Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Pasar Malam.


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit dari rumah Dara.. tibalah mereka ber 6 di pasar malam.


Yakni.. Dara.. Faozan.. Cintya.. Rama.. Dimaz & Dessy.. Candra nggak ikut karna ada urusan kata nya.


Mungkin kerumah gebetan nya.. atau justru jalan dengan gebetan baru nya.


Tiba di pasar malam teman² Dara langsung menyerbu harum manis.. yg menjadi ciri khas pasar malam.



Bahkan Dimaz.. membeli dua harum manis alias kembang gula itu.


Namun tidak dengan Dara.. ia tak tertarik untuk membeli harum manis.


" Kenapa kamu nggak beli harum manis kayak mereka.. ayo kalo mau kita beli." Ajak Faozan karna Dara hanya melihat teman² nya membeli kembang gula itu.


" Nggak Gedok.. aku nggak mau.. yg ada ntar gigi ku makin bolong dan sakit." kata nya seada nya.


" Kan bisa sikat gigi saat pulang nanti." kata Faozan lagi.


" Nggak ah.. aku nggak suka yg manis²." jawab Dara lagi.


" Kenapa?.". tanya Faozan.


" Takut diabetes.. liat senyum kamu yg manis aja udah cukup bagi ku."


Faozan langsung menatap tajam Dara.. ia lagi bicara serius malah Dara bercanda.


" Udah nggak usah liatin aku kayak gitu.. kamu melotot juga aku nggak akan takut." Dara berkata sambil menginjit² alis nya.


Faozan hanya tersenyum melihat nya.


Saat itu teman² Dara menghampiri mereka.


" Kenapa kalian nggak beli harum manis nya?." Tanya Cintya.


" Dara takut diabetes kata nya." Jawab Faozan sambil tersenyum menatap Dara.


" Masa makan harum manis segini aja bisa bikin diabetes." Tutur Dimaz.


" Karna lihat senyum nya aja udah sangat manis.". Dara berkata sambil menatap Faozan.. "apa lagi di tambah harum manis ini.. huuuuh... bisa langsung naik kadar gula ku."


" Dasar.. kalian ini.. udah ah ayo kita cari permainan." Tukas Dessy.


Mereka pun bermain² di pasar malam itu.


Yg pertama mereka menaiki keranjang cinta..


Setelah itu mereka berniat untuk masuk rumah hantu.


" Masuk Rumah hantu kayak asyik tuh." Dara berkata pada teman² nya.


" Iya boleh juga." sahut Rama.


Tapi Faozan kelihatan nya kurang setuju.. sebab Faozan orang yg penakut.


" Kamu nggak takut kan Sayang?." Tanya Dara pada Faozan.. ia sengaja menggoda Faozan.. Dara tau kalo Faozan agak penakut.. jika itu mengenai hantu.


" Nggak ngapain aku takut." jawab Faozan sok berani..


Jadi mereka semua memutuskan untuk masuk rumah hantu.


Sangat gelap dan serem itulah keadaan didalam sana.


Awal masuk Faozan masih bersikap biasa saja.


Tapi setelah semakin jauh semakin serem akhir nya dia menyerah juga.


Faozan langsung berlari keluar ruangan itu.. yg membuat teman² Dara merasa heran.


Namun Dara hanya tertawa melihat nya.


Masa iya cowok takut sama hal² yg berbau mistis.


" Ra.. itu Faozan kenapa?.". tanya Dessy.


" Ehehe." Dara tertawa.. " Dia takut sama yg bersangkutan dengan hal² mistis kayak gini."


" Kamu kelewatan Ra.. udah tau calon suami mu takut malah kamu ajak." ujar Rama.


" Ahaha." Dara tertwa lagi.. " Udah lah biarin aja.. habis tadi saat aku tanya bilang nya nggak takut."


" Harus nya kamu hargai itu Ra.. Faozan bicara demikian cuma untuk membuat kamu merasa senang.. dan ia tak mau terlihat lemah didepan mu." Tegur Dimaz.


" Ya udah kalo gitu.. aku nyamperin dia dulu." kata Dara kemudian.. dia menyadari betul apa yg di katakan Dimaz memang benar.

__ADS_1


Saat Dara keluar ia melihat Faozan sedang berdiri menatap orang² yg lagi pada main permain lempar gelang.


Dara menghampiri nya.


