
Tiba di rumah.. langsung saja Dara mengulangi pertanyaan nya tadi.
" Apa maksud kamu yg mengatakan Satya lah yg bertanggung jawab atas kecelakaan yg terjadi pada ku." Tanya Dara tegas.
Saat itu karna mereka bicara di ruang tamu...kedua orang tua Dara mendengar nya.
Kedua orang tua Dara menghampiri mereka.
Faozan hanya diam.. dia tak tau harus bagaimana... haruskah ia menceritakan semua nya.. atau justru tetap bungkam.
" Jawab aku.. apa maksud nya kalo Satya yg bertanggung jawab atas kecelakaan ku.". Tanya Dara tak sabar.
Faozan & kedua orang tua nya hanya saling bertukar pandang.
Karna lagi² tak ada tanggapan dari Faozan.. Dara mencoba bertanya pada kedua orang tua nya.
" Ibu.. Ayah.. apa maksud Faozan yg mengatakan kalo Satya lah yg menyebab kan kecelakaan itu." Tanya Dara pada kedua ortu nya.
Sama seperti tadi mereka hanya saling menatap.
" Kenapa kalian hanya saling menatap.. jawab lah aku.. Bu.. Yah." Bentak Dara.
" Yg di katakan Faozan benar Ra.. Mobil Satya lah yg telah menabrak mu.". Jawab Sang Ayah.
" Nggak ini nggak mungkin.. Ayah pasti bohong." Kata Dara mulai menangis.
" Kami tidak berbohong Nak.. kak Aldy lah yg telah menyelidiki kasus ini.. kamu tau kan kak Aldy adalah Polisi jadi ia tak mungkin salah." Ayah nya menjelaskan lagi.
" Nggak kalian sengaja kan memfitnah Satya supaya aku membenci nya dan mau menikah dengan pria ini." kata Dara dengan kasar nya.
__ADS_1
Pllaakkk.
Sebuah tamparan mendarat di pipi Dara dan itu dari ibu nya.. yg tak menyukai sikap kurang ajar Dara.
Selama ini Dara tak pernah bersikap kurang ajar begitu.. meski semarah apapun dia pada kedua orang tua nya.. Dara masih tetap berusaha tenang.
"Ibu telah menampar putri Ibu sendiri hanya untuk membela pria ini." Kata Dara mulai menangis terisak.
" Maaf kan Nak.. ibu tak bermaksud menyakitimu... tapi kamu telah salah paham.. ibu bukan nya mau membela Faozan.. tapi.."
Ibu nya tak meneruskan lagi perkataan nya.. karna Dara telah berlalu pergi meninggal kan mereka disana.
Ibu nya Dara juga menangis menyesali yg telah ia lakukan pada putri nya tadi.
" Lihat lah.. pengaruh lelaki itu pada Dara." kata Ibu nya terbata.
" Tampak nya Satya telah meracuni fikiran Dara Bu." Tutur Faozan.
" Ya udah Yah.. Bu.. aku ke kamar dulu."
Faozan pun pergi kekamar nya.. saat itu Dara melihat nya dan langsung menyusul nya.
" Puas kamu... puas kamu telah membuat aku & ibuku bertengkar.. atau masih ada lagi yg kamu ingin kan.. belum cukup kamu membuat kekacauan di rumah ini.. dengar ya saat tak ada kamu.. kami selalu baik² saja.. tapi karna ada kamu.. hidup ku jadi berantakan." Dara menyalah kan Faozan atas semua yg terjadi.
" Kamu salah paham Sayang."
" Berhentilah memanggil ku Sayang.. aku tak butuh kata itu.. sebab apa guna nya kata sayang.. jika kamu tak bisa membuktikan nya." Dara menyergap bicara Faozan gesit.. dengan deraian air mata.
" Jangan menangis.. aku tak bisa melihat mu menangis." Faozan berkata sambil memeluk Dara.
__ADS_1
Dara hanya diam.. ia tak mampu menolak.
" Sungguh aku tak tahu lagi.. apa yg harus aku lakukan.. agar kamu bahagia." keluh Faozan lagi.
Dara melepaskan pelan pelukan Faozan & mulai bicara.
" Apa benar kamu mencintaiku?." tanya Dara apa ada nya.
" Iya.. sangat malahan.". Jawab Faozan seada nya.
" Benar kamu ingin melihatku bahagia?." Tanya Dara lagi.
" Iya." Jawab Faozan sambil mengangguk.
" Kalo begitu lakukan lah sesuatu untuk ku." pinta Dara.
" Apa itu?."
" Pergilah dari hidup ku.. aku tak ingin melihat mu lagi..apa lagi menikah dengan mu." usai berkata tanpa menunggu respon Faozan Dara langsung pergi dan meninggalkan Faozan dengan perasaan yg sangat hancur.
Faozan terduduk sendiri dengan perasaan yg sakit luar biasa.. air mata mulai mengalir di pipi nya.
Dia sunggub tidak beruntung.. setelah berjuang susah payah untuk mendapatkan kebahagiaan dan saat itu semua sudah di depan mata.. tapi dengan sekejab Tuhan menghancurkan semua nya.
" Ya Allah.. apakah kisah cinta ku akan berakhir seperti ini.. tak bisa kah Kau berikan aku satu kebahagiaan saja.. sejak kecil aku diabaikan oleh kedua orang tua ku.. tapi aku tak pernah mengeluh.. Kau juga mengambil nenek ku seorang yg telah merawat & membesar kan ku.. tapi aku juga tak protes.. lalu saat ada seorang wanita yg sangat aku cintai.. aku rela mengorbankan apapun demi diri nya termasuk nyawa ku sendiri.. tapi mengapa Kau juga tak membiarkan ku memiliki nya.. apakah aku ini tak pantas dapat satu kebahagiaan saja dari mu.". Faozan meratapi nasib nya.. kali itu dia benar² sangat hancur.
Perkataan Dara selalu terngiang di telinga nya.. dimana Dara benar² membenci nya & tak menginginkan nya.
Maka dengan berat hati ia melangkah untuk pergi.. Faozan akan membeli tiket untuk pulang ke Lombok.
__ADS_1
Iya Faozan akan menuruti kemauan Dara.. jika Dara tak mau melihat nya maka buat apa dia tetap disana.
Itulah mengapa ia memutuskan untuk pulang.. Faozan telah menyerah.. dia sudah tak sanggup lagi jika harus berjuang.. namun orang yg selalu ia perjuangkan tak berharap perjuangan dari nya.