Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Galau.


__ADS_3

Sejak dari keberangkat Faozan Dara selalu menatap ponsel nya menunggu kabar dari laki² itu.. Namun malam pun telah berlalu dan mentari sudah terbit lagi.. tetapi satu pun tak ada pesan ataupun telpon dari Faozan.. Apakah Faozan sudah melupakan Dara karna dia begitu nyaman disana.. atau justru disana Faozan telah menemukan pengganti Dara.


Entah lah hanya Faozan yg tau jawaban nya.


Lagi² air mata menetes dipipi Dara.. saat ia menyadari sudah 2 hari 1 malam tak ada kabar mengenai Faozan.


Dara duduk sendiri sambil mendengarkan musick untuk menghibur hati nya yg kini begitu galau.


Dimanapun kau berada


Kau selalu kucinta


Walau tak bersama.


Sepenuh hati padamu


Ku cinta dengan jiwa.


Tak ingin jauh darimu


Rindu tiada terkira.


Gerimis melanda hati


Terlalu ku mencintai.


Tak rela melepasmu pergi


Tak rela bila harus terjadi.


Haaahaahaa 4x


Jarak memisahkan kita


Ku takut kau tak setia


Curiga menguras jiwa


Ku ingin selalu bersama


Dengan orang yg kucinta


Tak sanggup jauh terpisah.


Walaupun aku percaya

__ADS_1


Jodoh tak kan kemana


bila Tuhan menakdirkan


Pasti di beri jalan.


🎵Gerimis melanda hati.. Erie susan.


Sambil mendengar kan lagu itu Dara ikut menyandungkan lagu nya.. dengan titik bening di mata nya.


Dara yg terhanyut pada lagu tersebut tersadar saat seseorang memanggil di depan pintu kamar nya dan itu adalah suara Dessy teman nya.


Ia menepis air mata nya dan membuka pintu kemudian menemui teman² yg kini berkumpul di ruang tamu.


" Hy.. sorry aku nggak dengar suara kalian tadi karna aku lagi denger musick." Dara berkata saat sudah di dekat teman² nya.


" Iya nggak apa² kami ngerti.. kamu lagi galau." Sahut Dessy.


Dara hanya tersenyum getir.


" Galau kenapa?.". tanya Rama.


" Yaelah Ram.. emang nya kamu nggak tau kalau Dara di tinggal ama pacar ke Malaysia." tukas Cintya.


" Udah Ra.. cari yg dekat aja kenapa sich.. masih banyak yg suka ama kamu." tutur Dimaz.


" Kalian dateng kemari untuk menghibur ku atau justru makin membuatku pusing." ketus Dara.. " Udah dech kalian nggak usah pada sewot aku bisa ngurus diriku sendiri."


" Iya iya.. udah lupain itu lebih baik hari ini kita jalan² aja.. mumpung Dimaz bawa mobil." ajak Dessy.


" Mau kemana Des.. kamu tau kan kalau Dara nggak bisa kelelahan." tukas Dimaz.


" Nggak apa² kok Dim.. ayo kalau mau pergi aku juga boring di rumah aja." Dara setuju dengan ide Dessy.


" Oke... tapi kamu mau kemana Ra?." tanya Dimaz yg memprioritaskan Dara.


" Taman Patih Galung boleh tuh." Jawab Dara.


Akhir nya mereka pergi ke TPG.. dengan mobil Dimaz.


Saat disana Dara lebih senang duduk sendiri.. ia ingin menenagkan hati nya yg sedang Galau.. dengan menikmati suasan Taman yg asri dan juga tenang.


Dimaz yg melihat Dara hanya sendiri segera menghampiri nya.


" Gegana ya?." Goda Dimaz saat sudah ada di dekat Dara.

__ADS_1


Dara menoleh dan tersenyum mendengar perkataan Dimaz yg terdengar meledek nya.


" Apaan sich Dim.. nggak lah.. aku hanya ingin menikmati suasana Taman ini aja." bantah Dara.. padahal memang benar ia lagi galau.


" Eem Ra." Panggil Dimaz.


" Iya." Dara menjawab dengan menatap Dimaz sekilas.


" Apa kamu yakin tetap akan menunggu pacar kamu yg jauh itu."


" Iya.. kenapa emang nya Dim?."


" Nggak apa² Ra.. cuma menurut ku kurang logis aja.. kamu bela² in nunggu dia.. sedangkan yg didekat sini ada yg sangat mengharapkan mu.. apakah kamu nggak mau mencoba membuka hatimu untuk nya."


" Siapa orang yg ada didekat sini yg mengharapkan ku.. aku rasa nggak ada Dim.. orang² sudah pada tau gimana kondisiku.. mungkin aku juga hidup nggak bakal lama lagi."


" Jangan bicara begitu Ra.. aku nggak suka dengar nya.. semampuku aku akan membantu mu agar kamu sembuh.. jika kamu nggak sembuh maka Tuhan juga harus mengambil hidupku."


" Jangan ngacok ah Dim.. nggak baik bicara begitu."


" Aku serius Ra."


Dara menatap Dimaz dengan pandangan menusuk.. hingga Dimaz tak berani melanjutkan bicara nya.


" Dim.. kamu sendiri kenapa menolak Dessy.. padahal Dessy sayang ama kamu.. dan apa sich kurang nya Dessy.. dia cantik.. baik.. dan juga rajin."


" Ra perasaan tak bisa memilih." jawab Dimaz santai.


" Iya lalu kenapa kamu nggak coba buka hati mu untuk Cintya.. dia juga cantik.. dan mereka sama² teman kita.. yg udah kita kenal baik.. lalu tak bisakah kamu pacari salah satu dari mereka.. ya biar kamu nggak jomlo lagi." Dara berkata sambil tertawa pelan.


" Sayang nya aku nggak ada yg tertarik sama mereka berdua.. kalau aku mau pacaran dengan salah satu diantara teman² yg ku mau hanya kamu Ra bukan yg lain."


Lagi² Dara menatap tajam Dimaz.. ia benar² kaget mendengar perkataan Dimaz.


" Udah lah nggak lucu tau.. kamu ngejek ya.. aku tau tipe kamu Dim.. kamu suka ama yg cantik.. sementara aku.. aku yg paling jelek diantara Cintya dan Dessy." Akhir nya Dara menanggapi begitu.


" Mungkin benar kamu yg paling jelek.. tapi pada kenyataan banyak pria yg lebih tertarik pada mu dari pada mereka.. itu karna kamu manis.. kamu lebih istimewa dari mereka Ra."


" Heengg.. kamu ada² aja." sahut Dara tersenyum.


" Emang benar kok.. kamu ingat Fahri lelaki yg kita kenal di Pagar Alam.. ia lebih suka kamu dari pada Dessy dan Cintya.. dan.." Dimaz merasa takut untuk melanjutkan bicara nya.


" Dan apa Dim?." Dara bertanya penasaran.


Dimaz menghela nafas dalam.. Dara hanya menatap dengan pandangan tak mengerti.

__ADS_1


__ADS_2