
Setelah acara tiup lilin & potong kue.. saat nya memberikan hadiah buat Dara.
“ Oh iya sayang.. aku punya sesuatu buat kamu.” tutur Faozan.
“ Apaan?.” tanya Dara nggak sabar.
“ Tunggu aku ambil dulu.” Dara pun hanya menunggu bersama teman teman nya dan juga kedua orang tua nya.
Faozan beranjak menuju kamar nya untuk mengambil hadiah yg telah ia persiapkan buat istri tercinta.
“Kalian tau nggak sich.. apa kira kira hadiah dari Ozan?.” tanya Dara pada teman teman nya & juga pada kedua orang tua nya.
Tapi mereka semua menjawab tak tahu.. kali ini mereka memang tak tau apapun mengenai hal ini.. bukan hanya pura pura seperti tadi.
“ Pasti udah nggak sabaran ya.. sampe kamu tanya ama semua orang.” tutur Faozan saat dia sudah kembali dari kamar nya.
Faozan sengaja menyembunyikan tangan nya di balik punggung nya.
“ Sayang nya kali ini mereka nggak tahu apapun.. jadi nggak ada guna nya kamu tanya mereka.” lanjut Faozan.
“ Iya iya.. sekarang ayo mana hadiah nya.” pinta Dara makin tak sabar.
“ Sabar dulu lah.. nggak segampang itu.. kamu harus tutup mata dulu.” kata Faozan santai.
“ Iiih.. kenapa harus tutup mata segala sich.” Dara mulai protes.
“ Kalo nggak mau ya udah.. kejutan nya juga nggak jadi.” Goda Faozan.. yg berhasil membuat Dara menurut.
“ Baiklah.. aku tutup mata nih.” sambil berkata Dara memejam kan mata nya.. tapi hanya sedikit.. inti nya dia masih bisa melihat.
Faozan mendekati Dara dan memperhatikan secara teliti apakah benar Dara memang menutup mata atau masih bisa melihat.
“ Nggak boleh curang.. tutup mata yg benar.” tegas Faozan.
“ Kamu ikhlas nggak sich mau kasih aku hadiah.” ketus Dara.
__ADS_1
“ Ya ikhlas lah.. tapi aku nggak mau orang yg curang.” tegas Faozan lagi.
Jadi mau tak mau Dara menuruti perkataan Faozan dan menutup mata nya total.
Faozan memperlihat kan apa yg dia pegang kepada semua orang.
Semua orang hanya tersenyum senang.
” Taaaaarrrrraaaa... dalam hitungan ketiga buka lah mata mu.” kata Faozan kemudian.
“ Satu.. Dua... Tiga.”
Dara pun membuka mata nya.
Sontak ia hanya bisa terbelalak menatap sesuatu yg saat itu ada di depan mata nya.
“ Ticket?.” kata nya bingung.
“ Iya.. ticket buat liburan..” perkataan Faozan langsung disela oleh Dara.
“ Liburan kemana yaa????.” sahut Faozan pura pura berfikir.. yg membuat Dara makin tak sabar ingin tahu Faozan mau mengajak nya liburan kemana.
“ Kemana?.” tanya Dara gesit.
“ Kita ke Bali aja.. gimana kamu mau nggak?.”
“ Beneran kita mau kesana?.” tanya Dara antusias.
“ Iya kalo kamu setuju.”
“ Iiih.. aku mah setuju banget.” jawab nya senang.. Bali adalah salah satu tempat wisata yg telah lama ingin Dara datangin.
“ Kamu tau aja aku pengen liburan.. apa lagi ke Bali.. ”
“ Itu tempat wisata yg sangat ingin kamu datengin kan.” Faozan memotong perkataan Dara.
__ADS_1
“ Kok tau sich.” tutur Dara dengan senyuman yg masih mengembang di wajah nya.
“ Aku kan suami mu.. tentu saja aku tahu.. dan aku juga yakin kalo kamu sudah lama kan pengen liburan.” Kata Faozan lagi.
“ Iya.” jawab Dara tertawa pelan.
“ Makasih ya untuk kejutan nya.” sambil berkata tanpa beban Dara memeluk Faozan dengan penuh kegembiraan.
Entah sadar atau tidak dia nya.. kalo disana ada kedua orang tua nya dan juga teman teman nya.
“ Iya sama sama.” jawab Faozan.
“ Tapi emang nya kamu nggak malu apa peluk aku gini di depan kedua orang tua mu dan juga teman teman mu.” bisik Faozan.
Yg sontak membuat Dara melepaskan pelukan nya.
Dan hanya tersenyum malu malu di hadapan semua orang.
“ Udah nggak apa apa anggap saja kami semua ini hanya patung.” Goda Dimaz.. salah satu teman nya Dara.
Perkataan Dimaz.. makin membuat Dara merasa malu.. dengan wajah yg bersemu merah.
“ Ahahaha.” tawa semua orang pun pecah.
“ Boleh nggak sich kami ikut liburan kalian?.” tanya Cintya mengalih kan pembicaraan.
“ Boleh asal nggak mengganggu kami.” jawab Faozan setengah bercanda.. yg sekali lagi membuat semua orang tertawa.
Akhir nya Dara & Faozan pergi liburan bersama ke 4 orang teman nya.
🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀
Tak perlu barang barang mewah atau pun perhiasan untuk membuat seorang istri merasa bahagia.. cukup dengan mengetahui apa yg dia ingin kan.. dan meskipun kita belum bisa memenuhi saat itu juga.. berusaha lah untuk memenuhi itu di waktu yg mendatang.. maka yakin lah dengan niat yg tulus dan usaha yg giat maka kamu pasti bisa.
💖💖 Faozan Febriyan💖💖
__ADS_1