" Kamu mau main?." Dara mulai bertanya.


Faozan menoleh kaget.. sebab ia tak menyadari kalo Dara sudah ada disana.


" Sejak kapan kamu disini?." Tanya Faozan yg tak menanggapi pertanyaan Dara tadi.


" Baru saja." Jawab Dara seada nya.. " Dan iya apa kamu main?." Dara mengulangi lagi pertanyaan itu.


" Pengen sich.. tapi takut kamu marah.. sebab itu termasuk jenis judi." Jawab Faozan seada nya.


" Ya udah ayo kita main." sambil berkata Dara meraih tangan Faozan dan mengajak nya mendekat di arena permainan.


Faozan hanya tersenyum sambil menggenggam erat tangan Dara.


Setelah berada di arena permainan mereka mulai membeli gelang.. dan melempar nya.


Sudah sepuluh gelang yg mereka lempar namun belum ada satu pun yg dapat.. semua nya zonkk.


" Kita beli sepuluh lagi ya.". ajak Dara yg masih merasa penasaran.


" Ternyata kamu termasuk orang yg suka judi juga." Sahut Faozan tersenyum.


" Sayang ini hanya permainan bukan judi." Dara mengelak.


" Judi juga permainan loh." Kata Faozan lagi.


" Iya iya.. tapi nggak apa² lah sekali² buat bersenang².. lagian inikan permainan resmi."


" Oke oke.. jadi kita beli sepuluh gelang lagi ya."


Dara mengangguk senang.


Faozan pun membeli sepuluh gelang lagi.. & mereka mulai melempar nya.


Sama seperti tadi belum ada yg mereka dapat kan.


Hingga saat lemparan terakhir Faozan dapat.. tapi hanya Deterjen.


" Ahaha." Dara tertawa melihat itu.. " Seperti nya kamu disuruh nyuci tuh maka nya dapet nya diterjen."


" Nggak apa² lah.. dari pada kamu nggak dapet apa²." jawab nya tertawa pelan.


" Wiih kalian main ini nggak ngajak²." Tutur Cintya.


" Eh nona.. itu salah mu sendiri nggak ada yg larang kok siapa aja boleh main.. jadi kalo kamu mau main ya udah main aja." Sahut Dara


" Ayo Cin.. kita main.". Ajak Rama.


Jadi Cintya & Rama pun main.


Sementara Dimaz memilih main bola gelinding.


Setelah puas bermain²... mereka melihat² baju yg di jual disana.


Saat itu Dara tertarik pada sebuah baju kaos oblong warna putih.. yg dibagian depan kaos nya bertuliskan


I Love Prabumulih.


" Eh.. Gimana kalo kita beli kaos ini.. buat kenang² an." Dara berkata pada semua teman² nya.


" Boleh." Sahut Dimaz.. " Ayo yg mau kali ini biar aku yg traktir."


" Asyik." Seru Dessy & Cintya.


Akhir nya Dara.. Dimaz.. Cintya.. Dessy.. & Rama.. memilih kaos tersebut dan membeli nya.. kaos yg sama.


Dengan warna yg sama dan tulisan yg sama.


Kaos tersebut memang bukan terkhusus buat laki² atau perempuan saja.. akan tetapi cowok cewek bisa pake.


" Berapa total nya?.". Tanya Dimaz.. pada pelayan disana.


" 1 kaos harga nya 35 Ribu.. Kakak ambil berapa?."


" Lima."


"Total nya 175 ribu."


Dimaz pun memberikan uang 2 lembar seratus ribu.


" Kembalian nya kamu ambil aja." kata Dimaz lagi.

__ADS_1


Pelayan itu mengangguk & berterima kasih.


" Loh Zan.. kenapa kamu nggak ambil." Dimaz yg menyadari kalo Faozan tak mengambil baju yg sama dengan mereka.


Faozan hanya tersenyum.. ia tak mau menerima apapun dari Dimaz.. sebab meski ia dan Dimaz.. sudah tak bertengkar lagi.. tapi dalam hati nya ia tetap tak begitu menyukai Dimaz.


Dimaz juga demikian.. meskipun ia mencoba bersikap baik pada Faozan demi Dara.. namun di lubuk hati nya sedikit pun ia tak menyukai Faozan.


