
2 Hari kemudian bahkan Dara sengaja menonaktifkan simcard nya dan mengganti dengan no baru.. ia sengaja ingin menjauhi dan melupakan Faozan.
Bahkan akun FB nya juga sudah ia hapus.. jadi hanya dengan WA Faozan bisa menghubungi dia.. dan WA pun jarang ia buka.
Ketika ia membuka WA spam chatt dari Faozan sudah ada di WA nya..
' Sayang kok no kamu nggak aktif sich?.'
' Sayang bales donk chatt ku.'
' Kamu kenapa sich kok tiba² seperti ini?.. apa salah ku.'
' Apa kamu sudah bosan kalau begitu bilang saja terus terang.'
' Jangan seperti ini sungguh aku nggak mau kamu giniin.'
' Sayang angkat donk sekali saja.'
' Aku butuh penjelasan dari kamu.'
' Kamu mau nya kita gimana sich?.'
' Angkat aku mau bicara.'
' Kalau kamu nggak angkat dan juga nggak bales chatt aku.. berarti kamu benaran ingin kita putus.'
' Ya Allah kenapa kamu tega sich.'
' Oke sekarang aku ngerti kamu benar² mau mengakhiri hubungan kita.'
Dara mengabaikan semua chatt dan panggilan dari Faozan.. yg membuat Faozan benar² nggak tau harus apa.. sepanjang hari ia hanya berfikir sendiri apakah yg terjadi..
Seingat nya ia tak pernah melakukan sesuatu yg bisa membuat Dara marah atau kesal tapi kenapa Dara seakan tak perduli pada nya..
Namun pada hari ke tiga karna Dara sendiri juga nggak bisa melupakan Faozan saat selesai shalat subuh ia menghubungi Faozan.
Baru saja panggilan nya masuk Foazan langsung menjawab nya.
Faozan.
" Hallo Asalamualaikum." Saking seneng nya ia langsung bicara.
Dara.
" Waalaikum sallam.. kamu lagi apa?."
Faozan.
" Tiduran."
Dara.
" Nggak kerja?."
Faozan.
" Aku belum ada semangat untuk kerja... aku mau tanya kenapa kamu mengabaikan aku?.. mengapa kamu hapus akun FB kamu?.. dan mengapa no kamu nggak pernah aktif."
__ADS_1
Dara.
" Banyak banget sich pertanyaan nya aku sampe bingung mau jawab yg mana dulu."
Faozan.
" Mengapa kamu hapus akun FB kamu?."
Dara.
" Itu bukan aku yg hapus."
Faozan.
" Lalu siapa?... pacar kamu kah?."
Dara.
" Ntar aku jelasin semua nya ama kamu.. tapi saat ini aku mau masak dan beres² rumah dulu.. kamu juga masih ngantuk kan.. jadi kamu lanjut aja tidur nya dulu.. ntar kalau kamu udah bangun telpon aja."
Faozan.
" Baiklah.". jawab nya suara nya terdengar begitu senang.
Sekitar jam 09:10 WIB masuklah panggilan dari Faozan.. Dara sudah bisa menebak Faozan pasti ingin minta penjelasan.
Dara.
" Hallo Asalamualaikum."
Faozan.
Dara.
" Kamu lagi apa?."
Faozan.
" Duduk aja di kamar."
Dara.
" Udah makan?."
Faozan.
" Udah.. kamu sendiri?."
Dara.
" Udah juga.. oh iya udah mandi?."
Faozan.
" Menurut kamu gimana?."
Dara.
__ADS_1
" Pasti belum."
Faozan.
" Ehehehe... kok tau sich?."
Dara.
" Orang bau nya sampe sini."
Faozan.
" Iih kamu mah.. tapi udah lah lupain tentang mandi.. aku mau kamu jelasin sekarang."
Dara.
" Jelasin apa?.". Dara pura² bodoh.
Faozan.
" Itu yg aku tanyain tadi subuh.. kan kamu udah janji tadi... tadi kamu bilang yg hapus kamu bukan kamu lalu apakah pacar kamu yg menghapus nya?." tanya nya tak sabar.
Dara.
" Maaf.. maafin aku ya." kata Dara lirih..
Mendengar hal itu Faozan benar² bingung.. Tapi hati nya sudah menangkap sesuatu kemungkinan tebakan nya benar.
Faozan.
" Maaf buat apa?.. kamu nggak ada salah kok." kata nya tenang.
Dara.
" Maaf kalau aku membuat mu kecewa."
Faozan.
" Jadi benar yg menghapus akun FB kamu itu pacar kamu?." tandas nya.
Dara.
" Iya...."
Faozan.
" Kenapa sich.. kenapa kamu tega." Faozan langsung memotong perkataan Dara.
Dara.
" Untuk kali ini tolong jangan potong perkataan ku dulu."
Faozan.
" Oke oke.. tapi cepat kamu jelasin apa maksud nya."
Dara.
__ADS_1
" Yg sebenar nya yg hapus akun FB aku itu adalah Calon suami ku."
Dengan seketika Faozan menjadi lemas ia tak menyangka akan mendengar penjelasan yg benar² membuat nya syok.