Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Idul Fitri.


__ADS_3

Dara di kejutkan oleh dering ponsel nya, dengan mata yg setengah terbuka ia melihat siapa yg menelpon nya, ternyata siapa lagi kalau bukan Faozan.


" hhaaah,, jam 04:30 WIB, ngapain dia nelpon jam segini, hari ini kan udah nggak puasa."


Gumam nya dalam hati sambil menerima panggilan tersebut.


Faozan.


" Selamat pagi kesayangan, ayo bangun bentar lagi mau shalat Id loh." tumben pagi itu dia nggak ngucap salam.


Dara.


" Iya di tempat kamu, kalau disinikan masih beberapa jam lagi sayang." suara Dara terdengar serak karna baru bangun tidur.


Faozan.


" Oh iya juga sich, lupa aku." Faozan tertawa pelan.. " Tapi aku nggak ganggu tidur kamu kan?."'


Dara.


" Nggak kok, mana ada yg ngerasa terganggu karna pacar nya, tapi ngomong² kamu udah bangun atau emang nggak tidur?."


Faozan.


" Aku emang nggak tidur, ini aja baru sampe rumah."


Dara.


" Semalam kamu jadi ikut teman² kamu tawuran?."


Dara bertanya demikian karna saat ia telponan sama Faozan semalam dia bilang teman² nya ngajak tawuran lantaran di tantang anak desa sebelah.


Faozan.


" Nggak."


Dara.


" Kenapa?."


Faozan.


" Takut di marahin."


Dara.


" Siapa yg marah?." pura² nggak tau, padahal semalam ia sudah ngomel aja.


Faozan.


" Kamulah, emang siapa lagi."


Dara.


" Apa begitu serem ya kalau aku marah, sampe kamu takut gitu... eheheee."


Faozan.


" Serem sich nggak, cuma yg aku takutin kalau kamu marah, kamu akan ninggalin aku."

__ADS_1


Dara.


" Hadeeh, gombal nya mulai keluar."


Faozan.


" Aku serius, maka nya aku lebih memilih cari aman yaitu nurutin perintah kamu."


Dara langsung tertawa mendengar nya.. saat itu terdengar seseorang memanggil Faozan.


" Zan." panggil seseorang entah siapa itu, bisa teman nya, bisa kakek nya dan bisa juga adek nya.


Sekali di panggil Faozan tak menjawab.


" Zan.". Orang itu mengulang nya lagi.


Dara.


" Ozan, kamu di panggil tuh." Dara mulai berkata.


Faozan.


" Iya biarin ajalah." jawab Faozan.


Dara.


" Kok gitu sich?, coba temui siapa tau penting."


Faozan.


" Ntar aja aku masih kangen ama kamu."


Dara.


Faozan


" Dasar apa hayoo?."


Dara.


" Nggak ada kamu ganteng.."


Saat itu sekali lagi orang yg memanggil Faozan mengulang panggilan nya.


" Zan." kali ini lebih keras.


Faozan.


" Aiilaah ape." jawab Faozan juga dengan membentak.


Disebarang sana Dara terkekeh mendengar ucapan Faozan barusan.


Dara.


" Eh, nggak boleh gitu, masa di panggil orang jawab nya kesal gitu." Dara berkata kemudian.


Faozan.


" Habis itu orang bikin kesel."

__ADS_1


Dara.


" Emang siapa yg manggil?."


Faozan.


" Adek, nyuruh mandi buat shalat Ied."


Dara.


" Lalu kenapa kamu belum mandi?." Dara bertkata tapi lebih terdengar seperti memerintah.


Faozan.


" Ntar lagi lah, tadi aku bilang kalau aku udah mandi, supaya adek cepat mandi nya."


Dara.


" Belum lagi maaf² an kamu udah bikin dosa lagi dengan boong."


Faozan.


" Eheheheh.." ia tertawa.. " ya udah aku mandi dulu ya, bentar lagi mau shalat Id."


Dara.


" Iya yg bersih mandi nya."


Faozan.


" Iya bawel, oh iya selamat hari raya idul fitri 1440 H, mohon maaf lahir dan bathin ya sayang, kalau selama ini aku banyak salah pada mu dan juga keluarga mu, entah itu yg di sengaja atau pun nggak sengaja, baik secara lisan maupun perbuatan."


Dara.


" Iya, selamat hari raya idul fitri juga dari aku dan keluarga ku, mohon maaf lahir dan bathin, jangan lupa THR nya.. ehehe."


Faozan.


" Kamu ada² aja, THR nya ntar ya, tunggu tahun depan."


Dara.


" Kok tahun depan sich."


Faozan.


" Saat kau sudah jadi istriku, aku harap tahun depan saat hari raya idul fitri kita sudah tinggal dibawah atap yg sama."


Dara.


" Aamiin."


Faozan.


" Mudah² an.. ya udah aku mandi dulu ya sayang, I Love You, eeemmuuaaach."


Dara.


" I Love You to."

__ADS_1


Setelah mendengar jawaban Dara Faozan pun langsung mandi dan bersiap² untuk shalat id.


Dara kembali tidur sebentar hingga ibu nya yg membangun kan untuk shalat id.


__ADS_2