
Keesokan hari nya.. sekitar jam 8 pagi Dessy & Dimaz telah berada di rumah sakit untuk menemui Dara.
" Hy Dess.. Dim." sapa Dara pada kedua teman nya itu.
" Gimana keadaan kamu Ra.". tanya Dimaz.
" Aku baik kok." jawab Dara tersenyum.
" Syukurlah kalo begitu." tutur Dessy.
Dara tersenyum lagi.
" Eem Ra.. aku boleh nanya nggak?." kata Dessy lagi.. karna ia telah menerima chatt dari Faozan semalam yg mengatakan tentang kondisi Dara.
" Tanya aja Des." Sahut Dara.
" Kamu ingat nggak? saat kita jalan² di Pagar Alam.. kamu berkenalan dengan seorang pria disana.. siapa nama nya Ra.. lupa aku?." Dessy mencoba untuk membantu agar Dara ingat sedikit saja tentang masa lalu nya yg terlupakan itu.
" Pagar Alam." tutur Dara dengan dahi berkerut.. sebab seingat nya dia tak pernah kesana.. " Pria.. perasaan nggak ada Des." Jawab Dara seadanya.
" Ada Ra.. Ayolah ingat kembali.. bahkan kamu pernah cerita kalo lelaki yg kamu kenal di sana ingin melamar kamu.. tapi kamu menolak nya lantaran kamu tak mau mengkhianati Faozan." Tutur Dessy lagi.
__ADS_1
" Masa sih Des.. itu artinya benar Faozan itu Calon suamiku." kata Dara bingung.
" Tepat sekali.. kamu sangat mencintai nya Ra.. hingga demi dia kamu juga menolak ku." Tutur Dimaz.
" Apa?." Dara mulai terkejut.. karna ia sendiri tak ingat kalo Dimaz pernah menyatakan perasaan nya... " Maksud nya kamu..."
" Iya Ra.. aku mencintaimu.. tapi kamu lebih memilih Faozan dan kamu hanya ingin kita tetap berteman.. aku pun sudah ikhlas Ra.. karna aku tau Faozan benar² mencintai mu dan kamu juga demikian.. tapi aku nggak akan pernah ikhlas Ra.. jika kamu bersama Satya.. lelaki itu tidak pantas untuk mu." Dimaz menyela bicara Dara gesit.
Dara mencoba memejamkan mata nya untuk mengingat² masa lalu nya yg terlupakan itu... namun hasil nya tetap sama...hal terakhir yg ia ingat saat ia mengalami kecelakaan motor ketika ingin menjenguk Satya yg di RS.
" Maaf aku tak bisa mengingat apapun." kata nya mulai putus asa.. bahkan mata nya mulai berkaca.
Faozan merasa sedih melihat kondisi Dara.. hingga dengan sigap ia menghampiri Dara & memeluk nya... Dara tak merespon namun juga tak menolak.. sebab menurut cerita kedua teman nya lelaki itu adalah calon suami nya.
Dara merasa ada kehangatan yg mengalir di seluruh hati dan jiwa nya.. kehangatan yg tak ia rasakan saat tadi Satya memeluk nya.
Mungkin benar yg di katakan teman² nya.. kalo dia sangat mencintai pria asing bagi nya itu.
" Iya terimakasih.". Dara berkata sambil melepas pelan pelukan Faozan... Faozan hanya mengangguk kemudian duduk di kursi yg berada disamping ranjang tempat Dara berbaring.
" Dessy.. Dim.. apa kalian punya fhoto² saat kita di Pagar Alam seperti cerita mu tadi."
__ADS_1
" Tentu." sahut Desy.. setelah itu Dessy mengeluarkan ponsel nya dari dalam tas dam memperlihatkan fhoto mereka di kebun teh.
Dara melihat nya dengan seksama.. bahkan sambil mencoba untuk mengingat² semua itu.. namun sayang seribu kali sayang.. ia masih tak mampu mengingat apapun.
" Bisa kamu ceritakan semua nya Dess.. tentang fhoto² ini?.". tutur Dara lagi.
Dessy pun menceritakan sedetail² nya.. tapi tetap saja Dara belum ingat apapun.. jangan kan ingat jelas.. samar² pun belum ada.
" Bagaimana apa kamu ingat sesuatu?." tanya Dessy setelah bercerita panjang lebar.
Dara hanya menggelengkan kepala nya..
" Nggak apa² Ra.. kami akan selalu berusaha untuk membantu mu." tutur Dessy penuh pengertian.
" Dim.. tadi kamu bilang kamu pernah menyatakan perasaan mu pada ku.. dimana itu dan kapan?.. bisakah kamu jelaskan secara rinci tentang itu.. mungkin ada yg aku ingat nanti nya." Dara minta penjelasan dari Dimaz.
Dimaz pun dengan senang hati menceritakan kepada Dara.. detail kejadian hari itu.. tempat dan jam nya pun Dimaz jelaskan.. bahkan termasuk kata² dari percakapan mereka pun Dimaz jelaskan.
Tetapi tetap saja itu tak membuat Dara mengingat nya.
Hari itu semua teman² Dara berusaha sebaik mungkin untuk membantu Dara mengingat masa lalu nya..
__ADS_1
Tapi sampai detik ini belum ada perubahan tentang itu.
Hingga Dara pun di perboleh kan pulang agar ia bisa mengingat apapun yg terjadi di rumah nya selama 2 tahun terakhir ini.