
Dara di kaget kan saat ia tengah lelap tidur siang.. dan itu oleh teman² nya.
Tentu saja yg berani mengganggu tidur Dara adalah Dessy.
" Ra.. bangun." sambil berkata Dessy menarik tangan Dara agar Dara bangun dari tidur nya.
" Apaan sich Des?." Dara bertanya dengan mata yg masih terpejam.
" Iiih.. kita² disini tapi masa kamu tidur aja." kelauh Dessy.. " Ayo cepatan bangun.. nggak ngehargai teman banget sich."
" Kamu itu yg nggak ngertiin aku.. aku ngantuk banget.. semalam aku tidur jam 3." ia keceplosan.
" Ngapain aja sampe tidur jam segitu." tanya Dessy kaget.
" Karna kepala ku agak pusing." Dara mencari alasan.. karna nggak mungkin ia bilang kalo semalam ia bicara pada Faozan.
" Oh gitu.. ya udah lanjut aja tidur nya.. tadi nya sich aku cuma di suruh teman² buat ngajak kamu karna ada kejutan buat kamu."
" Kejutan." Dara mulai antusias.
" Eem." Dessy bergumam.
" Ya udah aku bangun."
" Giliran dengar kejutan aja semangat nya bukan main.. ya udah ayo."
" Bentar dulu cerewet.. aku mau cuci muka."
Dara pun beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi untuk mencuci muka.
5 menit kemudian ia telah kembali ke kamar dan Dessy masih setia menunggu.
Dara merapikan pakaian nya.. memoles wajah nya dengan bedak tipis.. bahkan lipstik seada nya.
" Udah Cantik.. tenang aja." Celetuk Dessy.
" Kan dari sono nyo Non." jawab Dara.
" Ya udah ayo." Dessy mengambil sebuah kain kecil.. untuk menutup mata Dara.
" Loh kok pake acara tutup mata segala sich?."
__ADS_1
"Udah jangan bawell.. ikuti saja intruksi ku."
" Iya baiklah."
Dessy pun membimbing Dara dan melangkah dengan pelan.. menuju ruangan di mana teman² mereka yg lain telah berkumpul.
Begitu tiba diruangan dimana mereka biasa berkumpul.. Dessy membuka penutup mata Dara.
Disana sudah ada Cintya.. Rama.. Dimaz.. Candra dan semua dekorasi ruangan itu yg bernuansa biru pink.
Ada tulisan I Love U Dara dengan taburan bunga mawar merah yg berbentuk hati.
Dara memperhatikan semua itu dengan mengernyit kan dahi.
" Ada apa ini?." tanya Dara.. ia benar² bingung.. siapa yg membuat kejutan ini.
Karna ia melihat tulisan I Love U Dara.. itu artinya orang yg menyintai nya yg membuat Surprice itu.. tapi siapa?.
Faozan ataukah Dimaz.?
Tapi rasa nya kalo Dimaz nggak mungkin sebab ia tak menerima Cinta Dimaz.. lagi pula Dimaz terlihat biasa saja... Yg ada dia malah terlihat sangat tak bersemangat.
Namun jika itu Faozan.. dimana dia.. kenapa dia belum kelihatan.
Namun orang itu tak berkata apapun.
Dara ingin menoleh tapi di cegah oleh Dessy yg berdiri di samping kanan nya.
" Upz.. jangan dulu." Dessy berkata sambil meraih lengan Dara agar Dara tak menoleh.
" Kenapa?.. dan iya kamu siapa kenapa kamu memberikan bunga ini untuk ku?." Dara bertanya pada orang yg memberikan bunga itu.
Sayang nya lelaki itu tak menjawab nya.
" Terima dulu bunga nya baru kamu akan tau apa maksud nya!." tegas Dessy.
Saat Dara melihat ke sekeliling nya Dimaz udah nggak ada.. hati nya terlonjak keras.. mungkin kah ini perbuatan Dimaz?.
Jika benar entah apa yg akan Faozan lakukan saat ia mengetahui hal ini.
Dengan ragu² Dara menerima bunga mawar merah tersebut.. bahkan dengan mengikuti naluri nya ia mencium aroma wangi dari bunga itu.
__ADS_1
Hmmmmpp.. Di hirup nya aroma segar dari bunga itu dengan memejam kan mata nya.
Aroma wangi nan segar yg membuat hati nya nyaman.
Setelah beberapa detik barulah ia membuka mata nya.
Dan apa yg ia lihat saat ia membuka mata nya.
Itu jauh lebih mengejutkan lagi.
Dara mendapati Faozan telah berlutut di hadapan nya.. dengan bertumpu pada kedua lutut nya.
" Kamu ngapain?." dengan seketika pertanyaan itu terlontar dari mulut nya.
Bukan nya menjawab Faozan malah meraih tangan kanan Dara dan mengecup nya dengan sangat lembut.
Dara hanya bisa pasrah dengan semua itu.. dan tersenyum malu².. bahkan wajah nya terasa menghangat dan mulai merona merah.
Faozan menatap Dara dengan tersenyum lembut.
" Gedok ayo bangun.. ngapain kamu kayak gini." ucap Dara setengah berbisik.. tapi semua teman² nya masih mendengar.
Faozan tak mengidah kan perintah Dara.. malahan ia mengeluarkan kanan kiri nya yg tadi ia sembunyikan di balik punggung nya.
Ada sebuah kotak berbentuk hati dan berwarna merah maron di tangan nya itu.
Kita semua sudah tau kotak apa itu.. yg tak lain dari kotak perhiasan.
Dara hanya berdiri bagai patung.. dan memperhatikan gerak gerik Faozan.
Faozan membuka kotak tersebut.. dan ternyata isi nya adalah sebuah cincin Emas 24 karat.
Berat nya kira² 4 gram..
Maaf nggak mewah² ya guys.. karna mereka bukan kalangan orang kaya jadi yg sederhana aja.
" Saat pertama kali aku melihat mu.. mata ku tak ingin melihat hal yg lain nya selain kamu.. saat hati ini mulai merasa merindukan mu.. maka saat itu pula lah hati ini tak bisa menemukan orang yg lain selain kamu.. dan meski saat bumi ini hancur sekalipun tapi percaya lah saat itu perasaan ku pada mu tak akan pernah hancur.. Cinta ini akan tetap abadi di dalam hati ku.. aku ingin setiap detik.. setiap menit.. setiap jam.. hari.. minggu.. bulan.. dan tahun ku hanya bersama mu.. menghabiskan sisa hidup ku hanya dengan mu." ia menghentikan bicara nya sejenak.. untuk menatap wajah manis Dara.
Wajah yg kini hanya menatap nya dengan senyuman.
" Will You Marry Me.. Dara?." Dara belum bisa merespon perkataan Faozan.. ia sedang mencerna apakah maksud dari Will You Marry Me.
__ADS_1
Setelah mengingat² beberapa detik ia mengerti maksud Faozan.
Tapi ia justru bingung.. kenapa Faozan mau menikah dengan nya secepat ini.. apa yg harus dilakukan nya.. sedangkan dia sendiri sudah berencana untuk kuliah dan itu hanya menunggu tiga bulan lagi.. uang pendaftaran dan segala keperluan kuliah telah ia siap kan semua.. lalu harus kah ia membatalkan niat nya.. tapi jika ia menolak Faozan apa yg akan laki² itu rasakan.. ia jauh² datang untuk nya.. bahkan dia rela kehilangan kerjaan nya hanya untuk Dara.. tega kah dia menyakiti nya.. hanya karna impian nya untuk menjadi seorang Dokter?.