
Dara mengangguk.
" Ya udah ayo cerita.. kenapa kamu nggak suka cowok gamers?." Tanya Faozan tak sabar.
" Karna kebanyakan cowok gamers sering nggak punya waktu untuk pacar nya." Dara menjawab seadanya.
" Tapi aku selalu PRIORITAS in kamu kan."
" Hanya menurut mu.. tapi bagi ku nggak.. bahkan aku sangat kesal saat kamu telpon aku bicara panjang lebar tapi keseringan nggak kamu respon.. karna kamu sibuk dengan game mu.. apakah game itu lebih penting dari perasaan orang yg menyayangi mu?."
" Tentu saja nggak ada yg lebih penting dari kamu sayang." jawab Faozan.
" Tapi nyata nya itu hanya di mulut kamu saja.. bukti nya kamu lebih memilih asyik main game dari pada dengerin aku.. kamu nggak tau apa yg aku rasakan saat itu.. aku ingin bicara banyak pada mu.. tapi disatu sisi aku juga takut ganggu kamu main game."
" Sayang.. kan aku udah sering bilang ke kamu.. kalo kamu mo cerita kenapa kamu nggak nyuruh aku udahan aja main game.. jika kamu minta aku pasti langsung turutin... ini nggak kamu malah nyuruh aku lanjutin."
" Harus nya kamu yg peka donk."
" Aku mencoba peka maka nya tak lama setelah mutusin panggilan aku langsung telpon kamu.. apakah itu masih salah juga?."
" Nggak maka nya aku nggak marah."
" Lalu sekarang kamu mau nya aku gimana?."
" Maksud nya?."
" Haruskah aku hapus semua app game di hp ku."
" Nggak perlu.. kamu juga butuh hiburan kan.. lagian aku udah bilang aku terima kamu apa ada nya.. memang aku sempat memilih lebih baik jomlo dari pada pacaran sama anak gamers yg sering bikin kesel.. tapi tidak dengan kamu."
" Eem.. kenapa kamu sempat nggak mau pacaran sama anak gamers apa yg membuat mu begitu tak suka anak gamers?."
" Aku akan cerita.. tapi janji ya kamu nggak akan marah.. karna ini hanyalah masa lalu."
Faozan mengangguk mantap.
" Sekitar 2 tahun lalu aku punya pacar ia anak gamers.. awal nya aku nggak keberatan.. tapi lama² ia sering mengabaikan ku cuma karna game.. siapa coba yg nggak kesal."
" Siapa nama nya dan orang mana?." tanya Faozan menyela.
" Satya."
" Satya yg sempat chatt kamu kemarin.. dan yg bilang kamu mantan terindah nya.?."
Dara hanya mengangguk.
__ADS_1
Faozan mulai merasa kesal.. itu artinya ada kemungkinan Dara masih punya perasaan pada cowok itu.. tak seperti dugaan nya.
Faozan fikir karna sudah 2 tahun berlalu Dara sudah last kontek dengan nya.
Dara merasakan kalau jantung Faozan mulai berdebar keras karna ia menahan amarah.
" Udah ya nggak usah di terusin.. takut nya kita malah berantem nanti nya.. dan aku nggak mau itu." kata Dara pelan.
" Nggak kok.. aku janji.. aku nggak akan marah sama kamu.. ayo terusin." pinta Faozan.
" Pada suatu malam Satya dateng kerumah.. tapi ia sama sekali nggak bicara hanya sibuk dengan ponsel nya & apa lagi kalo bukan main game.. hingga karna kesal aku malah telponan ama cowok lain.."
" Kamu tega juga." Faozan menyela.
" Dia aja tega mengabaikan ku."
" Iya iya terus."
" Dia marah dan akhirnya kami berantem.. sesaat setelah berantem ia langsung minta maaf dan menghapus semua app game nya.. namun saat itu aku udah terlanjur kecewa.. aku malah mutusin dia.."
" Lalu..?."
" Dia pulang dengan keadaan yg sangat kacau.. hingga tiba² 20 menit kemudian aku mendapat telpon kalau ia mengalami kecelakaan.. rasa bersalah mulai menghantui ku.. jika aku nggak egois mungkin dia tak akan kritis.. dengan rasa bersalah aku bergegas ke RS untuk bertemu dengan nya.. dan yg terjadi karna aku nggak fokus aku juga mengalami keadaan yg sama dengan nya."'
