mereka pasti akan bersama² suatu hari nanti.


Air mata nya mengalir dengan begitu saja.. entah perasaan apa yg dominan di hati nya saat ini.. antara sedih dan juga senang.


Sedih lantaran membayangkan Faozan bisa saja melupakan nya.. Dan senang karna ia tau Faozan sangat ingin pergi ke Malaysia dan sekarang cita² nya tercapai.


Semoga dengan jalan ini Faozan bisa memenuhi semua impian nya.


Impian yg sederhana namun cukup sulit..


Sederhana karna impian Faozan hanya ingin membangun sebuah keluarga kecil yg bahagia..


Sulit karna Foazan hanya ingin bersama Dara.


Sementara Dara akankah ia sembuh atau justru berakhir dengan kematian.


Hal itulah yg membuat Faozan pada awal nya merasa ragu untuk pergi.. tapi Dara selalu meyakinkan dan memberi dukungan penuh.. bahkan Dara janji ia pasti sembuh.. hingga Faozan pun memutuskan untuk melanjutkan tujuan nya.


Dan hal itu membuat Dara lega.. setidak nya jika suatu saat ia tiada.. ia sudah cukup bahagia karna Foazan telah menentukan langkah yg tepat untuk masa depan nya.

__ADS_1


__ADS_2