
Suara adzan subuh berkumandang terdengar sayup sayup di telinga Dara.
Dengan pelan ia mulai membuka mata nya.
Setelah mengucek ngucek mata nya pelan Dara mulai bergerak untuk bangun.
Namun saat ia mau duduk dan bangun dari tidur nya..Dara merasa ada sesuatu yg menekan bagian perut nya.
Dara pun melihat sebuah tangan yg sedang memeluk nya erat.. ia menoleh & menatap wajah suami nya tersebut dengan tersenyum sendiri.
Dara bahkan tak ingat kalo saat ini dia telah jadi seorang istri.
" Maaf ya sayang.. karna ke cape an aku belum memberikan hak mu sebagai seorang suami." Dara berkata sambil menatap lekat wajah Faozan yg masih tertidur lelap.
Kemudian dengan pelan ia menjauhkan tangan Faozan & mulai menuju kamar mandi.. untuk mandi dan mengambil air wudhu.
Selesai mandi & berwudhu.. Dara kembali ke kamar nya.. dilihat nya Faozan masih tertidur.. sebenar nya ia tak tega membangunkan Faozan, tapi ia harus melakukan nya sebab shalat adalah kewajiban yg harus di lakukan.
Maka dengan pelan Dara menggoyangkan tubuh Faozan.
" Sayang bangun." kata nya lembut.
Faozan hanya mengeliat saja.. tanpa bersuara apalagi membuka mata nya.
Karna Faozan belum juga bangun Dara sengaja meraih rambut nya yg masih basah dan menetes kan air nya di muka Faozan.. kurang ajar juga ya Dara nya.
Tentu saja karna merasa ada air yg menetes Faozan langsung membuka mata nya.
Faozan tampak kaget melihat Dara yg telah berdiri di hadapan nya.
Dara tersenyum jahil menatap Faozan yg tampak kaget.
" Selamat pagi sayang.. waktu nya shalat subuh.. ayo bangun terus mandi dan berwudhu setelah itu kita shalat subuh bersama.". Dara langsung berkata pada Faozan.
" Cium dulu kalo gitu." sahut Faozan menggoda Dara.
" Kalo aku nggak mau... kamu mau apa?.". tanya Dara yg tak mau kalah.
" Aku juga nggak akan bangun." Faozan juga tak mau kalah.
" Ya udah silahkan tidur selama yg kamu mau.. tapi inget ya.. dosa nya tanggung sendiri." kata Dara pelan sambil mengambil mukenah dan juga sajadah yg tersimpan di lemari.
Faozan berdecak kesal.. lalu ia pun berlalu ke kamar mandi.
Dara menyiapkan pakaian dan juga perlatan shalat untuk Faozan.
__ADS_1
Setelah 10 menit kemudian Faozan sudah kembali ke kamar.. dengan lilitan handuk di pinggang nya.
Dara mulai menutup mata nya dengan kedua tekapak tangan nya melihat Faozan yg mulai masuk dengan menggunakan handuk saja.
Faozan yg melihat reaksi Dara hanya bingung.
" Ada apa kenapa kamu menutup mata begitu?.". tanya Faozan heran.
" Buruan ganti baju mu.. setelah itu kita shalat.". sahut Dara tegas.
Faozan terkekeh mendengar nya.. ia baru menyadari ternyata Dara menutup mata nya supaya ia tak melihat saat dia berganti pakaian.
Setelah berpakaian dan siap untuk shalat Faozan mulai bicara.
" Sudah kok.. kamu boleh buka mata."
Dara pun membuka mata nya.
" Kenapa mesti tutup mata.. aku kan suami mu." Goda Faozan.
" Jangan banyak bicara.. mulai lah shalat nya."
Faozan pun hanya bisa menurut dan memulai shalat mereka.
Setelah selesai shalat barulah mereka bicara lagi.
" Pertanyaan yg mana?." Dara pura pura lupa.
" Ayolah sayang.. jangan pura pura bego apa lagi pura pura lupa.. aku yakin kamu pasti tau maksud ku." Tegas Faozan.
