Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Pagar Alam.


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam akhir nya mereka sampai di kota Pagar Alam.


Tiga buah mobil memasuki halaman rumah mewah yg kira² luas nya sekitar satu hektar.


Rumah tersebut merupakan rumah mertua nya Aldy, yaitu rumah kedua orang tua Mira istri dari Aldy kakak sepupunya Dara.


Rumah nya memang hanya memiliki satu lantai tapi lumayan banyak kamar, jadi nggak perlu khawatir kalau masalah untuk tempat tidur dan menginap.


Bersamaan dengan berhenti nya mesin mobil mereka, keluarlah 2 orang yg merupakan pasutri yg berumuran separuh baya, dia adalah kedua orang tua Mira, sungguh kedatangan mereka di sambut dengan hangat oleh keluarga itu.


" Eeh, besan ku sudah sampai rupanya, ayo masuk." sapa ibu nya Mira hangat.


Begitu juga dengan ayah nya Mira, mereka berdua sangat ramah dan baik.


Setelah duduk di ruang tamu sebentar masing² orang di suruh memilih sendiri mau di kamar yg mana.


Aldy, istri dan anak nya satu kamar, ibu nya Dara dan ayah nya Dara juga satu kamar, Dimaz dan Rama satu kamar, Sementara Candra bersama Defano adek nya Dara, Dessy dan Cintya juga satu kamar, jadi hanya Dara yg sendirian.


Karna hari sudah malam, setelah mandi dan makan malam setiap orang istirahat di kamar masing².


Mereka memutuskan untuk melihat² kebun teh besok.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Suara adzan subuh membuat beberapa orang yg ada di rumah itu bangun untuk melaksanakan fardhu 2 rakaat itu.


Meski masih terasa ngantuk dan ditambah udara disana yg dingin membuat malas bangun tapi tetap saja mereka harus bangun untuk shalat.


Usai shalat subuh aktifitas pun di mulai yg perempuan memasak sarapan sementara laki² membersihkan halaman rumah.


Setelah semua nya beres mereka sarapan bersama, hanya keheningan yg ada saat sarapan karna memang saat makan mereka hanya fokus untuk makan tak ada istilah ngobrol.


Jam 8 pagi mereka mulai melaksanakan tujuan mereka kesana yaitu melihat² kebun teh.


Setelah menempuh perjalanan 20 menit berjalan kaki tibalah di kebun teh yg sangat asri dan indah untuk di pandang.



inilah kebun teh Pagar Alam




Dara, dan semua teman² nya sengaja berkeliling² untuk menikamati segar nya udara pagi hari, dan terik nya mentari pagi.


Sambil terus berjalan mereka terus mengobrol dan bercanda.

__ADS_1


Hingga mereka tiba di sebuah pondok kecil yg ada di tengah² kebun teh tersebut, pondok itu adalah tempat orang² yg memetik teh istirahat.


Dara bersama teman² nya duduk sambil melihat² dengan kagum kebun teh tersebut, sesekali mereka memakan makanan yg mereka beli saat dalam perjalanan.


Dara.


" Disini udara nya benar² seger ya, asyik banget."


Dara yg memulai pembicaraan di sela mereka nge mil.


Dessy.


" Eem.. jadi pengen lama² aku disini." sahut dessy.


Rama.


" Kalau aja ada cewek cantik yg berasal dari sini aku mau macarin dia aja biar bisa sering² kemari."


Cintya.


" Dasar cewek aja yg ada di fikiran kamu." sambik berkata Cintya mendorong kepala Rama.


Candra.


" Maklum efem jomlo.". bales Candra.


Dimaz.


Rama.


" Betul, tapi sayang nya kita jomlo."


Cintya.


" Ehehe, kita ini rombongan cewek cowok yg nggak laku kayak nya."


Candra.


" Nggak apa² lah lebih baik jomlo dari pada punya pacar tapi sama aja kayak jomlo."


Tanpa sadar ucapan Candra itu membuat hati Dara merasa sakit, sebab ia punya pacar tapi hanya via telpon, alias jarak jauh.


Mendengar perkataan Candra tadi Dara, langsung pergi menjauh dari teman² nya, ia duduk menyendiri di samping tanaman teh.


Ia menatap orang² yg lewat disana, fikiran melayang² antara senang dan sedih nya.


Senang karna ia bersama keluarga dan juga teman² nya, sedih lantaran ia punya pacar tapi sama saja seperti ia tak mempunyai pacar.

__ADS_1


Tanpa sadar titik² bening mengalir dari dua bola mata nya yg sendu itu.


' Tuhan.... apakah jalan yg kuambil ini salah?, salahkah aku jika mempertahankan seorang pria yg belum pernah aku temui, salahkah jika aku mengabaikan pria lain demi dia, salah kah perasaan ini?.'


Gumam nya dalam hati, sambil menepis air mata yg mulai jatuh di pipi nya, karna ia melihat Dimaz mendekati nya.


Dimaz duduk di samping kiri Dara.


Dara.


" Hey Dim, kenapa kamu kesini nggak ama teman² lagi?." tanya Dara sambil menoleh sebentar.


Dimaz.


" Harus nya aku yg nanya seperti itu pada mu, kenapa tiba² kamu menyendiri disini dan kamu juga nangis?."


Dara tersenyum tipis.


Dara.


" Nggak apa² Dim, aku hanya pengen nikmatin semua ini sebab belum tentu tahun depan kita bisa kesini lagi, ya walaupun nggak sulit sebab kak Aldy pasti setiap lebaran kemari, tapi nggak ada yg tau umur manusia kan."


Entah mengapa tiba² Dara berkata demikian.


Dimaz.


" Kamu nggak boleh bicara gitu Ra, aku tau nggak ada yg tau umur manusia, tapi jangan bicara tentang akhir dari hidup disaat kita sedang bersenang² seperti ini." Dimaz bicara agak tinggi karna ia merasa kesal mendengar perkataan Dara tadi.


Dara.


" Iya iya maaf tuan Dimaz." sambil berkata Dara menarik telinga sendiri dengan kedua tangan nya, begitulah cara Dara meminta maaf.


Dimaz dengan pelan melepas tangan Dara tersebut artinya pula bahwa Dimaz telah memaafkan Dara.


Dara tersenyum lega.


Dimaz.


" Oh iya mungkin juga kata² mu tadi ada benar nya, tahun depan bisa² kamu udah nggak bersama kita² lagi, melainkan udah bersama itu tuh orang Lombok jadi tentu saja kamu bakalan menikmati tempat Wisata yg ada disana."


Goda Dimaz mencoba tersenyum padahal di hati nya ia sungguh tak ingin itu terjadi.


Dara.


" Apaan sih Dim, itu masih jauh, dia itu masih remaja belum ada fikiran buat nikah, udah ah jangan ngacok." Dara menanggapi dengan tertawa pelan.


Saat itu baru saja Dimaz mau bicara lagi, tapi gagal lantaran ponsel Dara berdering dan tentu saja Faozan yg menelpon.

__ADS_1


Mereka bahkan VC, Dara sengaja melakukan itu agar Faozan percaya kalau dia emang lagi ama teman² bukan pacar.


__ADS_2