
Mengetahui tak ada jawaban dari Dara untuk beberapa saat Faozan hanya menghela nafas dalam..
Faozan.
" Sayang kamu dengar aku kan?." Faozan mulai bicara lagi.
Dara mengambil nafas dalam dan menepis air mata yg mengalir dipipi nya.. hati nya sangatlah hancur.. sudah sejak lama ia menyimpan rahasia ini.. dan sekarang seperti ia tak punya pilihan selain jujur.
Dara.
" Iya aku dengar kok." Kata nya dengan suara serak karna ia habis menangis.
Faozan.
" Apa yg terjadi?.. apakah sakit mu begitu parah?." tanya Faozan yg menangkap Dara pasti habis menangis.
Dara.
" Maaf kan aku." kali itu pembicaraan nya diiringi derai air mata.
Faozan.
" Kenapa kamu minta maaf.. dan katakan pada ku.. kamu sakit apa ku mohon jangan sembunyikan apapun lagi." kata Faozan dengan sangat lembut.
Dara.
" Sebenar aku ini menderita..." kata nya terbata²..
Faozan.
" Kanker Otak.. apakah tebakan ku benar?." Faozan menyela seketika.
Dara.
" Iya."
Faozan.
" Astaqfirullah hal adzim.. maaf kan aku.. karna aku nggak bisa berbuat apapun.. kamu yg kuat ya.. yg sabar.. aku yakin kamu pasti bisa sembuh karna nggak ada penyakit yg nggak ada obat nya.. selama kamu mau berusaha maka yakinlah kamu pasti akan sembuh seperti semula.. maaf ya karna aku nggak ada di sisi mu saat ini." Rasa sesak mulai ia rasakan didada nya saat ia mengetahui semua itu.
Dara.
" Insya Allah aku kuat kok.. dan kamu juga nggak perlu minta maaf karna kamu nggak salah.. makasih untuk sufort dari mu.. aku janji demi kamu aku akan selalu kuat." meski berkata demikian tapi Dara tetap menangis.
__ADS_1
Faozan.
" Udah lah nggak usah nangis.. kamu jelek tau saat nangis.. aku akan selalu ada untuk kamu.. dan sebisa mungkin aku akan berusaha untuk membantumu.. jadi jika kamu butuh apapun tolong jangan sungkan."
Dara.
" Makasih.. tapi untuk saat ini aku bukan lah tanggung jawab mu.. jadi kamu nggak usah terlalu mikirin aku.. disini masih ada keluarga ku."
Faozan.
" Iya kamu benar karna itulah kamu harus tetap kuat dan berjuang melawan penyakit mu.. demi keluarga mu.. dan..."
Dara.
" Demi kamu juga." Dara menyela.
Faozan.
" Benar.. kamu harus sembuh demi aku.. jika kamu benar² sayang pada ku.. maka kamu harus sembuh dan nggak boleh putus asa.. anggap lah ini ujian dalam hubungan kita." kata nya penuh perhatian.
Dara.
" Iya.. tapi jujur sampai sekarang aku masih kecewa dengan keluarga ku.. selama ini mereka sudah tau kalau aku kena kanker tapi mereka berbohong pada ku.. sungguh rasa nya sangat sakit... aku benar² kecewa sama mereka.. selama ini antara aku dan keluarga ku hampir tak ada rahasia.. semua nya aku ceritakan pada mereka.. sedangkan mereka...."
Faozan.
Dara.
" Tapi.."
Faozan.
" Nggak ada tapi² an." lagi² ia merebut pembicaraan.
Dara.
" Iih galak banget sich." kata nya jengkel.
Faozan.
" Udah sekarang aku nggak mau dengar kamu nangis lagi.. mana Dara yg dulu selalu ceria.. yg dulu selalu tertawa bahkan saat aku marahin sekalipun kamu selalu tertawa dan aku mau Dara yg itu kembali lagi.. aku nggak mau Dara yg cengeng dan putus asa seperti ini."
Dara.
__ADS_1
" Ehehehe.." akhir nya dia tertawa.
Faozan.
" Nah ini baru nama nya kesayangan ku.. eeemmmuaaccch."
Lagi² Dara mulai tertawa.
Dara.
" Makasih ya udah mau menghiburku.. dan menyemangatiku."
Faozan.
" Hanya itu yg bisa aku lakukan untuk mu."
Dara.
" Itu udah lebih dari cukup kok."
Untuk beberapa saat tak ada respon dari Faozan karna pemikiran nya mulai melayang² ia merasa tak berguna sebagai seorang pria.. harus nya disaat seperti ini dia ada untuk mendampingi Dara.. namun jarak menjadi penghalang nya.
Dara.
" Kok diem?." Dara mulai bicara lagi.
Faozan.
" Nggak apa² sayang.. aku hanya ngerasa kalau aku ini benar² tak berguna.. saat kamu sakit seperti ini harus nya aku ada disana bersamamu.. tapi aku malah sibuk sendiri disini.. bahkan tertawa bersama teman² ku."
Dara.
" Hsst.. kamu nggak boleh bicara begitu.. kamu itu sangat berguna dan berarti bagiku... mungkin kalau nggak ada kamu aku akan menyerah dengan semua ini.. tapi kamu memberiku semangat untuk berjuang demi kesembuhan aku."
Faozan.
" Eheemz.. dengar kamu bicara kayak gini aku jadi makin cinta dan sayang dech ama kamu."
Dara.
" Masa."
Faozan.
__ADS_1
" Iyalah.. aku kan nggak kayak kamu yg bilang sayang namun terima lamaran orang lain."
Dara mengambil nafas dalam.. sekarang ia harus mengatakan tentang kebohongan nya yg satu ini.