Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Kejujuran 2


__ADS_3

Setelah beberapa saat barulah Dara mulai bicara.


Dara.


" Udah dech nggak usah ungkit² masalah itu lagi kenapa sich." tegas nya.


Faozan.


" Gimana aku nggak ungkit coba.. kamu itu benar² nyakitin.. dan saat aku tanya alasan nya kamu dengan gampang menyalahkan aku.. bilang karna aku nggak ada waktu lah.. nggak peduli lah dan malah nuduh aku sibuk bersama orang lain.. keterlaluan nggak yg kayak gitu coba?." Faozan bicara tegas namun juga lembut agar Dara tak marah.


Dara.


" Ehehehe." Dara tertawa pelan..


Faozan.


" Malah ketawa senang ya karna kamu berhasil membuat aku sakit hati dan bertindak seperti seorang pengemis yg meminta untuk selalu bersama mu." Kata nya lagi.. dengan serius namun juga ada nada bercanda nya.


Dara.


" Maaf kan aku." lagi² Dara mulai menangis.


Faozan.


" Kok jadi sedih gitu sich.. udah kamu nggak salah kok.. lagian tadi aku hanya bercanda.. mungkin selama ini aku memang kurang perhatian sama kamu.. tapi mulai sekarang aku janji aku akan berusaha sebaik mungkin agar kamu tak merasa diabaikan lagi.. Sesibuk apapun aku.. aku akan berusaha untuk tak mengabaikan mu lagi.. karna aku nggak amu kehilangan kamu yg kedua kali nya."


Dara.


" Kamu nggak salah.. tapi akulah yg salah.. aku yg telah berbohong pada mu." pembicaraan nya diiringi dengan deraian air mata.


Faozan.


" Bohong soal apa?.. apakah masih ada sesuatu yg kamu sembunyikan dariku lagi?." Faozan bertanya bingung.


Dara.


" Iya.. sebenar nya aku hanya boong tentang pernikahan ku itu.. semua kata pernikahan itu nggak ada itu hanya lah karangan ku saja.. jangan kan mau menerima lamaran dari orang lain.. aku bahkan nggak akan terima pernyataan cinta dari lelaki lain selama aku masih pacaran sama kamu.. karna sedikitpun aku nggak akan mau menyakiti mu.. maaf atas ke bohongan ku ini.. aku tau kamu sangat benci kebohongan.. maka dari itu aku sudah siap jika sekalipun kamu ingin mengakhiri hubungan kita." kata nya terbata.


Faozan.


" Tapi aku yg nggak siap kehilangan kamu.. yg aku nggak ngerti kenapa kamu berbohong pada ku.. apakah untuk melihat seberapa besar perasaanku padamu atau karna alasan lain?." tanya nya.


Dara.


" Aku berbohong pada mu.. supaya kamu membenciku dan menjauhiku..."


Faozan.


" Kenapa kamu ingin aku menjauhimu dan membencimu?." Faozan menyela tak sabar.


Dara.


" Karna aku ngerasa aku ini nggak pantas buat kamu.. aku ini hanya seorang cewek yg sakit."

__ADS_1


Faozan.


" Tapi aku nggak pernah mempermasalahkan semua itu.. dan aku juga sudah bilang aku terima kamu apa ada nya bukan ada apa nya.. dan mengenai kebencian kamu fikir gampang mengubah rasa sayang menjadi benci.. itu nggak mudah jika mudah aku pasti sudah bisa melupakan mu.. namun itu sulit."


Dara.


" Iya aku tau.. maka nya aku minta maaf karna aku telah berbohong pada mu."


Faozan.


" Kali ini aku maaf in kamu.. karna aku lagi senang sebab kamu nggak jadi nikah sama Rafly."


Dara.


" Jangan kan mau nikah cowok yg nama nya Rafly aja aku nggak kenal.. aku hanya ngarang saja nama itu."


Faozan.


" Untuk kali ini kamu pintar juga bohong nya.. aku sampai 100% percaya pada mu.. aku rasa kalau kamu jadi penulis novel kamu pasti bisa.. karna kamu pinter ngarang cerita."


Dara.


" Eheheheh.. maaf."


Faozan.


" Ya udah nggak apa².. yg penting jangan bohong lagi untuk kedepan nya."


