Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Kemarahan Faozan.


__ADS_3

Selama ini Faozan selalu mencoba untuk tak membuat Dara marah dan merasa sedih.. ia selalu berusaha untuk membuat Dara semangat dan tersenyum.. dan ia selalu bisa membuat Dara tertawa dengan lelucon nya.. dan itu sungguh membuat nya senang.


Sebenar nya Faozan pernah berniat untuk menjual sepeda motor nya dan uang nya akan ia gunakan untuk menemui Dara dan kalau masih ada sisa ia akan memberikan pada Dara itung² buat bantu biaya berobat nya.


Iya semalam setelah ia tahu kondisi Dara yg sedang sakit ia tak bisa tidur dan merasa tak tenang.. hingga ide itu muncul dan dia rela melakukan semua itu demi Dara.. namun saat ia mengutarakan itu pada Dara.. dengan tegas Dara menolak.


Justru Dara ingin Faozan fokus pada pekerjaan nya.. iya Faozan sudah berniat untuk merantau ke Negeri Jiran selama setahun.. Dara pun sudah setuju.. karna ia sadar betul diusia yg seumur Faozan wajar kalau ia memiliki banyak impian.. apa lagi demi masa depan.. karna itulah Dara tak akan menghalangi nya.. Dara mendukung penuh dan mengizin kan Faozan untuk kerja di Malaysia.


Antara senang.. sedih.. dan juga khawatir.. itulah yg Faozan rasakan saat ia mendapat izin dari Dara.


Senang lantaran ia akan merasakan Negeri upin ipin itu.. sedih karna ia dan Dara akan semakin jauh.. dan khawatir karna takut Dara akan meninggalkan nya dan besama orang lain sebab setahun bukan waktu yg sebentar.


Saking khawatir nya dia.. bahkan sempat dia mengajak Dara untuk menikah sebelum ia pergi ke Malaysia.. tapi tetap saja Dara menolak.. hingga Faozan tak punya pilihan.. selain menerima keputusan Dara.. ia akan mencoba percaya pada kata² dan janji Dara yg kata nya siap untuk menunggu nya... jadi meski ragu ia akan pasrah kan semua nya pada Tuhan.. karna ia juga percaya jika memang Tuhan menghendaki mereka berjodoh pasti mereka akan di pertemukan di waktu yg tepat dan semua akan berakhir dengan indah..


Namun hari ini Faozan seperti nya benar² sangat kesal hingga tanpa ia marah besar pada Dara.


Saat itu di tengah pembicaraan mereka tiba² Faozan ingat akan isi inbox Dara dengan Dessy dan itulah yg membuat nya marah.


Faozan.


" Sayang.. Dimaz itu siapa?." tanya Faozan tiba² yg membuat Dara terkejut kenapa Faozan bicara soal Dimaz.


Dara.


" Dimaz yg mana?." Dara balik bertanya.


Faozan.


" Itu yg di bicarakan oleh teman kamu Dessy."


Dara.


" Dimaz itu teman kami.."


Faozan.


" Teman yg suka sama kamu."


Dara.


" Udah dech jangan ngacok bicara mu sama kayak Dessy."


Faozan.


" Dessy nggak salah.. kamu saja yg menutup mata dan telinga mu untuk tidak menerima semua ini.. atau jangan² kamu juga suka pada nya."


Dara.


" Itu nggak mungkin.. aku hanya menganggap nya teman nggak lebih."


Faozan.


" Lalu Dimaz.. apakah bisa di pastikan kalau ia hanya menganggap mu teman?.. aku rasa itu nggak mungkin."


Dara.

__ADS_1


" Kenapa?.". tanya Dara.


Faozan.


" Kamu baca aja screenshoot yg di kirim Dessy.. dimana dia akan berusaha terus untuk membantu mu.. itu semata² agar ia ingin dekat dengan mu.. aku tau kamu nggak pernah mau terima bantuan dia.. tapi apakah wajar seorang teman berfikir jika saja Tuhan mengizinkan biar dia saja yg menggantikan posisi mu biar dia saja yg sakit tapi jangan kamu."


Dara.


" Itu karna ia kasihan aja.. bukan berati dia suka atau cinta padaku."


Faozan.


