
Seminggu kemudian.
Dara pamit untuk pergi menemui Dr.Farez.. guna membahas masalah pembangunan klinik.
Dara & Farez janji ketemuan di sebuah caffe.
Caffe itu tempat yg bisa di bilang tenang.. pengunjung nya memang ramai.. tapi di Caffe tersebut jarak permeja nya berjauhan hingga orang yg datang kesana bisa bicara bebas tanpa di dengar orang lain.
Usai membahas tentang pembangunan klinik...Dr.Farez sengaja memesan makanan dan juga minuman.
Usai menyantap makanan barulah mereka mulai bicara lagi.
“Eem Ra.” panggil Dr.Farez.
“Iya kak.” sahut Dara.. Namun saat itu tak sengaja mata Dara melihat ke arah meja yg berada di dekat pojokan Caffe tersebut.
Dan di lihat nya yg duduk disana adalah Faozan bersama Tiana.
Meskipun Dara belum pernah bertemu dan melihat Tiana secara langsung.. namun ia sangat yakin jika wanita yg kini tengah bersama suami nya itu adalah Tiana mantan pacar nya Faozan.
Ada rasa nyeri di hati saat dia melihat Tiana yg menggenggam tangan Faozan.
Meskipun saat itu lekas lekas Faozan menarik nya.. Namun tetap saja Dara merasa sakit melihat nya.
Dara hanya mengambil nafas dalam.
“Ternyata mereka bukan hanya komunikasi lewat telpon saja.. tapi mereka juga bertemu.” gumam Dara dalam hati.
“Ra aku mau mengatakan sesuatu pada mu.” tutur Dr.Farez.. yg sama sekali tak di dengar oleh Dara.
Karna Dara sibuk dengan fikiran nya sendiri dan juga terus menatap Faozan dan Tiana.
Karna lama tak ada tanggapan dari Dara.. Dr.Farez memperhatikan Dara dengan seksama.. dia pun menatap kearah yg sama dengan Dara.
Kemudian dengan pelan Dr.Farez meraih telapak tangan Dara.. agar Dara tak lagi menatap kearah mereka.
Benar saja Dara langsung terkaget saat merasakan tangan Dr.Farez.
Dara tersenyum tipis sambil dengan pelan menarik tangan nya.
“Kak Farez bicara apa tadi?.” tanya Dara kemudian.
“Aku mau mengatakan sesuatu pada mu.” sahut Dr.Farez.
__ADS_1
Dara mendengarkan perkataan Farez.. tapi mata nya tetap menatap kearah Faozan dan Tiana.
Dr.Farez merasa heran ada apa dengan dengan kedua orang itu.. mengapa Dara terus melihat nya.
“Apa kamu mengenal mereka?.” Dr.Farez bertanya sambil ikut menatap kearah meja Faozan dan Tiana.
“Iya.” sahut Dara singkat.
“Apa mereka adalah teman mu.... kalo begitu kita hampiri saja biar kalian bisa bicara.” kata Dr.Farez mulai berdiri untuk mengajak Dara menghampiri Faozan & Tiana.
“Jangan kak.” tutur Dara keras... Bahkan sambil menarik tangan Dr.Farez.. agar Dr.Farez kembali duduk.
Karna Dara menolak Dr.Farez pun kembali duduk.
“Kenapa kamu nggak mau menghampiri mereka?.” tanya Dr.Farez lagi.
“Lebih bagus jika mereka tak melihat ku.” sahut Dara.
“Tapi kenapa?.” Dr.Farez bertanya bingung.
Dara mengambil nafas dalam.. Sambil sekilas sekilas menatap Faozan.
Dr.Farez mulai menyadari jika Dara terus saja menatap lelaki itu.. tapi siapakah lelaki yg terus saja di lihat oleh Dara itu.. itulah yg menjadi pertanyaan Dr.Farez.
Sebab Dr.Farez melihat dari cara Dara menatap Faozan itu seolah dia tengah cemburu.
“Dia suami ku.” jawab Dara terus terang.
Pernyataan Dara barusan bagaikan tusukan pedang yg menghujam dalam hati Dr.Farez.
