Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Truth Or Dare.


__ADS_3

" Kita main.." kata Dessy sambil berfikir.


" Main apa?." Tanya Rama tak sabar.


" Aha.. aku punya ide." Dessy berkata sambil memetikan jari tengah nya dan jari jempol nya.


" Gimana kalo kita mai Truth Or Dare."


" Boleh juga tuh." sahut Dara.


" Oke baiklah." sambung yg lain nya juga setuju.


Jadi mereka memutuskan untuk bermain permainan Truth or dare.


Dara mengambil sebuah botol dari belakang rumah nya..& memulai permainan mereka.


Putaran pertama botol nya berhenti tepat di depan Dimaz dan Cintya.


" Kamu pilih jujur atau tantangan?." tanya Cintya pada Dimaz.


" Aku pilih jujur aja." sahut Dimaz.


" Baiklah." sahut Cintya... " Pertanyaan nya.. saat kamu di tembak cewek beberapa bulan yg lalu kamu bilang sudah ada wanita lain dalam hati mu.. lalu siapakah wanita itu?."


" Iya bagus Cin.. karna jujur aku juga penasaran." sambung Candra.


Dara & Faozan saling bertukar pandang mendengar pertanyaan Cintya.. Dessy hanya melirik Dara.. begitu juga dengan Dimaz.. ia menatap Dara dengan pandangan yg tak enak.


Dimaz tak langsung menjawab pertanyaan Cintya.. ia benar² bingung.. jika ia jujur apa yg akan di rasakan Faozan & Dessy.


Namun jika ia berbohong itu artinya dia melanggar peraturan permainan.


Melihat Dimaz yg hanya terdiam.. Rama mulai bicara.


" Ayo jawab Dim.". tegas Rama.


Dimaz menelan ludah nya kasar.. Kemudian menghembuskan nafas dengan pelan.


Sementara Faozan mulai merasa jengah dengan keadaan itu.. sebab dia tau wanita itu adalah Dara.


Dara menyadari kalo Faozan mulai merasa kesal dengan keadaan itu.. oleh sebab itulah dengan pelan Ia meraih telapak tangan Faozan dan digenggamnya erat.. yg mengisyaratkan bahwa Dara ingin membuat Faozan menjadi sedikit tenang.


Faozan mengerti itu.. maka dia akan tetap sabar meski dia memang kesal dengan keadaan itu.


" Baiklah aku akan jawab." Kata Dimaz kemudian.


" Ingat yg jujur." Tutur Dessy.


Dimaz mengangguk.


" Dara lah orang nya." jawab Dimaz terus terang.


" Haaaah." tutur Rama..Candra & Cintya kaget.


Sontak Cintya..Rama & Candra langsung menatap Dara.


Dara hanya tersenyum getir.


Beberapa detik keadaan disana menjadi sunyi senyap.. karna keadaan itu memang menjadi tak nyaman.

__ADS_1


" Apa sebelum ini kamu udah tau Ra.. kalo Dimaz menyintai kamu." Tanya Dessy memecah keheningan.. Dessy hanya tak mau keheningan terus berlanjut sebab ia sendiri tau kalo Dimaz telah menyatakan perasaan nya pada Dara.


" Eem.". Dara menanggapi dengan bergumam kecil.


" Dan Faozan apa kamu juga tau.. tentang perasaan Dimaz yg mencintai kekasih mu?." Tanya Candra.


" Iya Dara sudah menceritakan semua nya.. awal nya aku egois.. tanpa memikirkan persahabatan kalian aku meminta Dara menjauhi Dimaz.. tapi saat itu Dara bersikeras & dia tak ingin melukai Dimaz lebih dalam lagi.. hingga akhir nya aku memahami sudut pandang Dara..& aku menerima Dimaz sebagai teman nya.. bahkan teman ku juga."


Semua orang hanya mengangguk² kan kepala nya.. kecuali Dimaz.. sebab Dimaz merasa sakit mendengar hal itu..


" Lalu sejak kapan kamu tau hal ini Ra?." tanya Cintya.


