
Suara adzan subuh terdengar sayup sayup di telinga Faozan.
Dia pun berusaha untuk menormalkan kembali kesadaran nya.. setelah membuka mata dan mengucek ngucek nya sebentar.. ia merasa penglihatan nya sudah sangat jelas.
Dilihat nya di sisi kanan nya Dara masih tertidur nyenyak.
Faozan ingin membangunkan nya untuk shalat subuh.. tapi dia ingat kalo saat ini Dara lagi nggak bisa shalat.
Faozan menatap wajah istri nya yg menurut nya sangat manis dan imut bila sedang tidur.
Sambil tersenyum sendiri dia mengusap pucuk kepala istri nya.
Dara hanya mengeliat saja.. merasakan ada yg menyentuh nya... dia enggan untuk membuka mata nya.
Setelah mengecup kening Dara sekilas.. Faozan bergerak melangkah ke kamar mandi.. untuk mandi dan berwudhu.
Setelah mandi & berwudhu.. Faozan pun kembali ke kamar nya dan mengerjakan dua rakaat nya.
Usai sudah ia melaksanakan ibadah 2 rakaat nya.. di lihat nya sang istri masih betah di alam mimpi nya.
Padahal jam sudah menunjuk pukul 05:30 waktu setempat.
Sambil terus menatap wajah sang istri.. Faozan duduk di samping Dara yg tengah tertidur.
“ Tampak nya dia lelah banget.” gumam Faozan sendiri.
Kemudian untuk membangun kan sang istri Faozan sengaja mengecup bibir Dara.
Dan benar saja Dara langsung membuka mata nya saat merasakan ada yg mencium bibir nya.
Namun dia hanya tersenyum melihat suami nya yg melakukan itu.
“ Morning sayang.” Ucap Faozan melihat Dara yg membuka mata nya.
“ Pagi juga.” sahut Dara dengan suara serak khas orang yg baru bangun tidur.
Setelah itu bukan nya bangun dia malah melingkar kan tangan nya di pinggang Faozan.
Faozan hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya melihat tingkah manja istri nya.
“ Bangun sayang.. udah jam berapa nih.. kamu kuliah kan hari ini.” tutur Faozan.
“ Eem.. tapi mulai nya jam 09 nanti sayang.. jadi waktu nya masih panjang.” jawab Dara santai.
“ Oke.. waktu mu masih panjang.. tapi bagaimana dengan waktu suami mu ini.. aku kan harus kekebun.” Kata Faozan lagi.
Mendengar hal itu sontak Dara langsung bangkit dari tidur nya.
“ Oh astaga... maaf ya.” Dara merasa tak enak hati.
“ Ya udah aku siapin sarapan kamu sekarang.” sambung Dara lagi.. sambil melangkah untuk keluar pintu dan membuat sarapan untuk suami nya itu.
Faozan hanya mengikuti dari belakang.
Ternyata saat Dara kedapur.. ibu nya telah membuat kan dia dan Faozan sarapan.
Dara tersenyum lega.. karna ia tak perlu repot dan cape cape untuk memasak sarapan.
__ADS_1
Karna ibu nya telah memasak sarapan.. Dara hanya menyiap kan di meja makan.
Setelah selesai dia mengajak semua orang untuk sarapan.
Usai sarapan masing masing mulai melakukan rutinitas mereka setiap hari.. kedua ortu Dara pergi ke kebun.. sementara Defano adik nya Dara kesekolah.. Faozan juga harus kekebun.. jadi hanya Dara sendirian yg masih di rumah.. karna hari ini kuliah nya mulai jam 9 pagi.
Karna masih ada waktu sebelum dia kuliah Dara mengisi waktu itu untuk beres beres rumah & mencuci pakaian.
Jam 8 pagi Dara mulai mandi dan bersiap siap untuk pergi kuliah.
Butuh waktu 30 menit dari rumah nya ke kampus.
Hari itu Dara pergi ke kampus dengan naik bus kota.
40 menit berada di dalam bus akhir nya Dara tiba di kampus.
Dan dia langsung menuju kelas.
Begitu dia masuk kelas.. tak ada seorang pun yg di dalam kelas.. Dara benar benar bingung.
“ Pada kemana ya orang orang.. masa nggak ada satu pun yg di kelas.” gumam Dara sendirian.
Tapi dia nggak mau ambil pusing.. mungkin saja belum datang.. atau bisa jadi lagi ada di kantin.
Dara pun memutuskan untuk duduk di bangku nya..
Dia membuka laci meja nya untuk memasukan buku buku yg ia bawa.
Tapi Dara sangat terkejut.. ketika dia menemukan setangkai bunga mawar merah dan juga cokelat.. bahkan dengan sebuah amplop warna merah muda yg terikat di bunga mawar merah itu.
“ Siapa yg menaruh ini ya.” sambil bertanya pada diri nya sendiri Dara mengambil bunga mawar merah itu.
“Indah nya bunga mawar merah ini tak seindah wajah mu saat kamu sedang tersenyum Dara... jika kamu ingin tau siapa aku.. datanglah ke taman belakang kampus ini.” Dara membaca isi pesan dari amplop itu.
