Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Jebakan Batman.


__ADS_3

Sepanjang perjalan pulang sepatah kata pun Faozan tak bicara.


Dara tau.. pasti karna Faozan tak suka saat ia bicara sama Satya tadi.


Itulah sebab nya Dara yg memulai pembicaraan.


Sambil melingkarkan tangan nya di pinggang Faozan ia mulai bicara.


" Ada apa sich.. kok dari tadi kamu hanya diem.. nggak biasa nya kamu kayak gini." Kata Dara di sisi telinga Faozan.. sebab ia meletak kan kepala nya di pundak Faozan.


Faozan menghela nafas dalam.. Kemudian menatap Dara sekilas.


" Kamu masih punya perasaan pada Satya?." bukan nya menanggapi pertanyaan Dara.. ia malah bertanya demikian.


" Nggak lah sayang... kan Cinta aku cuma buat kamu." Jawab Dara tegas.


" Lalu kenapa kamu tadi keliatan nya asyik banget bicara dengan nya."


" Asyik dari mana.. orang tadi aku cuma bilang maaf karna tak sengaja menubruk nya."


" Lalu kenapa dia menatap mu seolah dia itu masih berharap pada mu.. dan aku masih ingat jelas apa chatt nya beberapa waktu yg lalu.. disana dia bilang kamu itu mantan terindah nya.. itu artinya dia itu masih suka pada mu."


" Lalu kesalahan aku dimana.. sampe kamu diemin aku cuma karna aku tak sengaja bertemu dengan nya." Tanya Dara kemudian.


" Salah kamu tuh karna kamu bicara pada nya.. padahal kamu tau betul kalo dia masih suka pada mu."


" Baiklah maaf.. lain kali kalo aku tak sengaja bertemu dia aku akan langsung pergi & menutup mata ku.. agar aku juga tak melihat nya." Dara berkata dengan setengah bercanda.


" Aku nggak lagi bercanda ya.. aku lagi kesel nih." tegas Faozan.


" Aku juga nggak bercanda aku serius."


" Terserah kamu lah." kata Faozan makin jengkel.. hal itu justru membuat Dara merasa lucu sendiri.


" Kamu cemburu pada nya."


" Emang salah ya kalo aku cemburu." Ketus nya.


" Nggak sich.. tapi aku nggak nyangka aja kalo Satya juga bakal kamu cemburui.. padahal Satya itu udah lama aku buang dari dalam hati dan pikiran ku."


" Lalu Dimaz.. apa kah masih ada dalam hati & fikiran mu?."


" Sayang.. ini dua kasus yg berbeda.. satu mantan pacar.. & satu teman baik."


" Tapi mereka berdua masih berharap pada mu." tegas Faozan lagi.


" Itu hak mereka.. yg terpenting itu aku nggak ada perasaan lagi pada Satya.. dan aku hanya berteman dengan Dimaz.. jadi udah ya mereka berdua nggak pantas kamu cemburui.. kan kamu tau sendiri kalo aku sangat.. sangat.. sangat mencintai kamu."


" Benar?.". Tandas nya.


" Iya lah.. jika nggak ngapain aku bersedia menikah dengan mu."


" Iya juga sich." Jawab nya mulai tersenyum.


" Nah kalo tersenyum gini kan lebih ganteng." Tutur Dara menggoda nya.


Faozan hanya menanggapi dengan tertawa pelan.


Terhenti nya pembicaraan mereka karna mereka telah tiba di depan rumah Dara.


Dara langsung membuka pintu rumah nya dengan kunci serap yg ia bawa.. Dara sengaja membawa kunci serap supaya tak mengganggu kedua orang tua nya.


Sambil membuka pintu rumah Dara tersenyum sendiri..


Yg membuat Faozan menjadi heran melihat nya.


" Kamu masih waras kan sayang." tanya Faozan.


Dara langsung cemberut mendengar nya.


" Habis dari tadi kamu senyam senyum sendiri.". Faozan melanjutkan bicara nya lagi.


" Masalah." tegas Dara.


" Masalah lah.. sebab kamu nggak ngasih tau aku kenapa kamu senyum² sendiri gitu." sahut Faozan.


" Kamu mah keeppoo orang nya." sambil masuk ke dalam rumah & berjalan menuju kamar nya.. di iringi oleh Faozan.


" Ya udah kalo nggak mau ngasih tau juga nggak apa² toh aku juga nggak pentingkan buat kamu." Faozan mulai ngambek.


Dara menatap nya sejenak dan tersenyum lagi.


" Aku hanya merasa senang aja.. saat ini kita tinggal di rumah yg sama.. aku ngerasa kayak kita udah suami istri aja." Dara memberi tahu alasan nya tersenyum tadi.


