
Melihat Dara yg mulai berdiri Faozan langsung meraih tangan nya.. dengan sangat kuat hingga Dara pun terjatuh dan tepat di tubuh nya.. hingga sekarang posisi Dara menindih Faozan.
Mata mereka saling bertaut.. dengan jantung yg sama² berdebar keras.
Untuk beberapa detik lama nya mereka hanya saling menatap.
Namun tiba² Dara mulai berdiri karna ia mulai merasa kurang nyaman..
Saat Dara baru saja berdiri.. Faozan fikir kali itu Dara juga akan pergi dari kamar nya hingga Faozan langsung memeluk nya dari belakang.
" Jangan pergi.. aku kangen kamu." bisik nya pelan di sisi kanan telinga Dara.. kemudian Faozan meletakan kepala nya di pundak Dara
Dengan pelan Dara berbalik dan menjauhkan Faozan untuk bisa menatap wajah nya.
Dara tersenyum.
" Baiklah.. Ayo duduk." Dara meminta Faozan kembali duduk di ranjang nya.. Faozan hanya menurut saja.
Dara pun menyusul duduk di sebelah nya.
Saat Dara sudah duduk bukan nya bicara Faozan malah sibuk menikmati kecantikan gadis itu.. tak henti² nya ia menatap wajah Dara.
Dara hanya membiarkan saja.
Setelah lumayan lama barulah Dara bicara.
" Apa kamu nggak bosan?."
Faozan mengangkat alis nya mendengar perkataan Dara.
" Bosan?.. bosan apa?." tanya Faozan tak mengerti.
" Liatin muka aku terus."
Faozan tersenyum dengan sedikit malu.. karna ia ketahuan dari tadi hanya menatap wajah Dara.
" Nggak akan pernah ada kata bosan.. yg ada kalo aku nggak liat kamu baru aku akan merasa bosan."
" Dasar lebayy." sahut Dara.
" Tapi sungguh kamu sangat Cantik."
Dara melirik sekilas.
" Cantik karna ada perban di kepala ku?."
__ADS_1
" Nggak sayang.. kamu emang sungguh Cantik.. Maksud nya kamu itu lebih Cantikan asli nya dari pada di fhoto."
" Kamu ya.. nggak lewat hp.. nggak disini gombal nya sama aja.". Dara tertawa pelan.
" Sumpah sayang.. aku nggak lagi nge gombal.. kamu benar² Cantik.. nggak heran kenapa begitu banyak pria yg tertarik pada mu." kali itu Faozan bicara sambil menatap lembut mata Dara.. dengan tatapan penuh cinta.
" Makasih.. tapi Dessy dan Cintya jauh lebih cantik dari aku kok."
" Nggak tau lah.. aku juga kurang paham masalah cantik dan nggak nya.. tapi yg pasti kamu lebih baik dari Dessy dan Cintya jika tidak.. nggak mungkin Dimaz begitu cinta ama kamu."
" Hanya Dimaz aja tah yg menyintai ku.. kamu nggak ya." Dara menggoda Faozan.
Faozan merasa sakit saat mendengar perkataan Dara kali itu.. karna rasa nya itu nggak masuk akal.
Itulah sebab nya Faozan tak menanggapi perkataan Dara.. sebagai ganti nya.. ia meraih wajah Dara.. dan mulai mengecup kening nya.. sangat lembut dan juga lama.
Rasa hangat mulai merambati tubuh Dara hingga ia hanya memejam kan mata nya menikmati kasih sayang Faozan.
Menyadari Dara yg hanya diam menerima perbuatan nya.. Faozan malah menurunkan ciuman nya.. kali itu dia melumat lembut bibir Dara.. sama seperti tadi Dara hanya menerima semua itu.. dia tak membalas dan juga tak menolak.. ia hanya menikmati.
Dirasakan nya nafas Dara mulai terengah.. hingga lekas² Faozan melepaskan bibir nya.
Dara mengambil nafas dalam.. mengusir gejolak perasaan nya yg mulai tak menentu.
Begitu juga dengan Faozan..
" Jangan pernah berkata kalo aku tak menyintai mu.. atau haruskah aku yg melakukan hal yg lebih dari ini agar kamu percaya kalo aku benar² mencintai mu.. bahkan menginginkan mu."
Dara melotot saja mendengar perkataan Faozan barusan.. tadi dia bicara demikian hanya bercanda saja.. tak menyangka Faozan menanggapi serius.