" Udah lah.. kan cuma satu pertanyaan.. jadi kita lanjut aja atau cukup sampai disini." Tegas Dara.


Jadi mereka memutuskan untuk melanjutkan permainan.


Putaran kali itu botol nya berhenti di Faozan & Candra.


" Kamu pilih tantangan atau jujur.". Tanya Candra pada Faozan.


" Aku juga pilih jujur." Jawab Faozan seadanya.


" Baiklah.. pertanyaan nya.. apa yg membuat mu begitu mencintai Dara hingga kamu bela²in dateng jauh² demi diri nya."


" Iya.. bahkan jika mau jujur Aku & Dessy jauh lebih cantik dari Dara." ujar Cintya PD... tapi dengan nada bercanda.


" Ya elaaah Cin.. kamu jujur banget sich." Dara juga menanggapi dengan setengah bercanda.


" Ehehe." Cintya tertawa pelan.


" Zan jawablah pertanyaan Candra."' Dimaz.. sebab ia juga penasaran.. apa kah jawaban Faozan mengenai Dara akan sama dengan jalan fikiran nya.


" Faozan benar.. & Dalam hal ini Dessy & Cintya hanya menang penampilan saja.". Dimaz menambahi.


" Betul Dim.. aku paham jika jalan fikiran kita sama." tutur Faozan.


" Iya itulah sebab nya kita menyintai orang yg sama.. maaf Zan jika kamu nggak suka kata² ku ini tapi apapun itu nggak akan bisa mengubah perasaan.. & aku hanya mnecoba jujur pada mu." kata Dimaz.


" Aku ngerti Dim." Sahut Faozan dengan bijak.. " Dan Cintya.. Dessy.. boleh aku tanya satu hal pada kalian?.. dan jawaban dari kalian akan berguna untuk ku.. supaya aku bisa menjelaskan pada Candra kenapa aku memilih Dara.. yg hanya biasa saja menurut kalian."


" Silahkan.". sahut Dessy.


Sementara Cintya hanya mengangguk.


" Jika ada 2 orang pria yg mencintai kalian secara bersamaan.. maka kalian akan pilih yg mana?.. ada seorang pria yg tampan tapi miskin.. semetara satu nya lagi tampang pas pas an tapi punya segala nya.. mana yg akan kalian pilih."


" Aku pilih yg pas pas an namun punya segala nya.". tutur Dessy.


" Iya Dessy benar.. karna hidup tak akan kenyang makan tampan & Cinta doank." sambung Cintya.


" Candra apa kamu dengar jawaban mereka.. & apa kah mereka termasuk dalam type cewek idaman kamu?." Faozan bertanya pada Candra.


" Nggak biar bagaimana pun aku ingin punya pacar yg bisa mendampingiku dalam suka ataupun duka dan yg mau diajak dari nol." tegas Candra.. itulah pendapat nya.


" Lalu Rama.. apakah kamu setuju dengan pendapat 2 gadis Cantik ini?." Faozan bertanya pada Rama.


" Terus terang nggak.. karna jika yg mereka cari hanyalah materi.. maka harta hanyalah titipan.. berarti jika suatu saat orang yg mereka pacari atau nikahi jatuh miskin otomatis mereka akan mencari yg kaya."


" Oke.. sekarang aku akan jawab pertanyaan Candra tadi.. kenapa kau begitu menyintai nya hingga aku rela jauh² datang kemari untuk nya.. padahal dia hanya seorang gadis biasa.. iya dari luar Dara hanya seorang gadis biasa.. tapi jika seseorang mengenal nya secara pribadi maka dia akan menyadari kalo Dara bukan gadis biasa.. dia jauh lebih istimewa.. dia yg lebih mementingkan perasaan orang yg dia sayang dari pada diri nya sendiri.. hal itu terbukti saat ia rela berbohong demi tak membuat ku sedih.. dia juga mau menerima aku yg merupakan seorang pria yg mempunyai masa lalu yg sangat kelam.. dulu aku seorang pria yg suka miras.. berjudi.. & bahkan ugal² an.. hanya main perempuan saja yg nggak aku lakuin.. Dara tau sifat ku setelah kami pacaran tapi ia tetap menerima ku.. dia juga tak memintaku berubah.. dia hanya ingin aku menyadari apa yg kulakukan itu salah sebab merusak hidup dan masa depan ku sendiri.. & yg terakhir.. kalian semua pasti tau kan.. disini ada Dimaz yg menyintai nya.. rela melakukan apa saja demi kebahagiaan nya.. tapi Dara tetap menolak cinta nya.. meski dia tau Dimaz punya segala nya dan juga tampan.. namun tetap saja ia memilihku yg jauh dari kata tampan apa lagi kaya.. bisa di bilang aku nggak punya apa².. lalu dengan semua itu jika kalian yg ada di posisi ku... akan kah kalian ikhlas jika kehilangan dia?." kata Faozan panjang lebar & diakhiri dengan pertanyaan.

