Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Kekesalan yg berlanjut.


__ADS_3

Hari itu saat Faozan yg marah dan langsung memutus panggilan lantaran Dara bilang ia mau pergi bersama teman cowok nya, setelah panggilan terputus Dara mencoba untuk menghubungi nya kembali untuk menjelaskan pada Faozan kalau ia hanya bercanda, toh nyatanya ia nggak akan pergi kemana².


Panggilan pertama tak di jawab, Dara mencoba mengulang nya lagi, kali itu di rijek, maka diulang nya lagi, itu juga di rijek, panggilan ke 4 juga sama di rijek, saat itu Dara memutuskan ini panggilan terakhir nya kalau masih tak diangkat ia tak akan menelpon Faozan lagi.


Niat Dara terpatahkan ketika panggilan ke 5 nya di jawab.. saat itu Dara sudah menjelaskan niat nya yg hanya menggoda Faozan, dan akhir nya Faozan mencoba mengerti, toh dia juga berfikir kalau emang Dara ingin pergi dengan teman cowok nya harus nya ia nggak perlu izin, karna Dara sendiri pasti udah kenal sifat Faozan yg sedikit posesif itu.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Malam hari nya, selesai isya dan tarawih Faozan kembali menelpon, tanpa berfikir Dara pun langsung menjawab nya.


Dara.


" Hallo Asalamualaikum.". Dara yg memulai pembicaraan.


Faozan.


" Waalaikum sallam, lagi ngapain?."


Dara.


" Tiduran aja, Kamu sendiri lagi apa?." Dara balik bertanya.


Faozan.


" Lagi duduk di luar, sambil telponan ama kesayangan."


Dara.


" Ngapain di luar, ini udah malam."


Faozan.


" Habis nya kalau didalam yg ada bikin kesel, karna kita bicara sendiri²."


Dara.


" Oh gitu, oh iya emang kamu nggak keluar malam ini?."


Dara bertanya demikian karna sudah beberapa malam terakhir ini Faozan sering keluar malam meski hanya untuk berkumpul sama teman² nya.


Faozan.


" Lagi males."


Dara.


" Kenapa kok males, apa kamu lagi ada masalah?."


Faozan.

__ADS_1


" Nggak kok, cuma kalau aku keluar aku nggak bisa telponan ama kamu, sebab teman² aku kamu tau sendiri kan gimana iseng nya mereka,dan kalau nunggu pulang pasti aku pulang nya sahur, kita hanya bisa bicara bentar karna kamu harus masak buat sahur, lagi pula biar lebih aman, kalau aku di rumah dan telpon kamu, maka kamu nggak ada alasan untuk curiga kalau aku selingkuh."


Faozan berkata begitu karna Dara pernah bilang kalau Faozan keluar malam buat cari cewek.


Dara.


" Ehehehe, maaf ya kalau kamu ngerasa terganggu karna sikap aku ini." Dara jadi ngerasa nggak enak.


Faozan.


" Nggak apa² kok sayang, justru aku senang ada yg perhatian ama aku, ada yg marah saat aku pulang malam."


Dara.


" Bener nih?."


Faozan.


" Iya sayang, maafin aku juga ya, kalau membuat mu merasa nggak nyaman atas sikap ku yg selalu melarang kamu buat ini dan itu, tapi ku harap kamu ngerti, aku cemburu karna aku cinta ama kamu, aku marah karna aku sayang ama kamu, dan aku curiga itu juga karna aku ngerasa takut kehilangan kamu."


Dara.


" Ya elah gombal nya mulai keluar."


Saat itu panggilan nya tiba² terputus sendiri, Dara mengecek waktu panggilan, dan belum juga sampai satu jam, kalau satu jam mati itu memang sudah biasa, lah ini baru juga 45 menit.


10 menit kemudian barulah masuk panggilan dari Faozan, kali itu juga Dara langsung menjawab nya.


Faozan.


" Kok di matiin sich?." Faozan langsung menyambar dengan nada kesal.


Dara.


" Bukan aku yg matiin."


Faozan.


" Lalu, aku gitu?.. kalau aku yg matiin ngapain aku telpon lagi."


Dara.


" Lah aku juga, kalau aku yg matiin ngapain aku angkat lagi."


Faozan.


" Alaaah alesan doank kamu, bilang aja kalau kamu mau telponan ama teman cowok kamu itukan." Nada suaranya nuduh banget.


Dara.

__ADS_1


" Kamu mau ngajak ribut hhaaah." tanya Dara kesal.


Faozan.


" Kamu yg mulai duluan, kalau udah bosen bicara ama aku bilang donk, jangan kayak gini."


Dara.


" Bicara ama kamu nggak ada habis² nya mau ngajak berantem mulu."


Faozan.


" Kalau gitu nggak usah bicara." ketus nya.


Dara mengambil nafas dalam untuk meredam amarah nya.


Dara.


" Udah lah nggak usah saling menyalahkan, mungkin tadi jaringan nya yg lagi eror, masa kita mau berantem cuma gara² hal sepele."


Faozan.


" Sepele kamu bilang, menurut kamu mungkin sepele, karna kamu nggak pernah berada di posisi aku, dimana hanya aku yg merasa khawatir dan cemas memikirkan hubungan kita."


Dara.


" Kalau kamu ngerasa berat dan jadi beban buat kamu, nggak usah di fikirin, lagian siapa juga yg nyuruh kamu buat mikirin ini, Kamu sendiri yg aneh suka marah² nggak jelas." Dara juga menjawab dengan nada marah.


Faozan.


" Aaaahhh, udah lah nggak ada guna nya bicara ama kamu, yg nggak pernah mikirin perasaan aku."


Dara.


" Terserah kamu lah."


Kali itu nggak ada respon dari Faozan, tapi ia juga tak memutus panggilan nya.


Dara.


" Kok diam?." tanya Dara masih agak kesal.


Faozan.


" Kenapa emang nya nggak boleh aku diam." jawab nya juga dengan nada kesal.


Saat itu Dara mencoba berfikir sejenak kenapa Faozan bersikap demikian, ia bahkan ingat tadi Faozan bilang tentang masalah teman cowok nya yg ia bilang tadi siang, ia mengerti kalau Faozan masih nggak percaya kalau ia hanya bercanda tadi.


Dara mengambil nafas dalam dan menghembuskan perlahan, untuk menenangkan hati nya.

__ADS_1


__ADS_2