" Dengar kan aku.. kalo aku nggak sayang sama kamu.. buat apa aku dateng jauh² dari Lombok kemari.. rasa nya kalo cuma buat ketemu seorang gadis.. di Lombok juga masih banyak cewek.. tapi beda nya aku tak punya perasaan pada mereka.. aku hanya menyintai kamu.. jadi meski jauh aku harus menemui mu.. apalagi disaat kamu benar² dalam keadaan sulit.. aku bahkan nggak peduli dengan kerjaan aku.. ku tinggalkan semua nya hanya demi kamu.. tapi berani nya kamu mengatakan kalo cuma Dimaz yg menyintaimu.. lalu aku apa?."
" Maaf.. aku nggak bermaksud menyinggung perasaan mu... tadi niat ku hanya untuk bercanda.. aku nggak tau kalo itu akan menyakiti perasaan mu.. sungguh." Dara bicara dengan suara yg bergetar.. dan rasa bersalah.. bahkan tak terasa ada titik² bening di mata nya.. Dara hanya menggigit bibir bawah nya untuk menahan bening itu agar tak jatuh di pipi nya.
Kali itu malah Faozan yg merasa bersalah.. karna ia juga tak menyangka Dara kan merasa bersalah bahkan sampai menangis.
Maka sekali lagi Faozan meraih wajah Dara dan mencium kening nya lagi.. entah kenapa sekarang mengecup kening Dara telah menjadi hobby nya.
" Kamu nggak salah.. maaf in aku ya.. aku telah membuat mu sedih.. aku hanya sedikit terluka saja karna kata² mu tadi.. kamu tau kan gimana sifat ku.. aku nggak akan suka setiap kali dengar kamu bicara tentang Cowok lain."
" Iya tapikan.." Dara tak bisa menyelesaikan perkataan nya karna Faozan mengecup bibir nya sekali lagi.. tapi kali ini hanya sekilas.
" Udah nggak usah di bahas." Usai berkata Faozan malah meletakan kepala nya di pangkuan Dara.
Dara yg terkejut hanya bisa mengambil nafas dalam.
__ADS_1
Faozan meraih kedua tangan Dara dan di letakan nya di atas dada nya.. jadi posisi tangan Dara diatas dada Faozan dan di genggam nya erat.
" Gini lebih asyik nih aku bisa tidur dengan nyaman." kata Faozan kemudian.
" Dasar manja."
" Nggak apa²lah sekali²... manja juga sama pacar aku sendiri bukan sama yg lain."
" Awas aja kalo kamu berani ama yg lain." Ancam nya.
Eheheehe.. Faozan tertawa pelan.
" Nggak akan ada yg lain sayang." kata nya kemudian.. lalu ia meraih kepala Dara dan mendekatkan ke wajah nya.. kali itu bibir yg di kecup nya sekilas.
Dara hanya menggeleng²kan kepala nya.
Untuk beberapa detik hanya keheningan yg terjadi.
" Sayang aku boleh nanya nggak?. " Faozan mulai membuka suaranya lagi.. sambil menatap lekat wajah Dara.
" Eem.. tanya aja."
" Kenapa kamu tak menyukai cowok gamers?.". apa yg menjadi pertanyaan nya tadi siang ia tanyakan sekarang.. karna ia sungguh penasaran..
Kenapa Dara tak menyukai anak gamers?.. & kenpa pula Dara tak pernah mengatakan pada nya kalo ia tak suka cowok yg hobby game.
Dara tak langsung menjawab.. ia berfikir sejenak.. haruskah ia bercerita pada Faozan tentang masa lalu nya.. tapi bukan kah Faozan tak suka kalo Dara bercerita tentang mantan nya.
" Aku nggak tau harus mulai dari mana Gedok." Akhir nya begitu Dara menanggapi.
" Kenapa?."
" Karna kamu nggak suka kalo aku cerita tentang mantan ku.. dan ini ada kaitan nya sama dia."
Faozan mengambil nafas dalam bahkan tatapan terhadap Dara mulai agak dingin.. ia memang tak suka jika Dara mengingat mantan nya.
Menyadari reaksi Faozan Dara mulai bicara lagi.
" Tapi sumpah.. aku nggak ada perasaan lagi ama dia.. itu sudah lama berlalu."
" Udah berapa lama?." tanya Faozan.
" Sekitar 2 tahun yg lalu."
Faozan berfikir sejenak.. itu sudah lumayan lama.. nggak mungkin Dara masih punya perasaan pada tuh mantan nya.. karna dalam waktu 2 tahun entah sudah berapa banyak mantan yg lain selain orang itu.
__ADS_1
" Ya udah cerita aja.. aku nggak apa² kok.. sudah seharus nya juga aku tau mengenai masa lalu mu."
Dara mengangguk.