" Iya ya.. kamu benar.". sahut Faozan.. " Tapi ada beda nya."


" Apa?.". Tanya Dara.


" Kita tidur di kamar yg terpisah."


" Ahaha.". Dara tertawa.. & ia berhenti didepan pintu kamar nya.. " Ya udah aku masuk duluan ya.. kamu juga pergilah ke kamar mu & inget langsung tidur jangan begadang dengan game."

__ADS_1


" Iya." jawab Faozan datar.. sambil berjalan menuju kamar nya.


Namun sesaat kemudian Faozan memanggil Dara yg baru saja ingin masuk kamar nya.


" Sayang." Panggil Faozan.


Dara menoleh sejenak.


" Apa?."


" Boleh minta sesuatu nggak?."


" Apa itu?."


" Temenin aku dulu sebentar doank di kamar.. sampe aku merasa ngantuk dan tidur.". pinta nya memelas.


Dara berfikir sejenak mengenai permintaan Faozan.


" Baiklah." Akhir nya Dara pun memenuhi keinginan Faozan.


Dara menutup kembali pintu kamar nya dan beranjak mengikuti Faozan kekamar nya.


Tiba di kamar Faozan.. Dara langsung merebah kan tubuh nya di ranjang.. tapi dengan posisi tengkurep dan setengah memeluk guling.


Faozan juga melakukan hal yg sama.. jadi mereka beradu kepala.. dengan jarak yg kira² hanya beberapa centi saja.


Dara mengangkat kepala nya dan bertopang dengan tangan kiri nya.


Faozan hanya menatap wajah Dara dengan pandangan yg sangat lekat.


" Apa kamu hanya akan terus menatap ku saja.. tak mau bicara." kata Dara kemudian.


Faozan hanya tersenyum manis.


jadi karna tak ada suara dari Faozan.. Dara pun hanya diam.. hingga untuk beberapa saat hanya keheningan yg ada disana.


Mereka berdua hanya saling menatap.


" Sayang." panggil Faozan memecah keheningan itu.


" Iya." jawab Dara datar.


" Kamu tau nggak kalo aku ini bisa menghipnotis orang loh." Faozan mulai mengajak Dara becanda.. sebab dia belum merasa ngantuk.


" Alaaah boong kamu mah." ketus Dara.


" Iih nggak percaya banget sich." kata Faozan sambil tertawa pelan.


" Iyalah.. orang kamu cuma ngarang doank."


" Oke silahkan."


" Baik." sambil berkata Faozan mengambil ponsel nya & menulis sesuatu di sana.


" Sekarang coba baca ini." Faozan memperlihat kan apa yg ia tulis di ponsel itu tadi.


Dara pun membaca nya.


" I Love You Dara." tutur Dara membaca tulisan itu.


" Iya.. saat ini kamu masih bisa membaca dengan benar.. tapi nanti kalo sudah aku hipnotis kamu.. aku yakin kamu nggak akan bisa baca lagi." Faozan bicara masih dengan senyuman.


Dara mengernyitkan dahi nya.. sebenar nya apa sich yg di rencana kan Faozan.. itulah yg Dara fikirkan.


" Owah masa." sahut Dara.


" Mau kita coba sekarang?." tanya Faozan sangat mantap.


" Oke."' Dara menyetujui.


Faozan memegang kepala Dara dan pura² mengucapkan mantra.. entah apa yg ia ucapkan.. yg pasti mulut nya komat kamit seperti mbah dukun.


" Tutup mata mu sebentar." pinta nya pada Dara.


Dara hanya mengikuti alur permainan Faozan.. itulah sebab nya dia menutup mata nya..


Meskipun Dara yakin betul kalo Faozan pasti hanya bercanda.


Faozan lagi² mengetik sesuatu di ponsel nya.


Setelah beberapa detik.. Faozan meminta Dara membuka mata nya... sama seperti tadi Dara hanya menurut.


" Sekarang bacalah ini." sambil memperlihat kan lagi tulisan yg tadi dia ketik di ponsel nya... " Kali ini aku yakin banget kamu nggak akan bisa baca nya." lanjut Faozan lagi.


Dara melihat tulisan yg ada di ponsel itu... dan tentu saja ia masih bisa membaca nya.


" Tuh kan kamu cuma boong.. mana orang aku masih bisa baca." kata Dara tegas.


" Kalo gitu ayo baca." kata Faozan lagi.


" Kiss Me Plish." itulah tulisan di ponsel Faozan.

__ADS_1


" Apa coba ulang." Faozan berkata dengan tersenyum.. " Kamu pasti salah nih."


" Aku nggak salah Gedok." bantah Dara.


" Ya udah ulang." kata Faozan.


" Kiss Me Plish." Kata nya sambil menatap Faozan.