Ternyata Dara telah menikah.. Tak ada rasa yg lebih sakit selain merasakan jatuh cinta sepihak.
Cinta nya kepada Dara.. hanya lah tinggal fatamorgana yg tak mungkin akan terbalas.. sebab Dara adalah istri orang.
Jika saja bisa.. ingin rasa nya sesegera mungkin Dr.Farez menghilangkan perasaan nya itu.. agar rasa sakit nya bisa menghilang.
Tapi apalah daya.. perasaan tidak lah seperti tulisan di papan tulis yg bisa di hapus kapan saja..
Jadi dia tak punya pilihan selain mencoba ikhlas.
Memang mengikhlaskan seseorang tidaklah semudah saat kita mengatakan nya.. Tapi jika benar cinta nya tulus maka yg terpenting bagi nya adalah melihat orang yg ia cintai bahagia.
Setelah terdiam beberapa saat barulah Dr.Farez berkata lagi.
__ADS_1
“Lalu siapa wanita yg bersama nya?.” tanya Dr.Farez lagi... Dengan sangat berat sebab perasaan nya begitu sakit.. terasa seperti di tusuk seribu jarum.
“Tiana.. mantan pacar nya.” Sahut Dara jujur.
“Lalu kenapa kamu diam saja.. mengapa kamu tak menghampiri mereka.. tidaklah benar Ra.. jika seorang suami bersama mantan pacar nya.” tutur Dr.Farez kesal..
Bagaimana dia tak kesal.. dia bisa memahami pastilah Dara terluka melihat semua itu.
Andai saja Dia yg menjadi suami nya Dara.. sedetik pun dia tak akan pernah berpaling dari nya... bahkan seujung kuku pun dia tak akan menyakiti Dara.
“Aku tau ini nggak benar kak.. bahkan sangat salah.” sahut Dara kemudian.
“Lalu kenapa kamu hanya diam saja.” tutur Dr.Farez lagi.
“Karna ini adalah masalah rumah tangga.. Yg harus di selesaikan di dalam rumah bukan di tempat umum.” jawab Dara tegas.
Dr.Farez menatap Dara dengan pandangan yg sama sekali tak bisa diartikan.
Entah itu pandangan iba.. atau pandangan bingung bahkan bisa juga tatapan kagum.
Iba lantaran dia tau kalo suami Dara telah menyakiti nya.. Bingung karna ia tak tau harus berbuat apa untuk membantu Dara.. Dan kagum karna mengentahui betapa bijak nya wanita yg ada dihadapan nya ini.
Dia rela menahan rasa sakit nya sendiri demi tak mempermalukan suami nya di depan umum.. sebisa mungkin dia akan berusaha menutupi permasalahan dalam keluarga nya.
Sungguh rasa nya di jaman sekarang sulit mencari wanita seperti itu.
Perasaan Dr.Farez terhadap Dara makin bertambah saja.
Namun itu juga adalah sebuah malapetaka bagi Dr.Farez.. sebab sampai kapan pun perasaan itu tak akan bisa terbalas apa lagi terealisasikan.
“Oh iya kak.. bukan kah tadi kakak bilang mau bicara sesuatu.” kata Dara kemudian mengalih topik pembicaraan.
“Udahlah lupain aja.. aku juga udah lupa Ra.” sahut Dr.Farez mencoba tersenyum.
Iya itulah keputusan nya.. semula dia ingin mengutarakan perasaan nya terhadap Dara.
Tetapi dengan kenyataan yg baru saja didengar nya.. membuat Dr.Farez harus mengubah keputusan nya.. Dia harus mengubur dalam dalam perasaan itu.. dan dia akan menutup nya rapat rapat.. Dia tak ingin membuat Dara menjauh lantaran tau perasaan nya.
Cukup dengan menjadi sahabat Dara saja.. dia tak ingin Dara tau perasaan nya yg sebenar nya dan merasa tak enak hati.
Apakah yg akan terjadi selanjut nya..???
Temukan jawaban nya di nex episode.
__ADS_1