
Tiga hari kemudian saat itu sudah waktu nya pasien korban kecelakaan yg di rawat di RS tersebut pulang ke rumah nya.
Oleh sebab itulah Dara sengaja medatangi nya keruang perawatan lelaki paruh baya itu.
Entah perasaan apa yg Dara rasakan saat itu.. Dia sendiri tak tau... yg pasti dia merasa iba terhadap pria itu.
Saat dia melihat wajah pucat lelaki itu dia merasa benar benar tak tega.. Mungkin karna Dara membayangkan bagaimana jika Ayah nya yg berada di posisi lelaki itu sekarang.
“Selamat pagi Pak.” sapa Dara.
Lelaki itu langsung duduk begitu melihat Dara masuk ruangan nya.
“Pagi Dok.” balas lelaki itu seraya menebar senyuman manis.
“Bagaimana apakah sudah merasa enakan?.” Dara bertanya selayak nya Dokter yg menanyai pasien nya.
“Alhamdulillah berkat bantuan Dokter saya bisa sehat kembali.” sahut lelaki itu yg mengetahui jika tanpa bantuan Dara.. Maka dia tak akan mendapatkan perawatan disana.
“Terimakasih Dok.” sambung nya lagi.
“Saya hanya menjalankan perintah Dr.Farez selaku pemilik dari RS ini.. jadi bapak tak perlu berterima kasih pada saya.” sambil terus berkata Dara memeriksa keadaan pasien nya itu.
“Tapi tetap saja itu semua berkat usaha Dokter.” tutur lelaki itu lagi.
Dara tersenyum.
“Sekarang kondisi bapak sudah lebih baik.. Tekanan darah normal.. kondisi tubuh juga stabil.. kalo bapak mau pulang Bapak bisa pulang nanti siang.” tutur Dara apa ada nya.
“Iya Dok.. Saya sendiri sudah merasa sangat sehat.” sahut nya.
“Tapi rumah saya jauh dari sini.. Saya juga tak punya nomor keluarga yg bisa di hubungi.” jelas lelaki itu.
“Dimana rumah keluarga Bapak?.” Tanya Dara terus terang.
“Di Mataram.”
Dara mengangguk.. Meskipun dia belum lama disana.. tapi memang lumayan jauh dari sana ke Mataram.. kurang lebih harus menempuh perjalanan selama 4 jam.
“Baiklah jika Bapak bersedia.. Nanti pas saya pulang Bapak bisa ikut saya kerumah.. biar nanti suami saya yg akan mengantar kan Bapak pulang.. Apakah Bapak mau?.” Tanya Dara.
“Iya Dok saya mau.” sahut lelaki itu senang.
“Terimakasih banyak Dok.. Anda sangat baik.” lanjut nya lagi.
Dara hanya menanggapi nya dengan tersenyum.
Jadi hari itu.. terpakasa Lelaki paruh baya itu menunggu hingga sore hari baru keluar dari RS.. sebab dia harus menunggu hingga Dara pulang.
Sekitar 16 sore.. Dara pun mengahmpiri kembali lelaki paruh baya itu.
“Mari Pak kita pulang.” ajak Dara.
Lelaki itupun mengikuti Dara.. Dan mereka menuju parkiran RS.
“Maaf Dok.. Kita akan pulang dengan apa?.” tanya lelaki itu bingung... sebab alangkah tak enak nya dia jika harus naik motor dengan istri orang.
“Kebetulan saya bawa mobil Pak.” sahut Dara tersenyum.. sambil menatap wajah lelaki itu sekilas.
__ADS_1
“Saya mengerti apa yg Bapak fikirkan.. Tapi Bapak tenang saja keluarga saya tak akan masalah dengan semua ini.. Bapak juga sudah seperti Ayah bagi saya.” lanjut Dara lebih menyakinkan.. Agar lelaki itu tak ragu lagi.
Lelaki itu hanya mengangguk.
Dara mulai membuka kunci pintu mobil nya.. Dan meminta lelaki itu masuk.. Pria tersebut hanya menurut.
Setelah lelaki itu masuk di bagian belakang mobil nya.. Dara pun mulai masuk dan perlahan menjalan kan mobil nya meninggalkan RS itu.
Hampir setengah perjalanan tak ada sepatah kata pun yg terlontar dari kedua orang yg berada di dalam Lamborghini warna merah itu.
Namun karna tak enak berdiam diri terus Dara mencoba untuk bertanya.
“Maaf Pak.. Boleh saya tanya satu hal?.” tanya Dara.. sambil tetap fokus pada jalanan.
“Iya Dok... Silahkan saja.” sahut lelaki itu.
“Nggak usah panggil saya Dokter Pak kalo di luar RS.. Panggil saja Saya Dara.” tutur Dara.
“Iya Dara.. Kamu mau bertanya apa?.” kata lelaki itu.