Dara.


Faozan.


" Aku pegang janji mu.. dan iya sekarang gimana perasaan mu setelah mengatakan semua rahasia yg selama ini kamu sembunyikan dariku?."


Dara.


" Aku merasa lega.. nggak seperti sebelum nya aku sering merasa takut sendiri.. kamu ingat saat kamu lagi batuk filek.. disana aku suruh kamu minum obat.. terus apa jawaban mu.."


Faozan.


" Aku bilang aku nggak apa².. dan aku nggak butuh obat karna penyakit ku ini nggak separah penyakit mu." Jawab Faozan dengan benar.


Dara.


" Eem.. jujur disana kau sempat kaget.. kenapa tiba² kamu bicara begitu.. mungkin kah ada dari salah satu admin di grup kita yg memberitahumu tentang penyakit ku.."


Faozan.


" Oh.. pantes kamu langsung bertanya apa maksud ku bicara begitu."


Dara.


" Iya dan aku lega saat kamu bilang.. kamu bicara gitu karna kalau aku sakit pasti kalau nggak masuk Rumah Sakit nggak sembuh."

__ADS_1


Faozan.


" Eem.. itu emang benar kan.. tapi jujur aku kecewa pada mu.. kamu memberitahu teman² kita di grup kalau kamu sakit tapi merasahasiakan nya dari ku.. apakah aku ini nggak penting bagimu.. ataukah aku ini orang asing bagimu.. hingga kamu nggak mau berbagi duka mu pada ku?." kata nya dengan nada kecewa.


Dara.


" Nggak seperti itu.. tolong jangan salah paham.. aku memang memberitahu para admin tentang kondisi ku.. karna mereka bertanya dan aku nggak bisa bohong..."


Faozan.


" Tapi bisa bohong pada ku yg merupakan pacarmu sendiri." Faozan memotong bicara Dara tegas.


Dara.


" Aku ngelakuin itu semua karna aku nggak mau kamu kefikiran dan merasa khawatir.. cuma itu doank kok.. bahkan tadi kalau aku bisa mengelak aku nggak mau ngasih tau kamu.. karna kau kenal kamu.. kamu pasti merasa cemas dan khawatir dan aku nggak mau itu.. hanya itu saja alasan nya nggak ada yg lain."


Faozan.


" Itulah yg aku nggak ngerti kamu lebih memilih memberitahu teman² yg jelas² mereka tetap bersikap biasa saja.. dari pada aku yg jelas² pasti khawatir dan peduli pada mu."


Dara.


" Justru karna aku tau kamu peduli dan sayang padaku.. aku yakin kalau kamu pasti juga merasa sakit saat mengetahui semua ini... apakah yg ku katakan ini salah?."


Faozan.


" Nggak.. kamu benar.. tapi sebelum nya kita pernah janjikan.. bahwa nggak akan ada rahasia apapun diantara kita.. lalu kenapa kamu melupakan itu dan merahasiakan hal sepenting ini."


Dara.


" Hanya ada satu alasan nya yaitu karna aku nggak mau kamu sedih.. dan aku berharap kamu bisa melupakan aku secepatnya.. itulah mengapa aku memilih berbohong dan mengatakan bahwa aku akan menikah.. aku bahkan menyuruh mu untuk telponan dan chatt an sama cewek lain.. aku hanya ingin kamu bahagia."


Faozan


" Sayang nya kebahagiaan ku hanya saat bersama mu dan aku rasa kamu juga tau itu kan."


Dara.


" Iya karna itulah aku bertanya pada mu apa yg akan kamu lakukan jika kamu mempunyai pacar yg tengah sakit parah.. dan jawaban mu membuat ku lega.. bahkan aku membuktikan nya sendiri saat ini.. jujur aku beruntung banget karna punya pacar kayak kamu."


Faozan.


" Ehehe.. lebay nya mulai keluar."


Dara.


" Nggak apa² kan orang aku lebay sama pacar aku sendiri bukan sama orang lain."


Faozan.


" Pinter nya kesayangan ku."


Setelah bicara demikian Faozan menyuruh Dara untuk istirahat.. karna ia sadar betul Dara tak boleh lelah dan banyak berfikir apa lagi sedih.

__ADS_1


__ADS_2