Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Keceriaan kembali.


__ADS_3

Usai menemui Dokter Alex Faozan kembali menemui Dara yg sedang duduk sendiri diruangan itu.


" Apa yg di katakan Dokter Alex?.". Dara langsung bertanya melihat Faozan sudah masuk kembali.


" Nggak ada hanya memberikan hasil pemeriksaan mu kemarin dan Alhamdulillah hasil nya sangat baik." sambil berkata Faozan menyerah kan selembar kertas kepada Dara.. Darapun membaca nya dan tersenyum ceria.


" Gedok.. boleh aku minta tolong nggak?." Dara langsung berkata.


" Apa?."


" Aku laper."


Faozan tertawa mendengar nya.


" Tunggu aja bentar lagi pasti ada jatah dari RS."


" Iiih aku nggak mau.. rasa nya nggak enak.. kamu beli nasi uduk di kantin aja ya." rengek nya.


" Sayang.. bukan nya aku nggak mau tapi kamu denger sendirikan kata Dokter kalau kamu belum diizin kan makan sembarangan." jawab Faozan tegas.


Apa yg ia katakan itu benar Dara belum diizin kan makan makanan yg belum terjamin kehigenisan nya.


" Alaaah bilang aja kamu nggak mau beliin dan nggak punya uang."


" Kalau bukan karna larangan Dokter aku nggak akan mungkin menolak mu..dan kalau itu tentang uang.. meski nggak punya uang.. kalo itu permintaan kamu dengan semampuku aku pasti akan berusaha untuk memberikan nya pada mu.. tapi ini semua demi kebaikan dan kesehatan mu.. dan itu jauh lebih penting dari apapun."


" Iya iya.. nggak usah ngomel juga kali." ketus Dara kemudian.


" Maaf ya.". kata Faozan menatap lembut wajah Dara.


Dara mengangguk penuh pengertian.. ia bahagia karna Faozan begitu peduli pada nya.


" Makasih atas perhatian mu." jawab Dara... " Dan iya.. aku emang nggak boleh sarapan dari luar.. tapi kamu bisa kan beli sarapan untuk diri kamu sendiri."

__ADS_1


" Aku kan udah sarapan tadi." jawaban Faozan membuat Dara bingung.. kapan Faozan sarapan.. nggak mungkin sebelum ia sadar tadi.


" Loh kapan?." tanya Dara polos.


" Tadi.. sarapan bibir kamu." kata nya dengan senyum jahil nya.


" Kamu benar² ya." kata nya dengan melotot pada Faozan.


" Beneran loh bibir kamu manis banget." Faozan masih menggoda Dara.


" Gedok." kata nya penuh tekanan bahkan menatap Faozan dengan pandangan menusuk.


Faozan lagi² tertawa.. melihat Faozan yg tertawa Dara berniat melempar nya dengan bantal yg ada disana..


Tapi belum sempat ia lakukan Faozan sudah berlarian kecil menuju luar ruangan karna ia telah menyadari niat Dara..


Di ambang pintu Faozan menoleh manatap Dara.


Dara hanya mengangguk.


10 menit kemudian Faozan telah kembali.. dengan membawa sarapan nya.


Hanya gorengan yg ia beli.. dengan kopi.. karna merasa sudah lapar Faozan langsung sarapan.


Sempat tadi ia basa basi menawari Dara.


Tapi Dara menolak.. karna ia tau ia belum diizinkan makan makanan yg seperti itu.


Karna Faozan begitu serius sarapan nggak mungkin ia ngajak Faozan bicara karna itulah ia memilih untuk mandi.. badan nya juga sudah sangat gerah.


Dengan perlahan Dara ingin turun dari tempat tidur tersebut.. namun baru saja satu kaki nya menapak di lantai Faozan sudah mulai bicara.


" Kamu mau kemana?." tanya Faozan tegas.

__ADS_1


" Aku mau ke kamar mandi gerah." sahut Dara.


Faozan langsung bangkit dari duduk nya dan menghampiri Dara.


" Ayo kau antarkan." kata Faozan yg membuat Dara terkaget.


" Nggak usah aku bisa kok.. lagian kamu lagi sarapan udah lanjut sana."


Dara berkata sambil berdiri dan melepas pelan selang infus yg ada di tangan nya.. padahal Dokter belum mengizin kan.. tapi Dara sudah sangat risih dengan infus itu dan dia merasa tak butuh itu lagi.


Dengan memejamkan mata nya Dara melepas selang infus dari pergelangan tangan kiri nya.


" Iiissssss.". Faozan berdesis melihat hal itu.. ia tak menyangka ternyata Dara cukup berani.


Ia sendiri takut pada jarum suntik tapi Dara malah dengan berani melepas jarum itu dari tangan nya.


" Tangan ku yg di infus tapi malah kamu yg ketakutan melihat nya.. Dasar cowok pobhia jarum suntik.". Goda Dara.


Faozan yg merasa jengkel karna di ledek Dara.


Ia menghampiri Dara dan tanpa aba² mengankat tubuh gadis itu dan menggendong nya.


Dara hanya bisa membelalakan mata nya.


Dengan pelan tapi pasti Faozan melangkah ke kamar mandi dan menurunkan Dara disana.


" Mandilah." kemudian Faozan pergi dan melanjutkan sarapan nya.


Dara hanya tersenyum senyum saja.. mengingat tindakan Faozan barusan.. namun ia bahagia.. karna bisa semesra itu dengan lelaki yg selama ini merupakan hanya bayang² bagi nya.


Tapi kini semua nya begitu nyata.


Benar kata orang pasti ada Hikmah di setiap peristiwa.

__ADS_1


__ADS_2