
Malam setelah pulang tarawih Dara langsung melihat ponsel nya dan seperti biasa ia langsung sibuk dengan benda tersebut, malam itu entah kenapa belum ada telpon dari Faozan.. Biasa nya saat ia pulang tarawih pas dia lihat ponsel nya pasti sudah ada panggilan tak terjawab dari Faozan, tapi tidak untuk malam ini, oleh karna itulah Dara langsung membuka WA nya.
Baru beberapa menit saja di online, sudah ada panggilan suara masuk dan itu dari Dimaz, sebenar nya yg mereka obrolin hanya hal biasa tak ada yg istimewa, tapi cukup asyik.
Namun saat obrolan mereka tengah asyik² nya, sebuah chatt masuk di ponsel Dara dan itu membuat Dara sangat terkejut, sebab chatt itu datang dari Faozan.
Faozan.
" Maaf sudah mengganggu mu, silahkan lanjut dech telponan nya."
Dara terhenyak menyadari itu, dan ternyata tanpa sadar tadi sudah ada beberapa kali panggilan suara dari Faozan tapi ia tak menyadari nya, sebab panggilan tunggu ia nonaktifkan.
Karna nya lekas² ia menyudahi pembicaraan nya dengan Dimaz dan segera menghubungi Faozan.
Panggilan pertama di tolak, panggilan ke dua juga di rijek, tapi saat panggilan ke tiga barulah Faozan menjawab.
Faozan.
" Udah puas telponan ama selingkuhan baru mu."
kata nya ketus.
Dara.
" Astaqfirullah hal' adzim, siapa yg telponan sama selingkuhan, tadi aku hanya lagi telponan sama Dimaz teman aku."
Faozan.
" Nggak usah sok suci pake istiqfar segala, kamu fikir aku bodoh, kalau kamu hanya telponan sama teman kamu, nggak mungkin kamu nolak panggilan aku." Kata nya dengan nada suara yg marah.
Dara.
" Aku nggak ngerijek panggilan kamu, hanya saja panggilan tunggu nya nggak di aktifin maka nya aku nggak sadar saat kamu telpon."
Faozan.
" Alesan, bilang aja kalau kamu memang nggak mau aku ganggu iya kan."
__ADS_1
Dara.
" Haruskah aku screnshoot, tadi aku telponan sama siapa, kalau kamu nggak percaya ini masih kok catatan panggilan nya belum aku hapus."
Faozan.
" Ya udah silahkan."
Dara pun membuka catatan panggilan dan mengirim screnshoot nya.
Setelah ia lihat Faozan telah membuka screnshoot yg ia kirim ia kembali bicara.
Dara.
" Gimana apa kamu puas sekarang." Dara bertanya kesal.
Faozan.
" Iya aku percaya, ya udah kita telponan lewat panggilan biasa aja, disini jaringan lagi eror."
Namun saat mereka sedang asyik bercanda tiba² panggilan terputus, entah karna sinyal atau hal lain.
Saat terputus Dara mencoba untuk memanggil nya, tapi sayang saat nyambung yg terdengar hanya suara operator... Karna itulah Dara memilih untuk diam.
15 menit kemudian barulah ada panggilan dari Faozan kembali, dengan segera Dara menjawab nya.
Faozan.
" Maaf ya sayang, tadi sinyal nya lagi eror maka nya mati." Faozan langsung to the point, takut Dara mikir yg nggak ².
Dara.
" Oh begitu, pantes aja tadi aku hubungin nggak aktif²."
Kali itu Dara tak mendengar apa jawaban Faozan karna sinyal tampak nya kembali bermasalah, hingga suara Faozan tidak jelas.
Dara.
__ADS_1
" Kamu ngomong apa sih, nggak jelas." Kata Dara seada nya.
Faozan.
" Maka nya kalau punya kuping tuh di pasang buat dengar." Entah kenapa malam itu Faozan terdengar sinis.
Namun satu yg pasti ia masih sedkit kesal karna tau tadi Dara telponan sama Dimaz, meski ia tau Dimaz hanya teman bagi Dara, tapi belum tentu bagi Dimaz.
Faozan memang sering mengingatkan agar Dara tak terlalu dekat dengan teman cowok nya, apa lagi sampe sering² telponan.
Dara.
" Udah di pasang kok, hanya saja sinyal yg lagi gangguan maka nya aku nggak dengar, sebab suara kamu tuh putus²."
Lagi² suara Faozan
menghilang, faktor sinyal.
Jadi Dara mana bisa merespon apa jawaban Faozan saat itu.
Karna tak ada respon dari Dara Faozan bicara lagi, kali itu dengan agak keras.
Faozan.
" Hey budek."
Dara.
" Aku nggak budek ya, kamu aja yg nggak dengar."
Faozan
" Kalau nggak budek masa dari tadi kamu nggak dengar aku bicara kecuali emang kamu nggak fokus dengar aku bicara, karna kamu nggak ada niat untuk bicara dengan ku."
Belum sempat Dara menjelaskan, udah di putus aja panggilan nya.
Dara mengambil nafas dalam, ia sudah hafal dengan sikap Faozan yg cepat marah, namun juga cepat tenang, dan yg paling penting meski semarah apapun Faozan, Dara tau kalau Faozan tak pernah tak menguhubungi nya.
__ADS_1