" Kamu bodoh atau pura² bodoh.. aku nggak tau.. tapi aku ini seorang pria.. aku tau maksud dari kata² nya itu..kalau Dimaz tuh mencintai kamu."


Dara.


" Lalu apakah aku salah kalau aku berteman dengan nya?."


Faozan.


" Sangat salah.. kamu jauhin dia.. aku nggak suka kamu dekat² lelaki seperti itu."


Dara.


" Tapi?."


Faozan.


" Nggak ada tapi² an kalau kamu ingin hubungan kita tetap berjalan baik aku mohon jauhi yg nama nya Dimaz.. aku nggak suka dia.. dan iya kontak nya juga kamu hapus.. awas kalau nggak."


Dara.


Faozan.


" Aku tau aku egois.. tapi ini semua aku lakuin karna aku sayang sama kamu."


Dara.


" Kalau kamu sayang harus nya kamu percaya donk sama aku."


Faozan.


" Jangan buat aku makin kesal.. aku sudah cukup kesal membaca chatt nya sama Dessy.. jadi tolong jauhi dia." bentak nya.


Dara.


" Kamu tega ya.. seandai nya salah satu teman perempuan mu ada yg suka sama kamu dan aku minta kamu jauhi dia padahal belum tentu teman kamu itu cinta sama kamu.. apakah kamu akan melakukan nya?."


Faozan.


" Aku pasti akan menjauhi jika ada satu saja temanku yg menurut mu dia cinta pada ku dan kamu nggak suka.. maka tanpa berfikir panjang aku akan menjauhi nya.. demi keutuhan pertemanan dan juga demi keutuhan hubungan kita."


Dara.


" Tapi."

__ADS_1


Faozan.


" Tapi lagi.. jangan² benar dugaan ku kalau kamu juga sayang pada nya?.". Faozan mulai kesal..


Dara.


" Nggak..."


Faozan.


" Lalu kenapa kamu begitu berat menjauhi nya.. jangan² semua kata yg kamu ucapkan bahwa kamu akan menungguku semua nya hanya palsu.. dan kamu berniat untuk menikah dengan nya selama aku pergi ke Malaysia.. dan itulah sebab nya kamu nggak mau aku datang kesana dan kamu juga menolak ku ajak menikah sebelum aku pergi."


Dara merasa kesal karna tuduhan Faozan.


Dara.


" Sampai kapan kamu akan terus curiga pada ku.. kenapa kamu nggak pernah percaya pada ku.. aku cape kamu giniin."


Faozan.


" Kamu cape menjalin hubungan dengan ku itukah maksud mu?."


Dara.


" Aku males kamu tuduh."


Faozan.


" Aku nggak nuduh.. aku hanya bicara fakta.. kalau Dimaz itu cinta sama kamu."


Dara.


" Dimaz.. Dimaz.. dan Dimaz.. apa sich kesalahan nya sampai kamu begitu benci pada nya.. hah?."


Faozan.


" Kesalahan nya karna ia berniat merebut mu dariku dia akan merusak hubungan kita.. kamu aja yg nggak sadar."


Dara.


" Cukup ya.. aku nggak terima kamu bicara begitu tentang teman ku.. apa lagi kamu menuduh tanpa bukti." Dara membentak Faozan lantaran kesal.


Faozan.


" Kamu yg cukup belain dia.. jangan kamu fikir karna kamu lagi sakit aku nggak berani marah sama kamu.. sedikitpun aku nggak akan kasihan pada mu." Faozan balas membentak.. " Ini keputusan final.. kamu jauhi Dimaz.. atau aku yg akan mundur.. sebab percuma juga aku berjuang.. kalau orang yg aku perjuangin malah memperjuangkan orang lain."


Dara hanya terdiam dengan rasa kesal nya.


Faozan.


" Ya sudah aku cape.. aku mau istirahat." Tanpa menunggu respon dari Dara Faozan langsung memutus panggilan nya..


Sepanjang hari Dara berfikir apakah benar yg dikatakan Faozan kalau Dimaz mencintai nya.. Rasa nya itu nggak mungkin.. tapi kenapa Faozan begitu kekeh berkata demikian.


Namun Dara memikih untuk menuruti permintaan Faozan sebab teman nya yg bernama Dessy juga mencintai Dimaz.

__ADS_1


__ADS_2