
Satu jam telah berlalu semenjak Dara di pindahkan keruangan perawatan.. tapi sampai sekarang Dara masih belum siuman.
Teman² Dara sudah pamit pulang karna hari sudah larut malam.
Yg tersisa hanya pihak keluarga saja.
Yaitu Daniel & istri nya.. kedua orang tua Dara serta Faozan.
Suara adzan isya berkumandang... begegas Daniel & Faozan menuju masjid untuk melaksana kan shalat isya.
Selesai shalat isya mereka kembali ke ruangan Dara... Namun masih sama saja Dara belum juga sadar kan diri.
" Bu apa belum ada perkembangan mengenai Dara?." tanya Daniel.
" Belum Dan... Dara masih belum sadarkan diri." Jawab Ibu nya lirih.
" Yg sabar saja.. Ayah yakin secepat nya Dara akan siuman." Tutur Ayah nya Dara menenangkan semua orang.
Semua orang hanya mengangguk.
" Bu kalo gitu Daniel pulang dulu ya... Daniel harus kembali bekerja.. nanti kalo Dara sudah sadar hubungin Daniel." Pamit Daniel pada Ibu nya.
Kedua orang tua Dara hanya mengangguk.
Daniel & sang istripun pulang.
" Nak Faozan apa kamu nggak akan istirahat?." Ayah nya Dara bicara pada Faozan.
" Ini juga aku udah istirahat Ayah." Jawab Faozan.
" Maksud Ayah nggak mau pulang dulu."
__ADS_1
" Nggak Yah.. aku mau disini saja sampai Dara siuman." jawab Faozan lagi.. " Ayah & Ibu sendiri apa nggak mau pulang?." Faozan balik bertanya.
" Nggak Ayah & Ibu juga ingin tetap disini." Jawab kedua ortu Dara bersamaan.
Faozan hanya mengangguk.
" Zan.. Ayah & Ibu mau makan dulu ke kantin RS.. apa kamu nggak mau ikut?." Ajak Ayah nya Dara.
" Nggak Ayah aku belum lapar." Sahut Faozan.
" Masa kamu nggak lapar dari tadi kamu belum makan apapun loh." Ujar Ibu nya Dara.
" Benaran Bu." Kata Faozan meyakin kan.. emang benar ada nya Faozan belum merasa lapar.. mungkin karna ia belum bisa tenang.. sebab Dara belum siuman.
Kedua orang tua nya Dara menuju kantin RS.. untuk mengisi perut mereka.
Faozan duduk di kursi yg ada di samping ranjang tempat Dara berbaring.
Di remas nya lembut.. dan di kecup nya juga beberapa kali.
" Maaf kan aku.. harus nya tadi aku yg mengantar mu kerumah Cintya.. tapi aku malah membiarkan mu pergi sendiri.. tolong maaf kan aku.. ini semua salah ku." Faozan berkata sambil menatap wajah pucat Dara..
" Bangun lah sayang.. aku merindukan senyuman mu.. aku ingin melihat tawa mu lagi.. jangan bikin kami semua khawatir." sambil berkata demikian.. Faozan mengecup kening Dara.. tanpa terasa air mata menetes di pipi nya.. dan terjatuh juga di pipi Dara.
Faozan mulai terkejut saat dengan pelan tangan Dara yg ada dalam genggaman nya mulai bergerak.
Dengan perasaan berdebar² dia mulai menatap lekat wajah Dara.. menunggu saat Dara benar² sudah membuka mata nya.
Perlahan² mata Dara mulai bergerak.. dan tak lama setelah nya mulai terbuka lebar.. itu artinya Dara telah siuman.
Dengan tersenyum lebar Faozan menepis air mata yg mengalir di pipi nya.. ia tak ingin Dara melihat nya yg habis menangis.
__ADS_1
Dara mengitari sekeliling nya dengan bola mata nya.. sambil mencari sosok yg sangat berarti dalam hidup nya.. siapa lagi kalo bukan Ibu nya.
Sayang sekali mata nya tak menemukan apa yg ia cari.
Malah yg ia temukan sesosok pria yg tak ia kenali.
Faozan yg melihat Dara seperti mencari² sesuatu mulai bicara.
" Ibu & Ayah mu sedang pergi ke kantin untuk makan.. bentar lagi mereka pasti kembali." Tutur Faozan.. kemudian ia langsung mendekati Dara.. karna Dara ingin duduk...hingga ia membantu nya.
" Makasih." Tutur Dara tanpa ekspresi... Yg membuat Faozan mengernyitkan dahi nya bingung.
" Apa kamu sudah merasa baikan?." tanya Faozan lagi.
Dara hanya mengangguk.. Faozan makin bingung.. kenapa sedikit pun Dara tak tersenyum & menyapa nya... apa lagi memeluk nya.
Tapi ia tak mau ambil pusing.. mungkin Dara masih sedikit terguncang atas apa yg terjadi.. hingga Faozan sendiri yg berinisiatif untuk memeluk Dara.
Namun saat baru saja ia ingin memeluk Dara... Dara menolak keras Faozan.. dengan tatapan yg tajam.
" Apa yg mau kamu lakukan.. & siapa kamu?." tutur Dara tegas.. mata nya masih menatap tajam Faozan.
Faozan yg mendapat pertanyaan demikian tak bisa berkata apapun lagi.. kaki nya melangkah mundur dengan sendiri nya.
Antara percaya & tidak nya dia.. kenapa bisa Dara tak mengenali nya..
' Tunggu².. apakah Dara sengaja ingin mengerjai nya.' Gumam Faozan sendiri.
" Udah lah jangan bercanda begitu sayang.. nggak lucu tau." Faozan mulai berkata lagi.
Dara menatap Faozan dengan tatapan angkuh nya.. Karna jelas² dia tidak bercanda.
__ADS_1
Dara memang tak mengenali siapa Faozan.