Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Tanya Jawab


__ADS_3

Siang itu disaat Faozan sedang asyik berbicara bersama teman teman Dara di teras depan rumah nya.. ia di kejutan oleh dering di ponsel nya.


Melihat nama yg tertera di ponsel nya dengan segera Faozan menjawab panggilan nya.


" Hallo." Orang di sebrang sana langsung menyambar nya


" Iya.. ada apa?." tanya Faozan.


" Kamu ada di rumah nggak?." Tanya orang itu.. yg tak lain dari sahabat nya yg bernama Alfian.


Alfian baru kembali dari Malaysia 1 hari yg lalu.


" Ada.. bahkan di rumah lagi ramai ama teman teman istriku.. sini aja kalo mau main.. disini juga ada 2 cewek cantik yg juga jomlo." sambil berkata Faozan melirik Cintya dan Dessy.


Cintya & Dessy hanya menatap Faozan dengan mengernyitkan dahi.


" Benar nih?." tanya Alfian


" Iya.. kalo nggak percaya buruan kesini.. ada banyak makanan juga loh Ian." tambah Faozan.


" Ya udah dech.. aku kesana sekalian aku mau lihat istri kamu."


" Oke.." sahut Faozan.. Kemudian ia langsung memutus telpon nya.


" Siapa?." Dara langsung bertanya pada Faozan.


" Alfian.. kata nya mau main kemari dia mau kenal ama kamu." jawab Faozan.


" Loh bukan nya Fian kan lagi di Malaysia." tutur Dara lagi.


" Kan dia udah pulang satu hari yg lalu sayang." jelas Faozan.


Dara hanya mengangguk saja.


" Kenapa kamu sempat nawarin kami juga tadi." ujar Dessy.


" Iya.. biar dia makin semangat buat kemari.. kalian juga bisa saling berkenalan.. aku yakin kok kalian pasti nggak akan kecewa mengenal nya." jawab Faozan santai.


" Apa dia ganteng?." tanya Cintya.


" Jangan di tanya.. kalo aku lihat Fhoto nya sich dia itu ganteng banget." sahut Dara.. yg memang sempat beberapa kali inbox an sama Alfian di FB.


" Gantengan mana sama suami kamu?." Tanya Rama.


" Ya ganteng an Alfian lah." Jawab Dara terus terang.


Yg seketika membuat Faozan langsung berkomentar.


" Lalu kenapa kamu nggak nikah ama dia aja." itu tutur Faozan.

__ADS_1


" Karna dia nggak mau ama aku." sahut Dara.. yg mulai mengerti ketidak sukaan Faozan.. tapi dia sengaja mengatakan itu untuk menggoda suami nya itu.


" Jadi kalo dia mau ama kamu.. kamu juga mau gitu?." tegas Faozan.. dengan nada suara yg mulai kesal.


" Nggak juga.. karna aku kan cuma sayang nya ama kamu."


Perkataan Dara kali itu sukses membuat semua orang tertawa.. termasuk Faozan yg mulai tersenyum lega.


Saat mereka sedang asyik tertawa.. sebuah suara memanggil Faozan.. sontak membuat semua orang berhenti tertawa dan melihat kearah sumber suara berasal.


" Ozan." Panggil seorang lelaki muda nan tampan.. dengan kulit kuning langsat.. tinggi badan kira kira 180 cm.. dengan memakai jeans warna hitam dan kemeja lengan pendek warna putih.. rambut hitam lebat yg hanya di potong cepak... Pokok nya pesona pria itu luar biasa.


Cintya dan Dessy sempat tak berkedip menatap nya.


Faozan mengenal betul siapa pria itu yg tak lain dari teman nya yg bernama Alfian.


Dara juga masih ingat jelas wajah pria itu.. dan dia yakin bahwa itu adalah Alfian.


" Fian ayo sini kumpul bareng kita kita." ajak Faozan.


Alfian menghampiri mereka yg tengah duduk duduk di teras depan rumah itu.. di temani beberapa kaleng minuman dan banyak makanan ringan.


" Kenalin.. Ini Cintya.. Dessy.. Dimaz.. Rama..dan.."


Sambil berkata Faozan menunjuk mereka satu persatu.


Perkataan Faozan langsung di potong oleh Dara.


