
Mengetahui hal itu tentu akan menimbulkan kecurigaan dihati Dara..
Hingga saat subuh pada hari minggu Dara mencoba untuk menelpon.. mungkin saja Faozan memang ke lelahan itulah sebab nya ia lupa memberi kabar.. jadi nggak ada salah nya jika ia yg memberi kabar dahulu.. fikir nya.
Setelah shalat subuh Dara langsung menelpon Foazan dan tak lama kemudian Faozan menjawab nya.
Faozan.
" Hallo.." suara nya terdengar seraak pasti karna ia baru bangun tidur.
Dara.
" Iya hallo.. kamu belum bangun?."
Faozan.
" Belum.."
Dara.
__ADS_1
" Emang kamu nggak kerja?."
Faozan.
" Nggak aku masih ngantuk banget nih... sayang aku lanjut tidur dulu ya.. ntar kalau aku sudah bangun aku telpon kamu."
Dara.
" Baiklah." kata nya tak ikhlas.. karna nggak biasa nya Faozan seperti ini.. biasa nya sengantuk apapun dia.. saat Dara bangunin subuh ia pasti langsung bangun tanpa banyak komentar.. tapi hari ini...
Mungkin kah perubahan Faozan terkait Sang Mantan yg kata nya akan pulang ke kampung halaman itu..??
Dara yg mulai curiga dan sangat kesal karna merasa di acuh kan hanya bisa mengutuk dalam hati..
Dara memang ramah dan baik.. namun ia juga mempunyai sifat pendendam.. dimana ia hanya akan diam dengan orang menyakiti nya.. namun suatu saat ia pasti membalas bahkan lebih sakit lagi..
Dengan pemkiran itulah maka ketika 3 hari kemudian saudara sepupu nya Dara menikah ia juga bilang pada Faozan mungkin ia akan sibuk dan jangan mikir yg tidak².. Sama seperti Dara yg dulu nya ngertiin Faozan.... Faozane mencoba memahami Dara.. bahkan ia sudah berkata kabari dia meski hanya sebatas chatt dan sebentar doank.. Dara pun meng iyakan..
Hampir sama seperti yg Faozan lakukan.. Dara memberi kabar saat siang hari.. bahkan ia sempat menelpon saat ia tak sibuk..
__ADS_1
Namun kalau malam hari Dara sengaja tak memberi kabar.. padahal kalau malam hari ia sama sekali tak ada kegiatan.. itu hanya alasan nya saja untuk membalas sikap acuh Faozan beberapa waktu lalu..
Hingga pada suatu malam Faozan melihat Dara yg online di FB dan WA.. disana Faozan sempat chatt lewat WA.
Faozan.
" Bilang nya sibuk.. tapi bisa on setiap saat dan lebih aneh nya lagi kamu langsung off saat aku On.. kalau kamu memang sudah bosan bilang saja.. biar aku nggak ganggu kamu." Dara tersenyum dalam hati membaca nya.. karna ia berhasil membuat Faozan merasakan bagaimana sakit nya saat di acuh kan.
Dara.
" Ini emang lagi sibuk kok... aku aja lagi masak kue.. hanya saja saat lagi ada waktu bentar aku ngecek WA barangkali aja ada chatt dari kamu.. ehehe.." ia berbasa basi..
Faozan.
" Alaaaah... alesan.."
Dara.
" Udah dech nggak usah mancing² buat ngajak ribut.. udah ah aku mau lanjut masak lagi."
__ADS_1
Usai berkata begitu Dara langsung Off..
Hanya Faozan yg kesal melihat semua itu.. namun ia tak berdaya.. seandai nya saja ia dekat ia pasti akan ikut kemanapun Dara pergi agar ia tahu apa saja kah yg di lakukan Dara.. namun karna terhalang jarak ia hanya bisa menahan kekecewaan dan mengutuki diri nya sendiri karna mencintai seorang wanita yg bisa di bilang hanya di dunia maya.