" Yakin kamu." tandas Faozan masih dengan tersenyum.


" Iya yakin." Jawab Dara dengan sangat mantap.


" Kalo gitu ulang sekali lagi aku mau dengar."


Dara pun hanya menurut.. ia tak menyadari kalo dia akan masuk perangkap Faozan.


" Kiss Me Plish Gedok." kata nya dengan agak keras.


Faozan tertawa pelan sambil mendekat kan wajah nya dengan wajah Dara.. Dara hanya bisa terdiam sambil menatap tajam Faozan.


Kemudian tanpa bicara lagi.. Faozan langsung melumat bibir Dara.. seperti yg pernah terjadi sebelum nya Dara hanya diam... dia tak membalas.. namun juga tak menolak.


Jantung Dara berdebar keras.. begitu juga dengan Faozan.


Makin lama ciuman itu makin panas.. hingga kini Faozan beralih mengecup leher jenjang Dara dengan penuh perasaan... & penuh gairah.. hingga meninggalkan bekas kemerahan di sana.


Dara sendiri merasa kalo leher nya mulai terasa panas.. tapi ia hanya menikmati itu.. dengan perasaan yg tak bisa di jelas kan.


Mereka berdua sudah sama² terbawa perasaan..


Suara dering ponsel mengagetkan kedua insan yg hampir tenggelam di lautan cinta itu.


Maka itu mengembalikan kesadaran mereka.


Lekas² Dara melepaskan diri dari Faozan.


Dan masing² hanya mengambil nafas dalam.. untuk menormalkan detak jantung nya kembali.


Setelah sedikit tenang Faozan melihat ponsel nya.. tapi ia tak menjawab panggilan itu.


" Kok nggak di angkat." Tutur Dara dengan suara yg masih terdengar gelagapan.


" Nggak apa²." sahut Faozan dengan suara yg agak bergetar.


" Emang nya siapa yg telpon." tanya Dara.. barulah ia bisa bicara normal.


" Itu Alfian." Jawab Faozan juga dengan suara yg sudah biasa saja.


" Ooh." sahut Dara singkat.


" Cuma oh doank." tutur Faozan.


" Lah emang nya harus apa?." Kata Dara tak mengerti.


" Gimana seru nggak permainan tadi." Faozan mulai menggoda Dara.


Dara mulai cemberut.. sambil menatap Faozan dengan tatapan menusuk.


Faozan hanya menanggapi dengan tertawa pelan.


" Kamu keleawatan." ketus Dara kemudian.. masih dengan mengerucutkan bibir nya.


" Siapa yg salah aku atau kamu?." malah itu respon Faozan.


" Maksud nya.". Tanya Dara yg tak mengerti.


" Kan tadi kamu sendiri yg minta itu dari ku." jawab nya sambil tersenyum kemenangan..


" Apa tadi kamu bilang.. oh iya.. tadi kamu bilang gini kan.. Kiss Me Plish Gedok... jadi ya aku hanya menuruti permintaan kamu." kata nya tertawa lagi.


Dara melotot sambil mencerna perkataan Faozan barusan.


Benar saja tadi dia sendiri yg bilang Kiss Me Plish beberapa kali..


' Aduuuh.. aku bego banget sich.. mau aja di bodohi lelaki ini.' Dara merutuki dalam hati.


Ia baru sadar kalo kata yg di tulis Faozan merupakan sebuah jebakan batman.


" Kenapa diam.". ledek Faozan lagi.


" Kamu curang tau nggak.. orang tadi aku cuma baca tulisan di hp kamu.. bukan nya aku minta ci.."


Dara tak bisa melanjutkan bicara nya karna sekali lagi Faozan mengecup bibir nya.. tapi kali itu hanya sebentar saja.


" Ini maksud nya." tanya Faozan dengan tersenyum lagi.. setelah itu tanpa beban ia meletakan kepala nya di pangkuan Dara.


" Harus nya kamu itu bisa lebih hati² dalam bicara.. coba tadi kamu bilang kayak gini.. Ini bacaan nya kiss me plish gedok.. kalo kayak gitu kan pasti aku langsung meng iyakan doank.. nah ini kamu bilang nya hanya kiss me plish doank.. nggak pake bacaan nya... jadi ya udah aku turutin." kata nya sambil menginjit² alis nya.


" Itu karna pada dasar nya kamu emang sengaja mau menjebak ku.. dan itu sudah jelas membuktikan kalo kamu itu Omes." kata nya kesal.. sambil menjepit hidung Faozan dengan jari nya.


Faozan hanya tertawa.

__ADS_1


" Udah ah aku ngantuk." kata Faozan lagi.


Tak lama setelah itu Faozan pun terlelap dan Dara kembali ke kamar nya.


__ADS_2