Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Ultah Dara.


__ADS_3

Setelah Dara memutuskan untuk mengambil jarak dan menjauhi Dimaz.. menurut Dessy.. Dimaz sangat sedih.. tapi Dara tak bisa berbuat apapun.. bahkan ia menyuruh Dessy untuk memanfaatkan kesempatan itu dan mendekati Dimaz.. namun Dimaz tetap bersikap biasa pada Dessy.. bahkan ia menolak secara terus terang.


Dimaz mengatakan kalau ia mencintai orang lain... tapi entah siapa orang lain itu.. mungkin kah benar² Dara yg ia cintai??.


Tanggal 8 Oktober.. artinya pas jam 12 nanti malam adalah Ultah Dara yg ke 22 tahun.


Dessy.. Dimaz.. Candra.. Rama..dan Cintya telah menyiapkan kejutan untuk Dara.. hari ini sengaja mereka tak menghubungi Dara.. karna tak ingin membahas apapun.


Dara sendiri sudah tau kalau nanti malam adalah Ultah nya.


Yg ia fikirkan adalah Faozan.. apakah Faozan akan ingat kalau nanti malam adalah Ultah nya.


Dara tak tau.. tapi sekedar memberi jalan sekitar jam 20 WIB.. Dia mengirim sebuah chatt pada Faozan..


" Aku punya PR buat kamu.. besok tanggal berapa n bulan berapa?." itu isi chatt Dara.. Dara yakin Faozan pasti bingung dengan pertanyaan nya itu.


Tak ada respon dari chatt Dara tersebut.. meski sudah lama di read.


Dara yakin banget kalau Faozan pasti lupa.. secara ia kan sibuk dengan pekerjaan nya dan segala urusan untuk keberangkatan nya ke Malaysia Desember mendatang.


Tepat jam 12 malam.. Dara di bangunkan oleh ke 5 teman nya.. di berikan kejutan Ultah..


" Happy birthday to you 3x." teman² Dara menyanikan lagu itu bersama².. dengan sebuah kue ditangan Dimaz.


Dara bangkit dari tempat tidur dan tersenyum.. ia senang melihat teman² nya ada bersama dia dan keluarga nya.


" Kok cuma senyum² doank.. ayo dunk bangun dan tiup lilin nya." Dimaz mulai berkata.


Dara berdiri dan menghampiri ke 5 teman nya.. dan..


Brrukk..


Dara memeluk ke 5 teman nya sekaligus.. yg membuat mereka sangat kaget.


Kemudian dengan melompat kecil ia mulai bicara.


" Makasih ya untuk semua nya.. aku bersyukur banget punya teman² sebaik kalian." Dengan senyuman terukir di bibir nya.

__ADS_1


Ke 5 teman nya juga tertawa melihat tingkah Dara yg menurut mereka sangat kekanakan.


" Udah tiup lilin nya dulu.. ntar bicara lagi." Dimaz bicara lagi.


" Tunggu.. Ibu.. Ayah dan Defano mana?." tanya nya.. karna kalau kakak nya Daniel sudah berada di rumah yg berbeda ia sudah punya rumah sendiri bersama istri nya.


" Happy Birthday." Ucap Defano.


" Selamat Ultah sayang." itu kata kedua orang tua nya.


Karna semua orang terdekat nya sudah berkumpul tanpa menunggu lagi Dara meniup lilin dan memotong kue nya.


Saat itu Dara memberikan potongan kue pertama nya untuk sang Ibu.. dan itu yg membuat teman² nya tertawa.


" Iiih harus nya potongan pertama itu buat orang yg kamu sayang.. alias pacar kamu." Celetuk Candra.


" Lalu kenapa aku juga sayang Ibu kok." sahut Dara tak mau kalah.


" Bilang aja karna pacar kamu itu jauh... coba kalau dia ada disini pasti kamu kasih yg pertama." sambung Cintya.


" Kalau seperti itu pacar kamu benar² kelewatan Ra." Dimaz menambah minyak diatas api.


Dara terdiam sejenak mendengar semua itu.. nyata nya semalam chatt Dara sama sekali nggak direspon oleh Faozan.. seperti nya Faozan memang lupa akan Ultah Dara..


Maka siap² lah ia untuk menerima kemarahan Dara.


" Udah lah ngapain sich bahas dia.. justru di hari yg sangat penting bagiku." ucap Dara kemudian.


" Benar tuh yg dikatakan Dara.. lupakan orang asing.. toh kita disini untuk menemani Dara." ujar Dessy.


Semua orang hanya mengangguk.. dan bergantian memberi ucapan selamat Ultah dan memberikan kado yg telah mereka persiapkan masing².


Sesaat Dara sangat senang mendapatkan kehangatan dari keluarga dan teman nya.


Namun beberapa detik kemudian senyum kebahagiaan nya tergantikan oleh deraian air mata saat Do'a yg di ucapkan oleh semua orang mempunyai harapan yg sama.. yaitu semoga Dara lekas sembuh dan bisa seperti dulu lagi.


Ia berfikir mungkinkah ini akan menjadi Ultah yg terakhir bagi nya.. akan kah ia bertemu hari Ultah nya lagi di tahun depan.

__ADS_1


Itulah yg membuat hati nya bagai disayat²..


Semua orang mengerti mengapa Dara jadi sedih begitu.. hingga mereka memberi semangat untuk Dara agar Dara bisa tersenyum kembali.


" Ibu yakin Putri Ibu pasti akan sembuh.. dan Ibu juga sangat berharap di Ultah nya yg ke 23 nanti dia sudah memiliki seorang pendamping." ibu nya berkata dengan tersenyum.


" Insya Allah Bu." jawab nya mulai tersenyum.


" Nah senyum gitu donk.. kan enak liat nya.. nggak ditekuk muka nya." Dimaz menambahi.


" Iya kayak pakain kusut." Sambung Cintya.


Dara mulai tertawa pelan.. kemudian mereka berbincang dan bercanda hingga pagi hari..


Pagi hari Dara baru ingat untuk melihat ponsel nya.. saat itu teman² juga sudah pulang.


Saat ia membuka ponsel nya sudah ada beberapa pesan dari Faozan.


" HBD sayang.. semoga apa ya kamu semogakan tersemogakan.. tetap lah mejadi yg terbaik untuk ku."


" Semoga cepat sembuh dan jangan pernah putus asa.. ingatlah ada aku yg selalu membutuhkan mu."


" Dan HBD sekali lagi.. semoga makin gedok ya."


Dara langsung tetawa membaca nya..


' Masa iya makin gedok.. kamu ada² aja gedok.' ia bergumam sendiri.. gedok adalah nama panggilan mereka sekarang.


Gedok itu diambil dari bahasa sasak yg arti nya Budek.. itu semua karna saat mereka bicara Dara sering nggak dengar lantaran sinyal saat mereka bicara kurang bagus..


Dara nggak terima ia sendiri yg di panggil gedok... maka nya ia juga memanggil yg sama pada Faozan.. apa lagi saat Faozan bicara sama kakak perempuan nya dan Dara mendengar saat itu Dara sendiri sudah dengar apa yg dikatakan kakak nya Faozan tapi Foazan malah bertanya apa?.


Disanalah Dara ngatain Faozan habis² an dan bilang Foazan yg Gedok.. bukan dia.. Faozan pun mengalah demi membuat Dara merasa senang..


Maka dari itulah Dara selalu memanggil Faozan dengan sebutan Gedok.. jadi sekarang Gedok adalah panggilan sayang mereka..


Sangat aneh bukan.

__ADS_1


__ADS_2