Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Kau bukan menantu Ku.


__ADS_3

Sepanjang perjalanan dari Desa Bojong Barat menuju bandara Gatot Subroto.. Dara.. Faozan & Ibu nya hanya berdiam diri.. tak ada percakapan diantara mereka.


Masing masing larut dalam fikiran sendiri sendiri... hingga hanya kehingan yg ada di dalam sebuah travel itu.


Namun keheningan itu pecah saat Ibu nya Faozan mulai bicara.


“ Terima kasih Ozan.. Dara.. tanpa kalian berdua Ibu nggak tau apa yg akan terjadi pada Ibu.” tutur Ibu nya Faozan mulai menitikan air mata.


“ Kok Ibu berkata demikian.” Dara yg menyahuti.


“ Bu kami ini anak anak mu.. Mana mungkin kami membiarkan Ibu di sakiti.. jadi Ibu tak perlu berterima kasih.. karna ini sudah kewajiban kami sebagai seorang anak.” sambung Dara lagi.


“ Dara benar Bu.. dan apa yg kami lakukan ini tak sebanding dengan yg telah Ibu lakukan selama ini.. Tanpa Ibu aku nggak akan ada di dunia ini.” Faozan menambahi.


Perkataan Faozan terasa begitu menusuk bagi Ibu nya Faozan.


Sebab sejak Faozan masih berumur 2 tahun hingga sekarang.. dia tak pernah ada bersama anak nya itu.


Dia bahkan ingat betul.. Dimana dia & Faozan sering bertengkar.. hanya demi lelaki itu.


Pertengkaran itu pun kembali melintas dalam fikiran Faozan.


Dia juga ingat.. hari dimana kakak nya yg bernama Vina menangis karna tuduhan Ibu nya.


Demi lelaki itu.. Ibu nya rela bertengkar dengan mereka... Saat mengingat hal itu.. sampai kini rasa sakit nya masih bisa di rasakan oleh Faozan.


“ Maaf kan Ibu Zan.. selama ini Ibu hanya memikirkan diri Ibu sendiri.. Ibu tak pernah memikirkan kamu.. kakak mu.. bahkan juga adik mu.. Aku ini seorang Ibu yg jahat.” sekali lagi Ibu nya Faozan mulai menyesali perbuatan nya.


“ Bu aku bukan orang pendendam tapi aku juga bukan orang yg pelupa.. aku masih ingat semua bagaimana perlakuan Ibu terhadap ku saat itu.. Dan apa Ibu tau.. betapa sakit nya perasaan ini saat Ibu ku sendiri lebih mementingkan orang lain ketimbang anak nya...”


“ Sayang.” Dara menyela.. berniat untuk menghentikan Faozan.. karna kata kata Faozan akan membuat Ibu nya terluka.

__ADS_1


“ Tidak Sayang.. kali ini jangan hentikan aku.” sahut Faozan tegas.


“ Dan sejujur nya saja Bu.. sempat terlintas dalam benak ku.. kalo aku nggak akan pernah peduli pada Ibu lagi.. aku sangat benci Ibu yg begitu tega melepas tanggung jawab nya terhadap anak anak nya.. Tetapi saat itu seseorang memberiku nasehat.. dia mengingatku akan siapa diri ku.. Ibu tetap lah seorang Ibu.. seperti apapun dia.. tanpa nya aku nggak akan ada di dunia ini.. dia juga tak ingin aku membenci apa lagi dendam terhadap Ibu.” sambil berkata Faozan menatap lekat pada Dara.. sebab dia masih ingat jelas perkataan Dara saat itu.


“ Dan kuakui.. perkataan nya sangat lah benar.. syurga itu berada di telapak kaki Ibu.”


Faozan menghentikan bicara sejenak.. ia mengalihkan pandangan nya kepada sang Ibu yg hanya tertunduk dengan penuh penyesalan.


“ Apa Ibu tau giman perasaan ku saat Ibu marah marah sama aku & kak Vina hanya untuk lelaki itu.” Lanjut Faozan.


“ Rasa nya sangat sakit.. bahkan lebih sakit dari perasaan kami yg selama ini diabaikan oleh Ibu.. Dan saat itu aku bahkan sudah bertekad kalo aku tak akan menganggap mu Ibu ku lagi.. Namun lagi lagi seseorang membuat ku tersadar kalo apa yg aku lakukan itu salah.” Faozan pun kembali mengarahkan pandangan nya pada Dara.