" Oh.. maksud kamu kenapa aku tutup mata saat kamu berganti pakaian tadi.". Barulah Dara bicara apa ada nya.
" Tepat sekali." Sahut Faozan sambil meraih tangan Dara dan meminta nya duduk di samping nya.
" Nggak apa apa sich.. cuma rasa nya kurang sopan aja liat seseorang sedang berganti pakaian." jawab Dara.
" Kurang sopan atau karna ada alasan lain." Goda Faozan.
" Alasan lain itu apa misal nya."
" Bisa saja karna kamu takut akan langsung terpesona dan mengajak ku.. ya kamu tau lah maksud ku."
" Iiiih nggak ada ya." kata Dara tersenyum malu malu... " Udah ah aku mau bikin sarapan dulu."
Dara langsung bangkit dari duduk nya.. namun saat baru saja Dara mau melangkah untuk meninggalkan Faozan..
__ADS_1
Faozan meraih tangan Dara dengan sangat kuat.. hingga Dara terjatuh dan menimpa tubuh Faozan.. iya tepat nya saat ini tubuh Dara berada di atas tubuh Faozan.
Dengan mata yg saling menatap wajah satu sama lain.
Jantung kedua nya berdegup kencang.
Sesaat kemudian Faozan mulia melumat bibir Dara dengan lembut namun juga sangat bergairah.
Entah mengapa saat itu Dara juga membalas nya.. padahal biasa nya Dara hanya diam saja.. tapi kali ini dia melakukan hal yg sama.
Semakin lama ciuman itu semakin panas.. hingga kini keadaan pun sudah berbalik.. malah sekarang tubuh Dara yg tengah berada di bawah tubuh Faozan.
Dengan pelan Faozan menurun kan ciuman nya ke leher jenjang nan putih milik Dara... ia mengecupi nya dengan sangat lama sampai leher Dara sendiri terasa panas.
Faozan sengaja membuat tato disana.. sebagai tanda bukti kepemilikan nya.
Kemudian ciuman itu terus turun dan turun lagi.. sampai kini kedua nya sudah tak memakai apapun lagi.
Kedua nya sama sama menikmati dan merasakan indah nya bercinta.
Dara hanya mencengkram sprei dan menggigit leher Faozan.. saat ia merasakan sakit ketika dengan sangat dalam milik Faozan menembus milik nya.
Dara ingin menjerit lantaran merasakan sakit.. tapi Faozan menyadari kalo ini adalah hal yg pertama bagi Dara.. hingga sebelum Dara sempat mengeluarkan suara.. Faozan membungkam nya dengan mencium bibir Dara.
Kemudian dengan pelan namun pasti Faozan mulai memaju mundur kan milik nya.
Sehingga semakin lama rasa sakit yg Dara rasakan menjadi rasa nikmat yg luar biasa.
Makin lama makin nikmat yg mereka rasakan.
Namun disaat Dara hampir mencapai klimaks nya.. Faozan langsung mengeluarkan milik nya dari milik Dara.
Awal nya Dara heran dengan tindakan Faozan.. tapi saat ia menyadari tindakan Faozan berikut nya.. Dara mulai memahami itu..
Saat ia melihat junior nya Faozan mulai mengeluarkan cairan di atas tubuh perut nya.. Cairan kental putih dan juga hangat.
Setelah itu Faozan langsung membaringkan tubuh nya disisi kiri Dara.
Dara mulai bangun dan mengambil tisue untuk membersihan cairan yg ada di tubuh nya.
Saat itu ia melihat ada bercak merah darah segar di sprei itu.
Dara memejamkan mata nya.. itu artinya mahkota yg selama ini ia jaga sudah terlepas.. tapi ia bangga karna dapat memberikan kesucian nya untuk suami tercinta.
Tanpa terasa ada titik titik bening yg mengalir di pipi nya.
__ADS_1
Entah perasaan apa itu.. ia sendiri tak tau.. yg pasti antara rasa bangga dan juga bahagia.
Faozan merasa bingung melihat Dara yg hanya berdiam diri tanpa bergerak atau pun berbicara.