Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Penasaran.


__ADS_3

20 menit kemudian.. Semua teman teman Dara berdatangan kerumah Dara.. karna mendapat telpon dari Faozan tadi.


Mereka juga ingin tau dari mana Dara.. hingga pamit nya cuma bilang ada urusan.


Mungkinkah Dara pergi menemui Satya di kantor Polisi.?


Itulah yg menjadi pertanyaan semua orang.


Namun 30 menit kemudian.. terdengar suara motor memasuki halaman rumah.


" Asalamualaikum.". terdengar suara Dara mengucap salam.


Faozan bergegas membuka pintu.


" Waalaikum salam." sambil membuka pintu.


dengan menatap tajam wajah Dara.


Dara mulai masuk ke dalam rumah.


" Dari mana aja kamu.. pergi nggak bilang.. ponsel juga nggak di bawa.". Faozan langsung menyergap nya dengan pertanyaan itu.


Dara tersenyum menatap Faozan.


" Aku habis dari Apotik.". sahut Dara.


" Apotik?.. beli obat untuk siapa?.". Tanya Faozan lagi.


" Aku nggak beli obat.. cuma beli Formalin."


Faozan makin tak mengerti maksud Dara.


" Formalin buat apa?."


" Buat ngawetin cinta kita... Ahahaha." Dara menjawab sambil tertawa.


" Ini nggak lucu.. aku nggak lagi bercanda." tegas Faozan.


Dara tak menanggapi perkataan Faozan karna ia melihat teman teman nya sudah berkumpul disana.


" Wah udah pada ngumpul nih." sapa Dara pada teman teman nya.

__ADS_1


" Kamu dari mana pengantin baru.. tuh suami mu panik nyariin sampe kita semua di telpon nya." sahut Cintya.


Dara tersenyum menatap Faozan.. ia tak menyangka Faozan akan secemas itu.


" Ngapain kamu hubungi mereka?.". Dara bertanya pada Faozan.


" Ya aku bingung aja kamu kemana.. ibu bilang kata nya kamu ada urusan.. urusan apa sampai kamu tak bisa pergi setelah aku bangun.. atau tak bisa nunggu aku bangun dan mengantar mu.. atau kah urusan rahasia." sahut Faozan dengan nada curiga.. " Sampai kamu harus meninggal kan ponsel mu agar tak di ganggu."


Dara tersenyum sinis mendengar nya.. ia tau sifat Faozan.. pasti Faozan mikir nya ia sengaja tak membawa ponsel nya itu karna mau bertemu pria lain..


" Udah dech.. nggak usah mancing mancing.. aku hanya ada urusan sebentar tadi.. aku nggak nunggu kamu bangun itu karna takut kesiangan.. aku juga bukan sengaja tak membawa ponsel.. tapi ketinggalan tadi." Dara mulai memberi penjelasan.


" Oke.. tapi urusan apa itu?.". Tanya Faozan.


" Ntar aja lah." sahut Dara.. kemudian ia duduk di sofa yg ada di ruang tengah itu.


" Katakan pada ku.. apa kalian semua datang kemari karna di suruh Faozan?.". Dara bertanya pada teman teman nya.


" Nggak sich.. ini kemauan kami sendiri... kami kesini karna heran aja kamu kemana sampai Faozan mencari mu." Dimaz yg menjawab nya.


" Oh begitu.. aku hanya keluar sebentar tapi kalian udah begitu cemas pada ku.. seperti nya kalian sangat peduli pada ku ya." tutur Dara tersenyum.


Semua teman teman nya tertawa mendengar itu.. namun tidak dengan Faozan.. ia masih penasaran kemana Dara pergi tadi.


" Honeymoon buat apa?." sahut Dara datar... " cuma buang buang waktu dan juga buang buang uang saja."


" Ya elaah Ra.. kapan lagi mau senang senang coba." ujar Cintya.


" Seneng seneng nggak mesti harus honeymoon kan.. mungkin buat sebagian orang honeymoon itu penting.. tapi nggak untuk ku.. sebab menurut mau honeymoon kek mau nggak kek.. rasa nya akan tetap sama saja.. hanya suasana nya saja yg berbeda... Dari pada habisin uang buat honeymoon lebih baik uang nya di tabung buat masa depan.. ingat dengan menikah itu artinya hidup kita baru saja di mulai.. masih banyak masalah dan cobaan yg akan kita hadapi nanti.. lebih baik bersiap diri untuk menghadapi itu semua." jelas Dara panjang lebar.. iya itulah prinsif nya.


" Iya iya.. suka suka kamu ajalah." tutur Dessy.


" Tapi btw.. gimana semalam asyik nggak?" tanya Cintya jahil.


" Apa nya yg asyik??" Dara pura pura tak tahu maksud dari pertanyaan Cintya.


" Iya malam pertama kamu lah." Sambung Dessy.


" Rasa nya aku sangat lelah & cape jadi ya udah setelah aku bicara sebentar dengan suami ku.. aku tidur." jawab Dara terus terang.


" Masa sih Ra." Tanya Cintya tak percaya.

__ADS_1


" Tanya aja orang nya.. tuh masih hidup."


" Benar Zan.. kalian nggak ngapa ngapain semalam?.". Candra bertanya pada Faozan.


" Ngapa ngapain apa.. orang kami tidur." jawab Faozan.


" Jadi bener nih kalian belum gitu gituan?." Rama juga mulai penasaran.


" Gitu gituan apa?.". Dara pura pura tak mengerti.


" Ya itu hubungan suami istri." Tutur Dessy blak blakan.


Mendengar perkataan Dessy.. Dara & Faozan hanya hanya saling menatap.


Mereka memang tak melakukan nya semalam.. tapi bukan berarti mereka belum berhubungan badan.. namun nggak mungkin kan mereka cerita pada teman teman nya masalah seperti itu.


" Kok kalian diem.. ayoo.. kalian pasti sudah melakukan nya kan." Kata Dessy dengan setengah meledek.


Dara hanya membulat kan mata nya.


" Gimana rasa nya Ra?.". Tandas Cintya.


" Kamu mau tau?.". Dara berkata pada Cintya.


" Iya.. ayo cerita donk." Sahut Cintya antusias.


" Sini aku bisikin.". Tutur Dara..


Cintya pun mendekatkan telinga nya ke arah mulut Dara.


" Mau tau rasa nya?". bisik Dara pada Cintya.


Cintya mengangguk.


" Buruan nikah.". Teriak Dara di sisi telinga Cintya.


Cintya langsung terkaget... sambil menutup telinga..


Dessy.. Rama.. Candra.. Dimaz.. hanya tertawa mendengar nya.


" Iseng banget sih Ra kamu jadi orang." keluh Cintya..

__ADS_1


" Kamu juga iseng kan.. masa iya nanya nanya yg aneh gitu." Faozan yg menjawab nya.


Lagi lagi teman teman yg lain hanya tertawa.


__ADS_2