“ Siapa sich nih orang.. kurang kerjaan banget.” gerutu Dara.
Kemudian dia hanya mengabaikan nya begitu saja.. bunga & coklat itu kembali dia masukan kedalam laci.. bagi nya nggak penting dan dia tak tertarik untuk mengetahui siapa yg memberikan itu untuk nya.
Dara hanya fokus pada laptop nya dan mulai belajar.
Hingga 10 menit kemudian seorang laki laki menghampiri nya.
“ Hy Ra.” sapa lelaki itu.
Dara hanya melihat nya sekilas.
“ Dara aku butuh bantuan kamu.” tutur lelaki yg sama sekali tak Dara kenal itu.
“ Maaf kamu siapa?.. dan apa yg bisa aku bantu.” tanya Dara datar.
“ Aku Sandi.. dan aku adalah teman nya Andrian.. kamu kenal Andrian kan?.” jelas lelaki itu.
“ Oh... Lalu apa urusan nya dengan ku.. dan kamu butuh bantuan apa?.” tegas Dara.
“ Ikutlah dengan ku.. Ini mengenai Rasti.”
Yg membuat Dara langsung menghentikan aktifitas nya.
__ADS_1
“ Rasti kenapa?.” Tanya Dara tak sabar.
Diapun langsung berdiri dan mengajak lelaki yg mengaku bernama Sandi itu.
Sandi mengajak Dara ke taman belakang kampus.
Tiba disana tak ada siapapun.
Dara mulai kesal pada Sandi.
“ Kamu berbohong pada ku.. mana Rasti... jangan macam macam ya kamu.” Ancam Dara sambil menarik kerah kemeja lelaki itu.
“ Tenang Ra.. aku mohon tenang.” Tegas Sandi.
“ Tenang kamu bilang.. kamu keterlaluan tau nggak.. mana Rasti.” tegas Dara kesal.. namun sambil melepaskan tangan nya dari kerah baju Sandi.
“ Aku disini Ra.” Rasti datang bersama orang orang yg lain nya.
Ternyata sudah banyak orang disana.
Dara hanya terdiam melihat sudah banyak orang yg berkumpul disana.
“ Maaf Ra.. ini rencana ku.” Andrian pun mulai muncul.
Dara mengambil nafas dalam.
“ Mau apa kamu?.” Tanya Dara tegas pada Andrian.
Semua orang yg berkumpul disana hanya diam melihat & mendengar pembicaraan mereka.
Andrian tak menjawab pertanyaan Dara sebagai ganti nya.. dia malah berlutut di hadapan Dara.
Dengan mata yg lurus menatap wajah Dara yg terlihat masih kesal saat itu.
Andrian meraih telapak tangan kanan Dara.
Dara ingin menolak.. dengan menarik kembali tangan nya.. tapi Andrian telah menggenggam nya erat.. hingga Dara hanya bisa menunggu untuk mengetahui apa yg di inginkan Andrian.
“ Ra sejak kamu memilih untuk mengakhiri hubungan kita dulu.. sejak hari itu aku nggak ada semangat untuk hidup lagi Ra.. namun aku juga selalu ingat nasehat kamu.. kamu bilang jika ada masalah maka berlari pada Allah.. maka Allah akan membantu mu.. jadi mulai hari itu aku hanya bercerita dan mengadu kepada Allah.. kamu tau apa yg aku minta pada nya?.” Tanya Andrian pada Dara..
Dara tak menjawab nya..
Dia hanya menggelengkan kepala nya.
“ Aku hanya minta satu hal Ra.. yaitu mengembalikan mu kepadaku.. hingga aku sangat senang saat kita bertemu kembali di kampus ini.. sebab itu artinya Allah menjawab do'aku.. dia mengembalikan mu pada ku.. Aku tau aku bukan orang yg baik.. jauh dari kata sempurna... tapi asal kamu tau Ra.. sejak dulu sampai sekarang perasaan ku pada mu tak pernah berkurang Ra.. jadi jangan kan menghilang.. bertambah yg ada.. karna itu lah.. hari ini aku meminta kepada mu.. maukah kamu kembali pada ku.. kita mulai hubungan kita dari awal lagi.. aku janji kalo aku benar benar serius sama kamu Ra.. biarkan mereka jadi saksi nya.. jika kamu setuju maka secepat nya aku akan melamar mu secara resmi.”
Mendengar perkataan Andrian.. sontak Dara langsung menarik kuat tangan nya.. dan terlepas dari genggaman Andrian.
Sayang nya itu hanya sebentar saja.. sebab Andrian kembali meraih telapak tangan nya dan menggenggam nya lebih erat lagi.
“ Ra.. aku mohon.. jawab aku.. aku benar benar sayang ama kamu Ra.. aku nggak mau lagi hidup tanpa kamu Ra.” pinta Andrian.
“ Plish jawab lah Ra.. apa kamu mau jadi pacar Aku?.” tanya Andrian lagi.
Dara melihat sekeliling nya.. begitu banyak orang yg berkumpul disana..
Apa yg harus dia katakan.
__ADS_1
Akan kah Dara menerima Andrian.. atau justru menolak nya tegas dan membuat Andrian malu di hadapan banyak teman teman mereka.????