
Dara baru saja selesai makan malam & shalat magrib.
Tiba² ponsel nya berdering saat itu Dara sedang duduk bersama Faozan di teras depan rumah nya.
Dara mengambil ponsel nya yg tadi ia letakan di atas meja kayu yg ada di hadapan nya & Faozan.
Sekilas Faozan melirik Dara saat melihat Dara akan menerima telpon tersebut.
" Siapa?." Tanya Faozan terus terang.. sebab ia ingin tau siapa yg menghubungi Dara.. apa lagi malam minggu begini.
" Rama." Dara menjawab sambil memperlihatkan layar ponsel nya ke Faozan agar Faozan nggak mikir yg macem².
" Ya udah angkat aja." Faozan memberi izin.
Dara pun menjawab nya.. tapi ia tak memasang pengeras suara.
" Hallo Ram.. Asalamualaikum." Jawab Dara datar.
Rama.
" Waalaikum sallam.. kamu lagi apa Ra.. maaf ya ganggu kamu."
Dara
" Lagi duduk aja nih di depan rumah sama Faozan.. kamu nggak ganggu kok selow aja."
Rama.
" Oke kalo gitu.. aku langsung bicara to the point aja ya Ra."
Dara
" Terserah kamu lah Ram."
Rama.
" Ra makasih karna tadi siang kamu tak mengatkan siapa cewek yg sempat aku sukai."
Dara.
" Oh soal itu.. kalo kamu nggak setuju aku juga nggak mungkin ikut campur urusan pribadi mu Ram."
Rama
__ADS_1
" Aku bukan nya nggak mau kamu ikut campur urusan ku Ra.. cuma yg sebenar nya.. aku sudah tak tertarik pada Cintya...jadi gimana mungkin aku akan menembak nya.. sementara tadi aku yakin betul kamu ingin aku menembak Cintya."
Dara.
" Oh sorry kalo gitu.. aku fikir kamu masih ingin Cintya jadi pacar mu.. aku nggak tau kalo udah ada yg lain di hati mu.. sebab perasaan baru juga seminggu yg lalu kamu cerita kalo kamu suka pada Cintya."
Rama
" Iya tapi aku berubah fikiran Ra.. Dimaz & Faozan benar.. perempuan seperti Cintya & Dessy tak pantas untuk mendapat cinta dari lelaki yg tulus.. sebab ia hanya menginginkan harta semata."
Dara.
" Astaga Ram.. kamu nggak boleh bicara begitu.. kan prisif orang beda²... kenapa kamu jadi ikut² an Dimaz & Faozan sich."' tutur Dara kaget.
Rama.
" Aku nggak ikut² an Ra.. cuma aku baru menyadari nya sekarang.. kalo Cintya itu ternyata tak sebaik yg aku kira.. & Jawaban nya atas pertanyaan Faozan tadi benar² tak sesuai dengan harapan ku."
Dara
" Oke.. itu hak kamu.. tapi kata² mu yg mengatakan kalo Cintya & Dessy tak pantas untuk di cintai dengan tulus itu salah besar Ram.. mereka itu teman kita nggak sebaik nya kita bicara yg agak kasar pada mereka apa lagi sampe mendo'akan yg nggak². "
Rama
Dara.
" Ya udah lupain aja.. asal jangan kamu ulangin.. dan iya kamu udah siap² belum?."
Rama.
" Siap² buat apa?."
Dara.
" Kata nya kita mau kepasar malam."
Rama
" Oh astaga lupa aku Ra.. ya udah kalo gitu aku siap² dulu.. kamu juga siap² lah."
Dara.
" Ahsiap boss."
__ADS_1
Rama.
" Asalamualaikum.. Calon istri idaman."
Dara.
" Ahaha." Dara tertawa... " Waalaikum salam."
Dara pun menutup telpon nya.. baru saja selesai Dara bicara dengan Rama.. Faozan sudah mulai bertanya.
" Rama bicara apa?." Tanya Faozan.
" Cuma berterima kasih karna tadi siang aku nggak bicara didepan kalian semua tentang cewek yg dia sukai itu." sahut Dara seada nya.
" Oh.. emang nya siapa sich cewek yg di sukai Rama?." Tanya Faozan penasaran.
" Kemaren² sich bilang nya Cintya.. tapi tadi dia bilang udah nggak suka ama Cintya lagi lantaran kecewa saat dia dengar jawaban Cintya mengenai pertanyaan kamu tadi."
Faozan menatap lekat Dara mendengar itu.
" Kamu tau kenapa Rama kecewa karna itu?." Tanya Faozan masih dengan terus menatap Dara.
" Nggak.. emang kenapa?." Jawab nya yg di akhiri dengan pertanyaan.
" Karna setiap cowok pasti ingin mempunyai pasangan yg mau di ajak susah & juga senang.. bukan cuma mau senang nya doank... & setiap laki² yg normal pasti ingin mempunyai istri yg bisa menerima dia apa ada nya." Jelas Faozan panjang lebar.
Dara hanya mengangguk² kan kepala nya saja.. tanda ia mengerti.
" Maka nya aku bersyukur banget pada Tuhan.. karna telah mempertemukan aku dengan seorang gadis seperti mu.. karna kamu adalah Calon istri yg di idamkan setiap pria."
Dara langsung menatap Faozan sambil tersenyum setengah meledek.
Faozan menanggapi nya dengan tertawa pelan.
Kemudian Faozan meraih wajah Dara & langsung mengecup kening Calon istri nya itu.
" Makasih ya udah hadir dalam hidup ku." Kata Faozan kemudian dengan kedua tangan nya yg menyangga kedua belah pipi cuby Dara.
" Iya sama².. ya udah sekarang ganti pakaian mu bentar lagi teman² mau dateng."
" Ahsiiapp Bu negara." kata sambil mengangkat tangan dan memberi hormat.
Kemudian Faozan melangkah ke kamar nya untuk berganti pakaian karna mereka akan pergi keluar malam ini.
__ADS_1
Dara tersenyum sambil bergerak menuju kamar nya & mengganti pakaian.