__ADS_1


Dimaz tersenyum mendengar nya.


Sementara Candra & Rama hanya diam.. benar kata Faozan.. Dara memang nggak cantik jika di banding Cintya dan Dessy.


Tapi dia jauh lebih istimewa di banding Dessy dan Cintya.


" Dan iya biar kau tambahkan lagi.". Dimaz angkat bicara... " Kecantikan wajah akan pudar seiring bertambah nya usia.. namun kecantikan hati tak akan lekang termakan waktu.. sebab kecantikan sejati adalah kecantikan yg berasal dari hati bukan fhisik.. ingat ya Dess.. Cintya.". tukas Dimaz.


Dara hanya menunduk tak enak.. karna mereka jadi berdebat padahal niat nya mau senang².


" Apa kamu puas dengan jawaban nya Candra.. kalo masih kurang jelas biar aku katakan sekali lagi.. Aku sangat mencintai nya karna dia jelek."


Seketika suasana menjadi ceria kembali dengan candaan Faozan.


Semua orang mulai tertawa pelan..


Faozan menatap Dara yg sedang asyik tertawa berasama teman² nya.


Hati nya begitu tenang saat melihat kebahagiaan yg terpancar di wajah Dara.


Setelah itu mereka melanjutkan permainan sampai setiap orang mendapat giliran..


Terakhir permainan berakhir di Rama.


Dan Rama memilih tantangan.


Sementara yg memberikan tantangan adalah Dara.


" Apa tantangan nya Ra.?.". Tanya Teman² nya.


" Tantangan nya.. Rama harus menembak gadis yg ia cintai saat ini juga."


" Aneh kamu Ra.. Gimana kalo cewek nya jauh.". Celetuk Candra.


" Orang nya ada disini kok.. apa perlu aku kasih tau nama nya." Tutur Dara.


" Iya sebutkan saja nama nya.". tutur Dimaz.


" Gimana Ram?.". tanya Dara.


Rama menatap tajam Dara.. ia tak ingin Dara mengatakan kalo selama ini dia menyukai Cintya.. sebab Rama sendiri mulai ragu setelah mendengar pendapat Cintya dan Dessy tadi.


Pantaskah cewek yg seperti itu menjadi pendamping nya?.


" Baiklah.. orang nya... orang nya..". Dara melirik Rama.. Rama menggelangkan kepala nya pelan.." Orang nya aku juga nggak tau.". akhir nya begitu Dara berkata.. yg membuat semua teman² nya kecewa.


Tapi Rama merasa lega..


" Ya eeelaaah Dara payah nih.". kelu teman² nya.


" Maaf ya untuk itu hanya orang yg bersangkutan yg bisa mengatakan nya." Tutur Dara kemudian.


" Jadi tantangan nya gimana donk?." Kata Dessy.


" Di ganti saja.. sebagai ganti nya Rama harus joget ala tiktok lagu entah apa yg merasukimu."


" Ahaha.. setuju banget." sahut teman² yg lain.


Jadi mau tak mau Rama menuruti teman² nya.. dan itu lumayan membuat mereka merasa senang.

__ADS_1


Setelah nya teman² nya pulang.. sebab nanti malam karna malam minggu mereka berencana untuk keluar.


__ADS_2