" kamu juga kecelakaan?.". tanya Faozan.
Dara hanya mengangguk.
" Aku sempat tak sadarkan diri satu hari.. sementara dia koma selama satu bulan."
" Lama juga ya."
" Eem.. itulah mengapa aku tak menyukai anak gamers yg sibuk.. takut nggak ada waktu buat aku.. karna aku ini egois.. aku nggak mau karna ke egoisan aku.. banyak yg terluka hanya itu aja kok."
" Aku ngerti.. kamu masih merasa bersalah atas apa yg terjadi malam itu?."
" Eeem.. sampai meski saat itu aku masih sayang pada nya dan setelah ia sadar ia mengajakku balikan aku menolak nya.. aku nggak pantas buat dia."
" Itu bukan lah kesalahan mu sayang.. tapi memang sudah jalan takdir nya.. tapi baiklah jika kamu tak suka aku sibuk dengan game maka aku juga akan hapus game aku mulai sekarang."
" Nggak perlu.. jadilah diri mu sendiri.. jangan jafi seperti yg ku ingin kan.. karna jika seseorang benar² menyintaimu.. maka dia akan menerima mu apa ada nya.. bukan melihat mu ada apanya.. dan aku menerima mu apa ada nya."
Faozan meraih wajah Dara dan mendekatkan nya ke wajah nya kemudian.
Cuuuppp.
__ADS_1
Di kecup nya lagi bibir sexy Dara sekilas.
" Eem.. kesayangan ku emang yg terbaik." Faozan berkata kemudian.
Dara hanya tersenyum.
" Tadi kamu bilang terima aku apa ada nya lalu kenapa kamu marah saat aku judi.. dan miras.. bukan kah harus nya kamu nggak keberatan kan kamu suka aku yg apa ada nya & itulah aku."
" Heenggg... aku memang marah.. tapi apa pernah aku niggalin kamu karna kamu judi atau miras?." tandas Dara.
" Nnng.. gak!." jawab nya sambil menggelengkan kepala nya.
" Aku hanya marah bukan ninggalin.. artinya aku tetap terima kamu.. hanya saja aku cuma ngasih saran yg terbaik.. asal kamu tau aja Gedok.. miras itu merusak tubuh mu.. dan judi selalu berakhir di penjara.. aku nggak mau kamu kayak gitu.. karna aku sayang sama kamu.. itu hanya demi kebaikan kamu doank.. kalo aku mau berfikir masa bodoh.. pasti aku nggak akan peduli kamu mau sakit kek.. mau di penjara kek.. nggak penting toh cowok bukan cuma kamu.. kamu mati aku cari yg lain.. kamu di penjara juga aku akan tetap cari yg lain."
" Iya iya.. udah ah.. aku nggak mau dengar kalo kamu mau cari yg lain.. nggak boleh ada orang lain dalam hubungan kita."
" Iya iya.. aku juga nggak gitukan.. itu hanya umpama saja."
" Kamu benar.. dan makasih atas bimbingan dan kepedulian kamu selama ini.. berkat dirimu aku bisa menjadi lebih baik.. aku akan tetap berusaha untuk menjadi yg lebih baik lagi."
" Nah gitu donk.. ini baru nama nya Gedok ku." Dara tertawa pelan.
" Eh.. aku perhatiin sejak kita ketemu.. kamu nggak pernah panggil aku sayang selalu aja Gedok."
" Ehehe.. kan Gedok panggilan sayang aku buat kamu."
" Aku tau.. tapi aku pengen sekali aja dengar kamu manggil aku sayang secara langsung alias live.. nggak lewat hp seperti biasa nya."
" Kalo aku nggak mau kamu mau apa?."
" Aku.. aku aku.." kata nya berfikir.
" Aku apa hayoo?." tegas Dara.
" Aku akan ngelakuin hal yg lebih dari yg aku lakuin tadi.." Faozan menggoda Dara.
" Iiih Dasar Omes.. gila kamu."
" Ehehe.. maka nya ayo.. panggil aku sayang sekali aja... plish." pinta nya.
" Baiklah.. sayang.. aku kan udah cerita masa lalu aku.. sekarang aku mau nanya ini mengenai masa lalu kamu."
" Kan aku udah cerita semua." jawab nya.
" Hanya soal Evi.. tidak dengan Tiana."
__ADS_1
Faozan hanya menanggapi dengan tersenyum.