“Rumah Bapak kan ada di Mataram.. Lalu kenapa Bapak bisa kecelakaan di dekat RS?.” tanya Dara bingung.
“Saat itu Saya memang sedang berniat untuk mengunjungi anak saya ada disini.. Tetapi ketika saya berjalan turun dari kendaraan umum saya tak menyadari ada mobil di depan saya dan kecelakaan pun terjadi.” Lelaki itupun menjelaskan terus terang.
“Oh.. Bapak punya anak yg tinggal di daerah sini?.” tanya Dara lagi..
“Iya.. Saya punya tiga anak yg tinggal disini.. 2 laki laki dan satu perempuan.. yg perempuan telah menikah dan mempunyai dua anak.” jelas nya.
“Lalu yg laki laki apakah sudah ada yg menikah?.” terus saja pertanyaan di lontarkan Dara.
“Oh begitu.” sahut Dara.
“Lalu Bapak di Mataram bersama siapa?.” tanya Dara lanjut.
“Dengan istri kedua saya dan anak kami yg masih berumur 6 tahun.” jawab nya apa ada nya.
“Istri kedua?.” Dara mengulang kata itu.
“Lalu bagaimana dengan istri pertama Bapak.” tanya Dara
“Istri pertama saya telah lama menikah lagi dengan pria lain.”
“Artinya kalian bercerai begitu.”
“Iya.”
“Lalu anak anak Bapak semua nya tinggal bersama sang Ibu?.” tanya Dara lagi.
“Tidak juga.”
“Lalu?.” Dara makin bingung.
“Mereka bersama Kakek Nenek nya.. Kedua orang tua dari Mantan istri saya itu.” lelaki itu.
“Eem.. Suami saya juga hanya di besar kan oleh kakek & nenek nya kok Pak.” tutur Dara.. Ia masih ingat betul cerita tentang masa lalu suami nya itu.
“Oh iya.. Kalo boleh Bapak tau siapa nama suami kamu?.” Lelaki itu bertanya demikian bukan lantaran kisah yg sama seperti anak anak nya.. akan tetapi karna dulu dia pernah tinggal disana jadi sudah tentu dia banyak kenal orang orang sana.
__ADS_1
“Namanya....” Dara tak sempat menyelesaikan perkataan nya lantaran ponsel nya berdering.
Sekilas dia melirik layar nya.. Dan tersenyum.. kemudian dia menghentikan sejenak mobil nya.. Kebetulan memang dia telah sampai didepan toko milik Ibu mertua nya itu.. tinggal sebentar saja dia sampai eh suami nya sudah menelpon saja.
“Baru saja kita bicarakan dia sudah telpon.” Dara berkata pada lelaki paruh baya yg bersama nya itu.
Lelaki itu tersenyum.. Dara langsung menjawab telpon nya.
“Hallo Sayang.” langsung saja terdengar suara Faozan.
“Iya.” sahut Dara.
“Kamu masih lama nggak pulang nya?.” tanya Faozan
“Eem kayak nya aku bakal nginap nih Sayang soal nya banyak kasus darurat.” Goda Dara.
“Apaaa?.” tutur Faozan kaget.
Dara langsung tertawa.
“Bentar lagi aku sampe kok.. ini juga udah di jalan.” barulah Dara mengatakan yg sebenar nya.
“Ya udah kalo gitu.. hati hati ya.. I Love You.”
“Love You to.” sahut Dara.. kemudian dia menutup telpon nya.
“Apa kalian pengantin baru?.” tanya lelaki itu.. yg membuat Dara langsung tertawa.
“Nggak Pak.. sudah hampir 4 tahun malahan.” jawab Dara sembari mulai melajukan mobil nya pelan.. karna sudah hampir tiba di rumah.
“Sudah punya Anak?.” tanya lelaki itu lagi.
“Belum.” sahut Dara apa ada nya.
“Yg sabar saja ya.”
Dara mengangguk dan memberhentikan mobil nya tepat di depan rumah.
Lelaki tersebut celingak celinguk melihat kesana kemari.. sambil membuka pintu mobil dan keluar.
Dara juga mulai turun dari mobil nya.
“Ada apa Pak?.” Tanya Dara yg melihat kebingungan lelaki itu.
“Ini rumah mu?.” tanya nya
Dara mengangguk.
“Rumah kecil yg dulu ada disini apa kamu tau.” lelaki itu menunjuk tepat pada Barbershop dan toko milik keluarga nya itu.
Dara mengerti apa yg dimaksud lelaki itu.. Pastilah yg di tanyakan nya adalah rumah kakek nya Faozan.
Tetapi siapakah lelaki yg kini berasama nya.. Mungkin kah dia adalah salah satu kerabat nya Faozan.
Ayo kira kira siapa dia??
Pada penasaran nggak nih??
__ADS_1