Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Amnesia Retrogade


__ADS_3

Dara menatap Faozan dengan wajah angkuh nya.. sebab ia jelas² tidak sedang bercanda.


Dara memang tak mengenali Faozan.


" Mana Satya?." Dara malah menanyakan Satya.. tentu saja hal itu membuat Faozan sangat kecewa.


" Benar kamu tak mengenali ku?." Faozan bertanya sekali lagi.


" Iya.. kamu siapa?.. oh aku tau mungkin kamu yg menolongku saat aku kecelakaan tadikan." Dara mempunyai pendapat nya sendiri.


Faozan benar² merasa hancur mendengar nya... Hingga ia tak menanggapi perkataan Dara.


Sebagai ganti nya Faozan memanggil Dokter.


Saat Faozan memanggil Dokter.. kedua orang tua Dara telah kembali dan menemui Dara.


" Ibu..Ayah." sapa Dara sambil tersenyum menatap kedua orang tua nya.


" Syukurlah putri Ayah telah siuman." sang Ayah berkata sambil mencium kening putri nya.


" Bagaimana keadaan mu sayang?." Tanya sang Ibu sambil memeluk Dara.


" Aku udah sehat lah Bu." sahut Dara dengan senang nya.


" Oh iya Ra.. Faozan mana?." tanya Ayah nya Dara yg tak melihat Faozan.


" Faozan siapa Yah?." Dara malah balik bertanya.


" Ah kamu nih.. jangan bercanda.. masa kamu nggak tau Faozan." Tutur Ayah nya.


Dara menatap Ibu nya dengan dahi berkerut.. sedikit pun ia tak tau siapa Faozan.


" Bu.. apakah yg di maksud Ayah adalah pria yg tadi ada disini?." Dara malah bertanya pada Ibu nya.


Ibu nya yg merasa aneh tak bisa menjawab pertanyaan Dara.


Hingga kedua orang tua Dara hanya saling bertukar pandang.


Mereka benar² bingung dengan Dara.

__ADS_1


" Bu.. bagaimana dengan Satya.. apakah dia baik² saja." Sekali lagi Dara menanyakan hal aneh menurut kedua orang tua nya.


" Dara ada apa dengan mu?." Sang Ibu balik bertanya.


" Ibu yg ada apa..dari tadi aku nanyai Satya.. gimana keadaan nya apa kah dia baik² saja."


Saat itu belum sempat Ibu nya Dara bicara.. Faozan masuk bersama seorang Dokter.


Dokter pun segera memeriksa Dara.


" Dara.. apa kamu ingat kenapa kamu bisa berada di RS ini?." Itu pertanyaan yg di tanyakan Dokter.


" Iya Dok.. saya ingat dengan jelas.. saya mendapat sebuah telpon kalo Satya mengalami kecelakaan jadi saya mau menjenguk nya.. namun karna kurang fokus saya mengalami kecelakaan." tutur Dara.. itulah hal terakhir yg ia ingat.


" Apa benar yg di katakan Putri Bapak?." Dokter bertanya pada Ayah nya Dara.


" Tidak Dokter.. itu salah besar." Tegas Ayah nya Dara.


" Aku nggak salah Ayah." Bantah Dara.


Dokter mengernyitkan dahi nya.. kemudian dia meminta Dara untuk melakukan Rontgen bagian kepala.


Setelah beberapa menit hasil Rontgen pun selesai.. & Dokter segera menjelaskan.


" Kapan putri Bapak mengalami kecelakaan seperti cerita nya tadi?." Tanya Dokter itu.


" Kira² dua tahun yg lalu Dok."


" Itu artinya Putri bapak menderita Amnesia Retrogade.. akibat benturan yg keras di kepala nya beberapa waktu yg lalu.. hingga saat ini putri bapak tak mampu mengingat apa saja yg terjadi pada nya selama 2 tahun terakhir ini."


" Amnesia Retrogade?.. Apa itu Dok?." Faozan mulai angkat bicara.


" Amnesia Retrogade adalah yg mengakibat kan penderita nya hanya kehilangan separuh dari daya ingat nya Contoh nya Dara.. ia hanya lupa apa saja yg ia alami selama 2 tahun terakhir ini." Dokter itupun menjelaskan lagi.


" Lalu apakah ini bisa sembuh?." Tanya Ibu nya Dara.


" Tentu saja.. cuma tak tahu cepat atau lambat nya."


" Lalu apa yg harus kami lakukan Dok?." Giliran Ayah nya Dara yg bertanya.

__ADS_1


" Hal yg paling cepat bisa mengembalikan ingatan Dara dengan cara menceritakan detail nya apa saja yg terjadi pada selama 2 tahun terakhir ini.. tapi ingat jangan sampai Dara merasa tertekan sebab akibat nya bisa fatal."


Kedua orang tua Dara & Faozan hanya mengangguk² saja.


Kemudian Dokter pun berlalu meninggal kan mereka.


" Bu apa yg dikatakan Dokter itu.. aku rasa dia salah Bu... Aku sama sekali nggak Amnesia aku ingat segala nya." Tegas Dara


" Tidak Nak.. Dokter itu tak salah.. apa yg kamu ingat tentang kecelakaan yg berhubungan dengan Satya.. itu terjadi 2 tahun yg lalu bukan saat ini.."


" Nggak Yah.. aku nggak mungkin salah." Dara tetap membantah.


" Eem Dara... nak apa kamu ingat siapa dia?." Tanya Ibu nya Dara menunjuk Faozan.


Dara menggelengkan kepala nya.


" Coba kamu perhatikan dia.. nama nya Faozan.. kamu ingat² lagi.. apakah kamu mengenal nya?." Sambung sang Ayah mencoba untuk membantu mengembalikan ingatan putri nya.


Dara menatap Faozan dari ujung rambut hingga ujung kaki.. tapi tetap saja ia tak ingat apapun..


" Faozan.. Faozan." tutur nya sambil mengingat² sesuatu... " Iya rasa nya nama itu nggak asing.. tapi siapa dia?." tanya nya bingung.


" Tentu saja ia tak asing bagi mu.. karna dia adalah calon suami mu." jelas sang ayah.


" Calon suami ku.. itu nggak mungkin.. orang aku pacaran sama Satya." lagi² Satya yg dia ingat.


" Dara.. Satya hanya mantan pacar mu.. tapi dia calon suami mu nak.. kalian akan menikah sebulan lagi.. bahkan segala sesuatu nya telah kalian siapkan." tutur sang Ibu.


" Mana mungkin Bu.. aku nggak akan menikahi pria yg nggak aku kenal.. Ibu & Ayah nggak boleh main jodoh² in aku kayak gini.. aku akan hanya menikah dengan Satya.. bukan dengan nya." kata Dara dengan kasar nya.


Faozan hanya bisa diam dengan keadaan itu... ia sudah tak bisa berbuat apapun lagi.. perasaan nya benar² hancur.


" Dara Cukup.." Ibu nya Dara mulai merasa kesal..


" Bu." Tegur Faozan.. sambil menatap wajah ibu nya Dara dan menyentuh bahu nya.


" Bu jangan paksakan Dara.. biarkan dia tenang dulu.. bukan kah Dokter sudah bilang Dara tak boleh mendapat tekanan." lanjut Faozan lagi.


Ibu nya Dara menatap Faozan dengan rasa iba.

__ADS_1


" Kami harap kamu bisa bersabar nak." Ayah nya Dara berkata sambil menepuk pundak Faozan.


Faozan hanya mengangguk.


__ADS_2