
Dengan langkah pelan tapi pasti.. Dara menuju kamar Faozan.. ia ingin membicarakan hal yg penting pada Faozan... berharap Faozan bisa menerima keputusan nya dengan senang hati.
Tiba di depan pintu kamar Faozan.. Dara menghentikan langkah nya.
Dara melihat pintu kamar Faozan memang masih terbuka.. dengan hati² ia melangkah untuk masuk.
Tapi apa yg di lihat nya diamang pintu kamar itu membuat nya hilang keberanian untuk menemui Faozan.
Dari ambang pintu Dara melihat Faozan yg tengah teduduk di ranjang.. dengan memeluk kedua lutut nya sambil menangis.
Suara musick di ponsel nya.. membuat Dara menjadi semakin merasa bersalah.
Iya Faozan tengah mendengarkan sebuah lagu.. sambil menangis.. karna ikut terbawa perasaan dan terhanyut karna lagu itu.
Bila tak ada lagi Cinta mu
Yg indah untuk Ku
Harus nya kau tau
Betapa hidup ku sepi tak sempurna
Bila tak ada lagi sayang mu
Yg tulus untuk ku
Harus nya kau tau
Betapa hidup ku sakit dan ku terluka
Hingga aku terjatuh
Tersiksa batin ku
__ADS_1
Sudah tak sempurna
Rusak lah harapan ku
Dan lalu kau pergi
Kini terbang jauh hilang
Asmara.. kini tlah menyakitkan ku
Cinta menusuk jantung ku
Dan merusak hidup ku
Asmara.. kurang apa ku padamu
Sampai kau tak kenal aku
Hingga ku terluka.
Makna lagu tersebut sama seperti apa yg tengah Faozan alami.. orang yg ia sayang tiba² sudah tak mengenal diri nya lagi.
Dara pun memahami makna lagu tersebut.
Ia pun mengerti perasaan Faozan..
Sama seperti isi lagu itu.. Faozan pasti sangat terluka karna diri nya.
Itulah yg membuat Dara tak berani untuk menemui Faozan.. ia merasa sudah tak pantas lagi untuk Faozan.
Setelah dia begitu menyakiti Faozan.. bahkan berkata dengan sangat kasar.. mengusir Faozan dan bilang tak ingin melihat Faozan lagi.
Dengan perasaan yg sangat sedih Dara kembali ke kamar nya.
__ADS_1
" Tidak.. aku sudah nggak pantas lagi untuk mendapatkan lelaki sebaik Faozan.. meski setelah aku begitu menyakiti nya tapi dia tetap memikirkan aku." Gumam nya sendiri.. sambil terus menangis.
Hingga karna kelelahan dia pun tertidur.
Dan Dara kembali terbangun sekitar jam 02 malam.. ia memutuskan untuk shalat sunah tahajud.. mungkin dengan shalat malam ia akan merasa lebih tenang.
Dengan langkah yg lesu Dara melangkah ke kamar mandi.. lalu mengambil air wudhu.
Sekilas Dara sempat melihat kearah kamar Faozan saat ia mau kembali kekamar nya.
Pintu kamar Faozan telah tertutup rapat.. lampu nya juga sudah tak menyala lagi.. Seperti nya Faozan juga sudah tertidur.
Dara pun begegas ke kamar nya melakukan shalat malam nya.
Setelah shalat benar saja Dara mulai merasa lebih tenang bahkan.. pemikiran nya sudah sedikit terbuka.. untuk bisa berfikir dengan jernih.
Hingga Dara memutuskan.. apa pun tanggapan Faozan nanti nya.. ia tak peduli.. yg penting ia akan mengatakan keputusan nya pada Faozan.
Sisa nya biar lah Faozan yg menentukan mau bagaimana..
Dara sudah pasrah.. jika Faozan menerima Alhamdulillah.. namun jika pun Faozan menolak dia harus ikhlas.
Iya itulah keputusan Dara.. dia akan mencoba membuka hati nya untuk Faozan.. Dara ingin pernikahan nya & Faozan tetap terjadi.. ia akan mencoba untuk memulai semua nya dari awal bersama Faozan.
Toh dia juga telah sadar meskipun dia lupa pada Faozan.. akan tetapi hati nya masih untuk Faozan.
Itulah sebab nya mengapa ia tak rela jika Faozan harus kembali ke Lombok.. bahkan ia terluka saat melihat Faozan sedih.. dan dia tak sanggup menyakiti Faozan.
Bukan kah hal itu sudah cukup bisa di kategori kan sebagai Cinta.
Iya itu memang benar.. Dara masih mencintai Faozan.. walaupun ia sudah tak mengenali Faozan.. tapi Dara sadar hati tak pernah salah sebab hati tak pernah memilih.
Maka sudah di putuskan nya.. besok sebelum Faozan berangkat ia akan bicara dulu pada Faozan..
__ADS_1
Berharap Faozan bisa mengubah keputusan nya untuk kembali ke Lombok.