" Oke.. aku Alfian.. panggil aja Fian.. senag bertemu sama kalian." sahut Alfian tersenyum ramah.


" Yes Oke.. kami juga senang bertemu ama cowok seganteng kamu.". balas Dessy.


Alfian tertawa pelan mendengar nya.


" Eh ngomong ngomong.. mana istri mu?." Alfian bertanya pada Faozan.


Saat itu baru saja Faozan mau mengatakan yg sebenar nya tapi keburu di sergap oleh Cintya.


" Menurut tebakan kamu kira kira yg mana?." itu tutur Cintya.


Yg di setujui oleh Faozan.


" Iya.. coba kamu tebak." sambung Faozan.


Alfian melirik Dara.. Cintya & Dessy secara bergantian..


Dia tidak ingat siapa sich nama cewek yg dulu sering di sebut sebut Faozan.


" Dara.. Cintya.. atau Dessy sich." Alfian bertanya tanya sendiri..

__ADS_1


Dia ingat kalo nggak salah ujung nya A.. tapi disini ada Cintya & juga Dara.. lalu manakah yg benar..


Kemudian dia ingat kalo waktu itu saat dia inbox sama Dara.. dan Dara bilang nya teman Faozan.. berarti bukan lah Dara orang nya.


" Aku nggak tau.. soal nya aku lupa.. siapa nama nya." jawab Alfian yg tak ingin salah menerka.


" Ahahaha.". sontak semua orang tertawa.


" Lupain kalo gitu.. biarkan Fina tetap penasaran dan ingat ingat lagi.. siapa nama cewek yg sering aku ceritain ke dia.. sebab dia ini kan sahabat ku.. masa dia nggak ingat itu." sahut Faozan.


" Benar banget." sambung Dimaz.


" Eh.. apakah itu adil?." tutur Dara.


" Kalo mau bicara soal adil n nggak nya.. apakah adil juga seorang sahabat lupa nama orang yg di cintai sahabat nya sendiri." tutur Dessy.


" Betul tuh." sambung Faozan.


" Oh iya Fian.. tadi kan Ozan udah bilang.. disini ada cewek cewek jomlo.. jika kamu di suruh milih salah satu dari mereka.. maka siapa yg akan kamu pilih." Rama mengalih kan pembicaraan.


" Apakah itu perlu." ujar Dara.


" Maaf jangan tersinggung ya para gadis.. ini kan cuma umpama." sambung Rama.


" Iya aku juga penasaran.. kira kira tipe Fian itu seperti apa?." Dimaz menambahi.


" Gimana Zan.. apa kamu setujui ama ide mereka." tanya Fian.


" Boleh.. tapi ingat kamu harus sportif.. lupakan jika salah satu dari mereka adalah istriku." sahut Faozan.


" Kita anggap saja mereka semua jomlo.. maka siapa yg kamu pilih.. jika ketiga gadis ini sama sama menyukai mu?." lanjut Faozan lagi.


" Oke.. kita anggap ini seperti permain kontak jodoh.. maka aku akan berikan pertanyaan pada ke tiga gadis ini." kata Alfian kemudian


" Apakah kalian setuju?." tanya Fian lagi.


" Setuju." sahut semua orang hampir bersamaan.


" Baiklah.. pertanyaan pertama.. apa saja yg harus di miliki pria agar bisa bersama kalian?." itu pertanyaan Alfian.


" Tentu saja dia harus ganteng dan kaya.. selain itu dia juga harus setia." jawab Dessy tanpa ragu.


" Kalo aku cukup dengan yg mapan & selalu bisa menuruti kemauan ku." itu jawaban Cintya.


Dara hanya tersenyum mendengar jawaban teman teman nya itu.


Yg sama sekali nggak masuk akal menurut nya.. sebab cowok ganteng dan kaya biasa nya jarang ada yg setia.. kalo pun ada hanya 100 berbanding satu.


Sementara cowok yg bisa menuruti apapun kemauan dia.. itu nggak mungkin sebab seorang pria hanyalah manusia bukan Tuhan yg bisa memberikan apapun.

__ADS_1


" Dara.. kamu belum jawab." tutur Alfian yg melihat Dara hanya diam saja.


Kira kira apa ya jawaban Dara.


__ADS_2