Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Kado Aniversarry.


__ADS_3

Karna kedua orang tua nya Dara telah pergi dari ruangan itu kini hanya ada Dara dan Faozan saja.


" Gimana apa kamu sudah merasa lega sekarang?." Faozan bertanya pada Dara.


" Iya." jawab nya tersenyum.. " Tapi maaf ya karna aku.. kamu harus tinggal disini untuk beberapa waktu."


" Nggak apa² sayang.. aku nggak keberatan tinggal disini.. justru aku senang.. disini aku punya keluarga yg utuh.. punya Ibu.. Ayah.. kakak.. Adik.. dan juga kamu tentu nya.. siapa saja pasti akan bahagia berada di tengah keluarga bahagia seperti ini."


" Meski hidup susah ya." Goda Dara.


" Ini bukan susah nama nya.. menurut aku justru hidup disini berkecukupan.. buktinya lihat saja kedua orang tua mu.. mereka punya mata pencaharian yg bagus."


" Bagus menurut mu.. tapi coba kamu lihat aja keluarga Dimaz.. mereka punya ratusan hektar kebun karet.. nah itu baru nama nya bagus... kalo kita ini hanya sederhana tapi bahagia."


" Iya iya.. dan kamu tau.. bahagia itu nggak harus kaya.. cukup Aku dan kamu.. tanpa ada orang ketiga."


" Ahahahaha.". Dara mulai tertawa.


" Emang keluarga nya Dimaz itu kaya ya?." tanya Faozan.


" Eem.. kenapa emang nya?."


" Nggak apa²."


" Tapi bukan berarti aku akan meninggalkan mu demi kekayaan nya ya." kata Dara kemudian.


" Ehehe.. kamu tau aja jalan fikiran ku."


" Eh Gedok.. kalo aku mau cari pacar atau suami yg kaya.. aku nggak akan susah meski aku jelek.. tapi yg aku cari suami yg bisa terima aku apa ada nya.. & yg paling penting orang yg selalu menganggap bahwa aku PRIORITAS nya.. dan hanya kamu orang itu."


" Eeem.. manis nya kesayangan aku.. jadi makin sayang dech."


CUP...


Sambil mengecup kening Dara sekilas.

__ADS_1


Dara hanya tersenyum.


" Oh iya perasaan tadi kamu masuk bawa sesuatu.. apa itu?." Dara mulai bertanya karna ia ingat betul tadi saat masuk Faozan membawa sebuah kado.


" Astaga lupa aku.". Faozan menepuk jidat nya.


Kemudian mengambil kado yg tadi ia letakan di atas meja rias Dara.


" Ini kado Aniversarry kita dulu.. kan waktu itu kita sepakat mau memberikan saat kita ketemu.. jadi nih.. buat kamu.". sambil memberikan kado nya pada Dara.


Dara menerima nya dengan senang hati.


" Makasih Gedok." Kata nya Manja.


" Macama Cayang." Balas Faozan tak kalah manja... " & iya kado buat aku mana?."


Dara tertawa dan berdiri untuk mengambil kado nya dari lemari.


" Nih buat kamu.. tapi ingat hanya sebuah kado yg sederhana... nggak mahal."


" Ciyee.. Baik nya pacar aku."


" Ya udah kita sama² buka ya."


Dara mengangguk.


" Dalam hitungan ke tiga." kata Faozan.


" Satu... dua... tiga."


Dara & Faozan sama² membuka kado nya.


Dara hanya memberikan sebuah Arloji untuk Faozan.


Sementara Faozan memberikan sebuah kalung emas putih untuk Dara.

__ADS_1


Kalung itu di beli nya di Malaysia.. Faozan sengaja membeli nya di Malaysia untuk kenang² an selama ia disana.. dan akan di berikan nya untuk orang tersayang nya.


Harga nya memang tak begitu mahal.. hanya 4 ribu ringgit Malaysia.. Entah kalo dalam mata uang Rupiah berapa aku kurang tau.. eehehehe.. maaf ya.


Sementara Arloji yg di berikan Dara hanya seharga 500 ribu rupiah.


" Makasih ya sayang untuk Arloji nya.. bagus banget aku suka." tutur Faozan kemudian.. sambil mengecup kening Dara sekilas.


" Iya.. thanks juga untuk kalung nya.. ini juga nggak kalah indah." sahut Dara tersenyum.


" Nggak lebih cantik dari mu." kata Faozan yg membuat Dara berbunga².. " tapi masa cuma makasih doank.. nggak ada kiss nya."


"Ehehehe.". Dara hanya tertawa pelan.


Faozan pura² cemberut..karna nggak dapet kiss.


" Ya udah kamu keluar gihh aku mau tidur dulu ngantuk.". usir Dara sengaja menggoda Faozan.


" Bisa² nya kamu mau tidur.. aku lagi ngambek nih." kata nya.


" Siapa suruh kamu ngambek."


" Hey aku ngambek kan karna kamu tuh pelit amat.. masa iya minta satu ciuman aja nggak di kasih.. pokok nya aku nggak akan pergi dari sini sebelum kamu cium aku." tegas nya.


" Up to you.. kalo kamu mau tetap disini silahkan aku bisa kok pergi ke kamar Ibu & Ayah atau ke kamar mu." Dara sengaja mau menggoda Faozan.


Usai berkata Dara beranjak melangkah untuk keluar kamar itu..


Namun sesaat sebelum keluar.


CUP.


Dara mencium lembut pipi Faozan.. setelah itu tanpa menunggu reaksi Faozan ia langsung keluar.. malu sendiri dia dengan tindakan nya itu.


Faozan yg begitu kaget hanya terperangah sambil memegang pipi nya yg masih terasa hangat.. sambil menatap punggung Dara yg mulai menghilang dari ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2