
Dara.
" Aku tau kita udah ngerencanain semua nya.. tapi aku rasa kamu juga tau kita manusia hanya bisa berencana dan Tuhan lah yg menentukan."
Untuk beberapa detik tak ada sahutan dari Faozan.. namun Dara juga tak bicara ia hanya menunggu jawaban Faozan.
Faozan.
" Iya kamu benar.. ya udah selamat ya semoga samawa.. langgeng sampe kakek nenek.. dan ingat jadilah istri yg baik.. yg patuh pada suami."
Dara.
" Aamiin.. insya Allah."
Faozan.
" Oh iya kapan rencana pernikahan nya?."
Dara.
" Tanggal 07 September."
Faozan.
" Oh artinya 2 minggu lagi ya."
Dara.
" Iya."
Faozan.
" Maaf aku nggak akan dateng.. karna aku nggak akan bisa melihat mu bersama orang lain."
Dara.
" Iya nggak apa² aku ngerti kok."
Faozan.
" Eem.. btw berapa umur calon suamimu?.. dan apa pekerjaan nya?."
Dara.
" 24 tahun.. kerja nya defcolektor."
Faozan.
__ADS_1
" Pantes aja kamu pilih dia.. dia lebih dewasa dan mapan dari ku.. lalu apakah dia lebih kayak juga?."
Dara.
" Kalau kaya nggak.. malahan ia seorang anak yatim."
Faozan.
" Tapi dia beruntung karna kamu lebih milih dia dan kamu nggak nyakitin perasaan nya."
Dara hanya diam mendengar perkataan Faozan yg ia akui kebenaran nya itu.
Faozan.
" Oh iya boleh aku minta sesuatu?." karna nggak ada respon dari Dara tadi Faozan berbicara lagi.
Dara.
" Boleh kalau yg aku mampu."
Faozan.
" Aku juga nggak mungkin minta pesawat atau pun kereta api."
Dara.
Faozan.
" Aku ingin lihat muka kamu untuk yg terakhir kalinya.. bisa kah kita VC.. ini yg terakhir kali nya sebab setelah ini aku nggak akan ganggu kamu lagi."
Dara.
" Baiklah.. bukalah WA mu."
Dara dan Faozan beralih membuka WA untu melakukan panggilan Video.
Saat melakukan panggilan Video itulah Dara tak bisa menahan air mata nya saat ia menatap Faozan yg mencoba tersenyum padahal raut wajah nya sangatlah tidak bersemangat.
Dara merasa bersalah dan sangat jahat.. tapi apa yg hendak di kata semua telah terjadi..
Melihat Dara yg menangis Faozan pun sudah tak bisa memyembunyikan perasaan nya lagi.. maka mengalir lah titik bening dari mata nya.. namun lekas² ia meraih tisue yg ada di dekat nya dan menghapus air mata nya.
Faozan.
" Kamu ngapain nangis sich.. kamu nggak usah merasa bersalah.. sudah lah aku nggak apa².. jangan nangis lagi ya atau aku juga akan terus ikut menangis."
Dara mencoba tersenyum.
__ADS_1
Dara.
" Iya aku nggak akan nangis tapi kamu juga jangan nangis ya.. kan nggak cocok seorang cowok menangis apa lagi karna cewek."
Faozan.
" Aku juga malu di depan mu.. tapi bukan kah cowok juga punya perasaan." kata nya masih dengan suara sedih... " Andai saja saat ini kita dekat.. aku ingin menangis dan memeluk mu."
Dara menanggapi dengan deraian air mata.
Faozan.
" Oh iya nanti kalau suatu saat kamu butuh apapun jangan sungkan untuk bilang padaku.. sebisa mungkin aku akan membantu mu.. dan perlu kamu ingat sampai kapan pun aku akan tetap sayang pada mu."
Dara.
" Iya makasih ya.. maaf pula karna aku telah menyakiti mu."
Faozan.
" Bukan cuma sakit.. tapi sangat sangat terluka."
Dara.
" Hanya kata maaf yg bisa ku katakan untuk saat ini.. dan aku hanya bisa do'an semoga secepat nya kamu bisa ngelupain aku."
Faozan.
" Nggak akan bisa.. mungkin selama nya aku nggak akan pernah pacaran.. dan aku nggak akan menikah seumur hidup ku.. karna aku hanya akan menikah jika itu dengan mu."
Dara.
" Jangan bercanda ah.. nggak boleh bicara begitu." tegur Dara.
Faozan.
" Aku nggak bercanda.. aku serius.. bagiku sudah cukup melihat kamu bahagia.. maka aku juga akan bahagia untuk mu.. aku sudah nggak butuh apapun lagi.. mungkin mulai besok aku juga nggak akan kerja... Karna buat apa aku kerja.. selama ini aku semangat kerja hanya untuk satu tujuan aku ingin secepat nya halalin kamu.. aku ingin punya rumah sendiri buat kita tapi sekarang semua nya sudah berakhir.. dan kalau cuma buat makan aku nggak perlu kerja."
Dara.
" Kamu harus tetap kerja demi masa depan kamu.. masa depan kamu masih panjang.. diluar sana banyak yg lebih baik dari ku.. aku yakin suatu saat kamu pasti mendapatkan yg terbaik.. yg pantas buat kamu.. bukan seorang cewek yg jahat seperti ku."
Faozan.
" Kamu nggak jahat.. bagiku kamu tetap yg terbaik.. dan iya sekarang kamu nggak usah mikirin tentang seperti apa yg terjadi pada ku kedepan nya.. yg harus kamu fikirin sekarang adalah kamu harus bahagia.. dengan begitu aku akan bahagia.. kamu janji ya kamu nggak boleh sedih."
Dara hanya bisa menangis menanggapi itu..
__ADS_1