Dara menatap Faozan sejenak.. dari raut wajah nya Dara dapat melihat sebenar nya Faozan tak senang karna Dara menerima pemberian Dimaz.. tapi kalo ia menolak Dara juga tak enak.


" Ehem.. aku tau kenapa kamu nggak mau beli kaos kayak kita²." Dara berkata sambil mentap Faozan.


" Kenapa?.". Tanya Dessy.


" Karna disinikan ada tulisan I Love Prabumulih.. Nah Faozan kan orang Lombok." Tutur Dara tersenyum sambil menatap Faozan.


Faozan akhir nya membalas tersenyum.


" Oh ya udah kalo gitu." Tutur Rama.


Kemudian Rama menghampiri salah satu pelayan disana & bertanya apakah ada kaos yg bertuliskan I Love Lombok.


Dan tentu saja nggak ada.. sebab itu khusus pasar malam yg di Prabumulih.


" Nggak ada Zan yg bertuliskan I Love Lombok."


Rama berkata setelah bertanya pada pelayan itu.


" Tentu saja.. ini kan kota Prabumulih." Jawab Faozan.


" Kalo gitu kamu beli yg sama kayak kami aja ya." Dara berkata pada Faozan lagi.


" Baiklah tapi aku mau nya kamu yg beliin." jawab Faozan.


" Baiklah."


Akhir nya Dara membelikan kaos yg sama buat Faozan.


Saat itu teman² nya sudah menunggu di arena parkir.


Ketika menemani Faozan memilih baju itulah.. tak sengaja Dara menuburk seseorang yg juga sedang melihat² baju.


Dara yg berjalan sambil mundur tak menyadari kalo di belakang nya ada orang.


BRUUUUUKK.


Dara menoleh itu melihat sekalian meminta maaf karna ia telah ceroboh.


" Maaf." Tutur Dara tapi ia belum menatap siapa yg di tabrak nya.. karna ia masih melihat Faozan yg masih menunggu baju nya.


" Kalo jalan..." lelaki itu tak meneruskan bicara nya karna ia terkejut melihat Dara yg spontan menoleh pada nya.


Dara juga sama kaget nya.. tak disangka jika orang yg tak sengaja di tubruk nya adalah seorang lelaki dari masa lalu nya alias mantan pacar nya.


" Dara.. iya nggak apa² kok.. kamu sendiri apa ada yg terluka." laki² itu langsung bicara.


" Nggak kok.. sekali lagi soryy ya." Kata Dara datar.


" Oh iya kamu kesini sama siapa?." Tanya lelaki itu.


Baru saja Dara mau menjawab tapi nggak jadi lantaran Faozan menghampiri nya.


" Sayang ayo.. nggak enak ama teman² mereka pasti udah menunggu." Faozan langsung bicara tanpa menyadari Dara sedang bicara dengan seseorang.


" Sayang..". lelaki yg di tubruk Dara tadi mengulang perkataan Faozan.. " Ehemz.. siapa dia Ra." Tanya Satya.. iya lelaki itu adalah Satya.. mantan pacar Dara.. yg sempat chatt beberapa waktu yg lalu saat Dara di RS.. dan bilang mantan terindah nya.


Lelaki yg sama yg di ceritakan Dara pada Faozan saat Faozan bertanya mengapa Dara tak suka anak gamers.


Faozan menatap lelaki itu kaget.. Kemudian ia menatap Dara.


" Siapa dia?." Faozan langsung bertanya pada Dara.


" Eem.. Dia adalah Satya.. tadi aku nggak sengaja menubruk nya saat aku terus mundur dan tam melihat jika ada orang yg di belakang." Dara langsung menjelaskan sebab ia tahu sifat Faozan.. yg bisa di bilang posesif..


" Oh." Jawab Faozan singkat.


" Kenalin aku Satya." Satya mengulurkan tangan nya kearah Faozan.. " Aku...."


" Mantan pacar nya Dara kan." Faozan memenggal bicara Satya.. tapi ia tetap menerima uluran tangan Satya.


"Aku Faozan.. Calon suami nya Dara." kata Faozan lagi dengan menekan kan kata Calon suami.


Satya hanya terdiam.. ia tak menyangka kalo Dara akan segera menikah.


" Ayo sayang kita pulang." sambil berkata Faozan meraih tangan Dara.. dan menggandeng nya ke Arena parkir.

__ADS_1


Setelah itu mereka pun pulang.


__ADS_2