
15 menit kemudian benar dugaan Dara, Faozan
pasti kembali menelpon.
Dara
" Hallo Asalamualaikum.". Dara yg mulai pembicaraan.
Faozan.
" Waalaikum sallam." jawab nya dingin... " Lagi apa?." lanjut nya bertanya.
Dara.
" Tiduran!!!."
Kali itu lagi² suara Faozan terdengar samar².
Oleh sebab itu Dara bertanya lagi.
Dara.
" Apa tadi kurang jelas."
Faozan.
" Nggak ada reflay." tegas nya.
Dara.
" Kok gitu sih."
Faozan.
" Habis kamu nya budek."
Dara
" Eh.. eh, aku nggak budek ya, cuma sinyal aja yg kurang mendukung."
Faozan.
" Kalau gitu kamu cari sinyal donk."
Dara.
" Kamulah yg cari sinyal orang sinyal aku penuh." tegas Dara, apa yg ia katakan memang benar adanya.
Tapi Faozan itu egois jadi mana mau di mengaku salah, meskipun ia sendiri kadang sudah tau kalau dia yg salah.
Faozan.
" Sinyal aku juga penuh kok." setelah berkata ia melihat ponsel nya untuk mengecek sinyal, dan ternyata benar sinyal nya yg kurang mendukung, namun karna Ego nya, ia tetap memilih diam.
Dara.
" Masa sich?." Ada nada tak percaya dari kata² Dara barusan.
Faozan.
" Benar sayang, tapi ya udah dech biar lebih jelas biar aku keluar dulu ya." Faozan pun berjalan keluar rumah, dan benar saja suara nya mulai terdengar jelas.
Dara
" Tuh kan berarti emang sinyal kamu yg bermasalah, bukti nya saat kamu udah di luar suara nya jelas."
__ADS_1
Faozan.
" Ehehe,, iya." Barulah ia mengakui.
Aaaeemmmm.... Dara mulai mengantuk, itulah sebab nya dia mulai menguap.
Faozan.
" Kamu ngantuk?." tanya nya seada nya.
Dara.
" Iya sedikit."
Faozan.
" Kamu tau nggak, apa yg selalu cepet tidur?."
Dara.
" Nggak, emang nya apa?."
Faozan.
" Ayam, coba liat ayam masih sore aja udah tidur aja." kata nya sambil tertawa.
Dara.
" Jadi kamu nyamain aku dengan ayam." Dara mulai cemburut.
Faozan.
" Bukan aku loh yg bilang, kamu sendiri." lagi² Faozan tertawa.
Dara.
Faozan.
" Kamu marah?."
Dara.
" Nggak ngapain aku marah." lagi² nada suara nya terdengar kesal.
Faozan.
" Aku hanya bercanda sayang, kamu itu bukan ayam..." belum sempat Faozan menyelesaikan kalimat nya Dara udah main motong aja.
Dara.
" Kamu tau nggak kalau ayam itu binatang yg paling bodoh, dan kamu nyamain aku dengan ayam, iya mungkin aku memang bodoh, karna aku cinta sama kamu."
Faozan
" Loh kok jadi gini sih ngomong nya." kata Faozan dengan rasa bersalah.. " Aku minta maaf dech, aku kan cuma bercanda doank."
Dara
" Iya."
Faozan.
" Simple amat sich jawab nya, udah donk jangan ngambek gitu, ntar cantik nya hilang loh."
Dara.
__ADS_1
" Aku emang nggak cantik."
Faozan.
" Siapa bilang, kamu itu cantik kok, kalau nggak nggak mungkin aku sayang ama kamu, udah ya jangan marah² ntar cepat tua."
Dara.
" Biarin."
Faozan.
" Astaqhfirullah hal'adzim." Dara tersenyum dalam hati mendengar nya... " apa sich yg harus aku lakuin biar kamu nggak marah lagi?."
Dara.
" Tau dech."
Faozan.
" Harus kah aku joget² di depan banyak orang."
Dara.
" Iya kalau kamu mau."
Faozan.
" Astaqhfirullah hal'adzim." Ia istiqhfar lagi.. " Apa aku harus bersujud di kaki mu, biar kamu maafin aku."
Dara.
" Nggak perlu." tegas nya.
Faozan.
" Lalu aku harus apa biar kamu nggak ngambek lagi, Ayolah sayang jangan ngambek lagi ya." Faozan mencoba membujuk lagi.
Dara.
" Terserah kamu lah." jawab nya masih dengan nada jutek.
Kali itu Faozan tidak menjawab dia hanya bernyanyi.
Dia nyanyi dua lagu india yg berjudul dillagaliya dan kuchkuch hota hai,, tapi yg bikin Dara langsung tertawa adalah kedua lagu tersebut dia gabung menjadi satu lagu dengan nada lagu dillagaliya, tapi lirik nya lirik lagu kuch kuch hota hai.
Sumpah siapapun yg mendengar pasti akan menertawakan nya.
Dara
" Ahahahaa.." Dara langsung tertawa lepas.
Faozan.
" Akhir nya dia tertawa dan nggak ngambek lagi."
Dara.
" Habis kamu nyanyi nya aneh." Kata Dara sambil tertawa pelan.
Faozan.
" Nggak apa²lah yg penting sekarang kesayangan aku udah nggak ngambek lagi."
Lagi² Dara hanya tertawa.. Faozan pun sudah lega karna Dara sudah tak marah dan bisa tersenyum lagi.
__ADS_1