Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Jadian.


__ADS_3

Lagi² Ifan mendapati Dara hanya diam & menatap nya.. hingga lagi² iya harus memanggil nya..


" Well.. jawab donk.. jangan diem aja.." kata Ifan kemudian..


Dara tersenyum lembut..


" Kok malah senyum.. ayo jawab.." Ifan mulai nggak sabar..


" Yg mana harus aku jawab.." Dara malah menggoda nya..


" Udah dech.. nggak usah becanda kenapa sih.. aku lagi serius nih.." Ifan mulai kesal.. " Dara kamu mau jadi pacar aku atau nggak.." ucap Ifan setengah berteriak.. sampai ada yg mendengar & menatap kearah mereka..


" Iiih.. pelankan suaramu.. emang kamu nggak malu apa.." kata Dara sambil menatap tajam Ifan.


" Biarin... justru kalo kamu nggak jawab.. aku akan teriak & bilang kalo aku cinta kamu.." sahut Ifan menggoda..


" Silahkan kalo kamu berani.." Malah di tantang ama Dara


" Baiklah.. 1.. 2.. 3... Daa......aaa.." belum sempat Ifan melanjutkan bicara nya Dara udah menutup mulut nya dengan tangan nya..


" Kamu benar² gila.." Dara berkata kemudian.. tapi ia tak mendapat respon apapun dari Ifan.. giman Ifan mo merepon orang mulut nya masih tertutup tangan Dara.


karna nggak ada respon dari Ifan Dara mulai bicara lagi..


" Duuuh... malah diem.." keluh nya.. yg tak menyadari bahwa tangan nya masih menutupi mulut ifan..


" Eeeeemm... eemmm.. eemm.. " hanya itu yg bisa di gumamkan Ifan.. Dara tertawa pelan menyadari itu.. dengan cepat ia melepas tangan nya..


" Uppz... sorry.. " kata Dara tersenyum..


" Gimana aku mau bicara orang mulut aku kamu tutup..". Ifan mulai bicara.. Dara tertawa pelan menatap wajah Ifan.. Ifan pun menatap lekat Dara.. hingga mata mereka saling bertaut..


" Mau kan jadi pacar aku..??." Ifan bertnya lembut.. selembut pandangan mata nya yg menatap lekat Dara.


Dara hanya mengangguk..

__ADS_1


" Benar..??.. " tanya Ifan untuk meyakinkan..


" Eem.." jawab Dara malu².


" Asyik.. yes.. yes.." kata ifan kegirangan... sumpah dia kayak anak kecil... Dara sampai cekikan melihat nya..


Menyadari itu.. Ifan merasa malu.. lekas² ia mengalih kan pembicaraan..


" Eem.. Well.. " panggil Ifan.. Dara hanya menoleh.. " Boleh minta sesuatu.."


" Kalo aku mampu.." jawab Dara... " sebab kalo kamu minta pesawat.. mobil.. motor.. atau kereta api.. aku nggak akan sanggup.."


Lagi² Ifan tersenyum mendengar candaan Dara.


" Aku hanya minta kamu setia.." tegas Ifan.


" Insya Allah.. kamu percaya sama aku.. aku nggak akan pernah mau nyakitin kamu.." jawab Dara.


" Iya aku percaya.. makasih yach Well..". dengan sigap Ifan meraih tubuh Dara & untuk beberapa lama Ifan memeluk nya.. Tapi Dara hanya diam.. dia tak membalas.. namun juga tak menolak.


" Rese.. pulang yoook... udah sore nih.."


Ifan melihat arloji nya... & benar saja... jam sudah menunjuk pukul 15:30..


" Baiklah... " sahut ifan kemudian...


mereka pun segera meniggalkan taman tersebut. & beranjak pulang..


Perjalanan x itu mereka tidak hanya diam..


" Rese.. boleh aku tanya..???." Dara memulai pembicaraan.


" Apa Well.." jawab Ifan.


" Kenapa kamu pergi tanpa pamit.. itupun secara mendadak.. tanpa memberitahu siapapun.. aku yakin alasan nya bukan karna itu permintaan nenek kamu seperti kata mu kemaren.." Dara mengeluarkan apa yg selama ini menjadi pertanyaan nya..

__ADS_1


" Baiklah aku akan bicara jujur.. aku pergi untuk menghindari kamu.."


belum selesai Ifan bicara Dara sudah memenggal nya..


" Menghindari ku.. kenapa??.."


" Aku nggak mau merusak hubungan mu dengan Satria.. karna aku tau saat itu kamu masih pacaran sama Satria.. tapi kamu & dia sering bertengkar cuma gara² aku... kamu selalu membela ku.. & itu membuat Satria sangat marah.. "


" Tapi pada dasar nya aku & Satria bertengkar nggak selalu gara" kamu.." Dara menyela.


Satria adalah mantan pacar Dara.. yg baru putus 2 minggu yg lalu.


" Meski begitu.. aku ngerasa jadi PHO ( perusak hunbungan orang.).. apa lagi saat aku mulai menyadari.. sama seperti diriku.. kamu juga punya persaan yg sama terhadap ku.."


" Dari mana kamu tau itu..". tanya Dara menyela lagi.. Ifan menatap Dara sejenak lalu fokus ke jalanan.


" Saat kamu dateng ke rumah ketika kakak bilang aku mengurung diri di kamar lantaran merasa cemburu melihat chatt kamu dengan orang² grup WA kita.. Disana aku melihat kalau kamu begitu cemas n khawatir terhadap ku.. & aku yakin itu bukan perasaan yg hanya sebatas teman.."


" Oh begitu.."


" Iya.. karna itulah.. aku mutusin buat nge jauh.. agar aku nggak jadi PHO.. aku ingin mencoba untuk melupakan perasaan ku padamu.. karna aku nggak mau merusak kebahagiaan mu.. tapi nyata nya.. menjauh darimu justru membuat aku semakin merindukan mu.. & membuat perasaan ini makin dalam.."


" Owah.." Dara menyela & tersenyum..


" Dan beberapa hari yg lalu.. aku dengar kamu & Satria sudah putus.. jadi aku rasa ini adalah kesempatan ku untuk bisa bersama mu.. jadi buru² aku kembali kesini.. sebelum ada yg mendahului ku.." kata Ifan juga tersenyum menatap Dara.


" Jadi begitu cerita nya..". sahut Dara kemudian..


" Senangkan karna kamu berhasil membuat aku jatuh cinta padamu.." goda Ifan..


" Idih... apaan sih.." Dara menjawab sambil tertawa pelan.. Ifan juga tertawa..


begitulah.. mereka berbicara terus sampai Dara tiba dirumah..


hari itu mereka sangat bahagia.

__ADS_1


__ADS_2