“ Saat aku menceritakan semua yg terjadi pada nya.. tanggapan sederhana.. Dan aku masih ingat betul kata kata nya itu.. Dengan enteng nya saat itu dia bilang.”


*Aku memang tak tau apa yg kamu rasakan.. tapi aku mengerti kamu pasti terluka dengan semua itu.. Namun jadikan lah rasa sakit mu itu sebagai motifasi mu untuk melangkah lebih maju kedepan nya.. Buktikan pada Ibu Mu jika kamu mampu tanpa tanpa nya.. buat lah dia merasa bangga pada Mu.


Dan ingat lah pesan ku ini.. sampai kapan pun dia tetap Ibu mu.. tolong jangan membenci apa lagi dendam terhadap nya.


Dan jika saat itu tiba.. sebagai ganti nya maka terima dan rawat lah Ibu mu dengan baik*.


“ Itulah kata kata nya.. yg sempat membuat aku terdiam beberapa saat.. karna aku sangat mengagumi pemikiran nya.. Oh Tuhan betapa lembut nya hati orang ini.. Aah perasan ku makin betambah saja pada nya.. Aku makin tak ingin kehilangan nya.” saat berkata demikian mata Faozan mulai berkaca kaca.


“ Ku akui kebenaran ucapan nya.. itulah mengapa aku bisa ikhlas dengan semua nya.” lanjut Faozan lagi.


Dara hanya terdiam mendengar semua itu.


“ Orang yg mengatakan itu pastilah orang yg sangat baik.. jika tidak nggak mungkin dia bisa memberikan nasehat sebijak itu.. Aku berterima kasih pada nya.. yg telah menjadi anak ku seorang pria yg baik.” sahut Ibu nya.


“ Eem.. maka nya Ibu nggak boleh nyia nyia in dia.. aku minta sama Ibu.. anggap lah dia sebagai putri Ibu sendiri.. sayangi lah dia melebih kami anak anak mu.” pinta Faozan.


“ Dia rela meninggalkan keluarga nya yg telah bersama sejak dia hadir kedunia ini.. hanya demi kita semua.” lanjut Faozan.

__ADS_1


Yg membuat Dara tak dapat membendung air mata nya.. Sama sekali dia tak menyangka jika Faozan mempunyai pemikiran yg begitu dewasa.


Dara benar benar merasa terharu.


“ Tapi siapa dia.. & dimana dia?.” tanya sang Ibu.


Yg membuat Faozan seketika langsung tersenyum.


“ Tentu saja dia adalah menantu mu.” jawab Faozan masih dengan tersenyum.


Mendengar hal itu.. langsung saja Ibu nya Faozan memeluk Dara dengan sangat erat.


“ Ibu janji.. Ibu tak akan menjadikan mu sebagai seorang menantu.. karna mulai hari ini kamu adalah putri Ibu.” Ibu nya Faozan berkata pada Dara.


“ Iya Bu.. terima kasih.” sahut Dara tersenyum.


Ibu nya Faozan melepaskan pelukan nya.


“ Makasih ya Sayang.. hari ini aku melihat nya langsung jika kamu membuktikan perkataan mu.. jujur awal nya aku ragu saat kamu berkata bahwa aku harus menerima Ibu ku.. akan kah kamu mampu menerima Ibu ku.. karna berkata lebih gampang dari pada melakukan... tapi dengan mudah kamu membuktikan.. kalo kamu tidak hanya berkata.” Faozan berkata pada Dara.


“ Hanya makasih doank.. nggak ada sesuatu gitu sebagai ucapan terima kasih.” sahut Dara dengan nada bercanda.


Faozan & Ibu nya tersenyum.


“ Emang nya kamu mau apa?.” tanya Faozan kemudian.


“ Aku mau makan.. aku laper.” jawab Dara terus terang.


Yg membuat Faozan langsung tertawa.


Kebetulan mereka telah sampai di bandara.. hingga travel itupun berhenti.

__ADS_1


Faozan mengajak Dara & Ibu nya makan terlebih dahulu.. apa lagi jam terbang mereka masih satu jam lagi.


__ADS_2